KERAHKAN DENGAN SEGENAP KEMAMPUAN
Seorang anak muda dipecat dari
pekerjaannya di perusahaan yang bergerak di bidang periklanan di New
York. Meskipun di pecat, ia tetap masuk kantor,
karena ia masih harus belajar banyak dari pemimpin perusahaan periklanan itu,
Max Sackheim. Ia bekerja seperti biasanya, berbincang-bincang dengan
rekan-rekan kerjanya dan para klien. Ia juga menghadiri rapat-rapat yang
diselenggarakan kantornya. Semua itu ia lakukan tanpa digaji. Sebulan berlalu,
pimpinannya tidak mengacuhkannya. Di bulan kedua, ia masih terus bekerja tanpa
digaji.
Hal itu akhirnya membuat hati
pimpinannya luluh. Dengan agak heran, pimpinannya berkata, “Oke, kamu menang.
Karena, aku belum pernah melihat seseorang yang lebih membutuhkan pekerjaan
dibandingkan uang.”
Pemuda itupun kembali
dipekerjakan. Di kemudian hari, ia menjadi seorang yang berhasil dalam bidang
periklanan pada masa itu. Disamping itu, ia juga dihargai sebagai penemu materi
untuk halaman tambahan surat kabar
yang belum di cetak. Ia pun menjadi penemu kartu berlangganan terbatas bagi
pembaca majalah-majalah, bagi keanggotaan klub-klub, seperti keanggotan Time Life
Books dan Colombia Record Club.
Pemuda itu adalah Lester
Wunderman, seorang konsultan, profesor, penulis, fotografer, dan pendiri
Wunderman, sebuah jaringan perusahaan periklanan, pemasaran, dan konsultasi. Ia
juga di kenal sebagai father of direct marketing. Sejarah mencatat Wunderman
sebagai salah satu tokoh periklanan yang paling sukses.
Kita bisa belajar dari kegigihan
dan keseriusan Wunderman dalam bekerja.
Meskipun gagal, ia tidak menyerah begitu saja. Sebaliknya, ia mau mempelajari
kegagalan itu dan terus berjuang untuk maju. Wunderman memiliki prinsip, “Jika
ada pelajaran yang harus dipelajari, itu adalah untuk tidak melakukan apapun
dengan setengah hati. Jika Anda akan melakukannya, berikan semua yang harus
Anda berikan.”
Dengan prinsip seperti ini, maka
tidak heran jika pada yang diajarkan firman Tuhan. Alkitab mencatat, “Segala
sesutu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga.
“
Itu artinya, selama hidup kita,
bekerjalah secara maksimal, tidak dengan setengah hati. Kerahkan segala
kemampuan kita untuk menghasilkan yang terbaik. Keberhasilan sering kali
ditentukan oleh keseriusan kita dalam melakukan pekerjaan kita. Apapun
pekerjaan kita saat ini, bekerjalah dengan sepenuh hati. Jika kita merasa bahwa
pekerjaan kita saat ini belum sesuai dengan apa yang kita impikan, tetaplah
bekerja dengn serius, sebab tetap ada berkat di setiap apa yang kita lakukan
dengan sungguh-sungguh.
Komentar
kerja tanpa mengharapkan uang? trus dari mana biaya untuk kehidupannya?
ga abis fikir
*geleng2 kepala*
Keren ya! Saya jadi bersemangat ^___^
blog dan tutornya sangat menarik gan..
oy jika berkenan saya ingin mengajak agan untuk saling follow.
Apa kabar mbak?