TUHAN SUNGGUH ADA
Gabriel Garcia Marques adalah
seorang penulis berkebangsaan Kolombia. Ia menjadi tekenal karena novel
klasiknya yang berjudul One Hundred Years
Of Solitude. Novel ini pertama kali di terbitkan pada tahun 1967, dalam
bahasa Spanyol. Kini, novel tersebut telah di terjemahkan dalam 37 bahasa dan
terjual lebih dari 20 juta eksemplar. Novel Marquez ini berkisah tentang sebuah
kota di mana penduduknya dirundung
oleh sebuah wabah penyakit lupa yang aneh, sejenis amnesia yang menular. Wabah
tersebut menyebabkan mereka melupakan nama-nama objek, bahkan objek-objek yang
paling umum sekalipun. Seorang pemuda, yang masih belum terpengaruh wabah
tersebut, beusaha mengatasi permasalahan ini dengan memberikan label pada
segala sesutu, “ Ini adalah meja, “Ini
adalah jendela, “Ini adalah sapi, yang harus di peras susunya setiap pagi,” Dan
di gerbang masuk kota, di jalan
utama, ia memasang dua tanda besar. Yang satu berbunyi, “ Nama kota
kita adalah Macondo,” dan yang lebih besar lagi berbunyi :”Tuhan itu ada,”
Ini adalah cerita yang
mengagumkan. Di tengah-tengah penyakit lupa yang meraka derita, yang terpenting
untuk mereka adalah ingat bahwa faktanya Tuhan itu ada. Ini juga yang harus
kita lakukan di dalam hidup kita,selalu ingat bahwa Tuhan itu ada. Mungkin kita
berpikir bahwa akan lebih cocok berkata
bahwa Tuhan itu ada pada orang-orang ateis.” Namun bukankah kita yang adalah
orang percaya seringkali meragukan kehadiran Tuhan di dalam hidup kita? Di saat
menghadapi masalah-masalah hidup, kita sering berkata,” Dimanakah Tuhan di saat
kita membutuhkan pertolonganNya?’ Bahkan di saat frustasi banyak orang yang berkata,
“Tuhan itu ada nggak sih?” Tidak jarang kita mempertanyakan keberadaan Tuhan
dan kuasaNya didalam menolong kita.
Sebenarnya hal seperti itu cukup manusiawi, tetapi tetap saja tidak
benar. Adalah baik kalau kita meneladani pemazmur berhubungan dengan
kepercayaannya akan keberadaan Tuhan. Ketika dia mengalami kesesakan dan
kedukaan, dia menyerukan nama Tuhan. Dia percaya kepada Tuhan sekalipun dia
tertindas. Dia percaya bahwa Tuhan mendengarkan seruan dan permohonannya. Dia
mengasihi Tuhan dalam situasi yang tidak menyenangkan bagi dirinya. Bahkan, dia
berkomitmen untuk terus berseru kepada Tuhan seumur hidupnya. Ini menunjukkan
kepercayaan bahwa Tuhan tetap ada selama-lamanya. Oleh karena itu, apapun yang
terjadi dalam hidup kita, ingatlah bahwa Tuhan itu sungguh ada. Tuhan ada dan
selalu peduli kepada kita.
Komentar
Buku yang menarik nih...