GALAU MENJELANG BERANGKAT (3)
Minggu, 7 April.
Saya minta pangeran ngecek di google map lokasi Jeju, Mount Sorak dan Namni Island yang akan dikunjungi. Ternyata jauuuh. Pangeran yang hobi membaca dan mengamati masalah politik juga berpendapat kalau situasi nggak parah. Perang itu kayaknya belum tentu jadi. Mungkin Korut cuma gertak sambal as usual. Lagian, tempat wisata itu jauh dan kalo toh perang paling di ibukotanya dulu.
Saya lumayan lega mendengarnya. Walau begitu pangeran tetap meminta saya cari info lagi sama pihak tour. Ya, saya memang akan nanyain lagi. Kan juga sudah kirim imel ke mereka.
Malamnya, papa saya mendadak nanya. "Kalian mau ke Korea, nggak papa tuh?"
Gubraak! Rupanya papa juga baca beritanya di koran. Saya pun cuma menjawab : "Jauh kok, pa lokasinya. Kan kita di pulau Jeju. Bukan di ibukotanya."
Kalau dilhat jadwalnya memang hari terakhir baru ke Seoul. Itu juga cuma nginep sehari, besoknya udah pulang. Jadi, mestinya gak perlu cemas.
Papa diam saja mendengar jawaban saya. Malah mama merasa heran. "Kok, papamu malah tenang ya? Berarti memang nggak separah itu sikonnya."
Saya hanya nyengir. Tapi tetap saja, saya dan si adik bungsu berdoa bersama untuk Korea. Biar nggak perang beneran dan acara kami berjalan lancar.
Setidaknya level kegalauan kami mereda setelah tahu lokasinya emang jauh dengan kawasan militer.
Komentar