CURHAT YANG MENGGANGGU
Curhatnya kadang tak kenal waktu. Bisa siang bolong abis makan siang. Bisa malam hari sekitar jam sepuluh kurang. Selain itu yang bikin saya pusing, isi curhatnya kadang terlalu pribadi sifatnya. Soal adiknya yang mau cerai. Sampai isi BBM dari adik iparnya yang mengeluh ingin cerai pun diforward ke BB saya. Di lain hari, soal temannya yang kebelet mau kawin tetapi malah dapat cowok yang nggak beres (ini sudah gosip namanya, bukan curhat lagi). Ampuuun! Saya jadi risih sendiri mendengarnya.
Curhat sih boleh saja, tetapi kalau isi curhatnya tentang urusan ribut-ribut adiknya dengan sang isteri, rasanya itu sudah kelewatan deh. Itu kan urusan keluarga adiknya, nggak usah kali diceritain ke orang lain. Meskipun itu teman dekat kita.
Saya pribadi, merasa risih kalau menceritakan soal urusan keluarga saya ke teman meskipun itu teman dekat. Apalagi kalau sampai harus ceritain tentang adik ipar saya. Wah, nggak banget deh. Serumit apapun persoalan keluarga kita, sebaiknya jangan diceritakan ke orang lain bahkan ke sahabat terdekat. Lain halnya, kalau itu isteri atau suami kita.
So, saya pun berusaha menghindari curhat yang terlalu lebay menceritakan urusan keluarga. Setiap kali teman saya ini mulai ngomongin soal iparnya yang minta cerai, atau soal-soal pribadi lainnya, saya berusaha mengalihkan percakapan. Saya nggak tau, apakah semua orang yang hobi curhat seperti itu? Atau, dia memang sudah terlalu bawel? Dan, saya juga heran kenapa saya terus yang jadi tempat curhatnya?
Yang lebih menjengkelkan, kalau saya lagi sibuk. Sudah saya bilang lagi ngepel, lagi baca buku, lagi ngetik akte, lagi nulis, dia tetap saja ngoceh panjang lebar. Amboi, saya nggak tahu lagi mesti gimana ngadepin teman yang seperti ini. Akhirnya, kalau saya lagi nggak sempet, saya nggak angkat saja telponnya yang berdering bagai tak kenal waktu itu. Maafkan saya, teman....Curhat boleh saja tetapi plisss...janganlah menganggu saya setiap hari.
Komentar
Banyak orang suka curhat masalah yang terlalu pribadi karena melepaskan hasrat ngelantur, hasrat ngomongin/njelek2in orang, krn lebih seru menuding seseorang bareng2 ketimbang berdiri di atas pendapat kita sendiri. Ini jelas2 bukan karakter yang baik, enggak menguntungkan ato menambah apapun. Enggak membuat kita lebih baik.
Lebih2, ini jelas2 buang2 waktumu. Mending ngajarin burung beo kita nyanyi garuda pancasila ato latian ngupil pake jempol kaki (ato motong rumput pake gunting kuku). Setidaknya, kita menghasilkan sesuatu. Jangan pernah buang2 waktu untuk sesuatu yang kita enggak nikmati, apalagi nggak ada untungnya. Dosa lagi, haha. Semoga temen Fanny itu nyadar, bertobat dan kembali ke jalan yang benar. Amiiiiiiiiiiiiiin 23678x ;-)
kadang bete tp kdg ga enak di tolak huhu
*manggut2 setuju* walau kadang yaahh.. suka ngga tahan juga ada yang 'kelepasan' cerita, hahahaha..
kalau berdasar pengalaman sih yaa, mereka2 yang suka curhat itu kalau semakin didengarkan jadi semakin 'kecanduan' untuk cerita lagi dan lagi, walau ceritanya seringkali muter2 di situ aja :p karena mungkin berasa ada yang dengerin kali yaa :))