SAAT KETIDAKADILAN MENERPA
Jika kita perhatikan penegakan hukum di negara kita saat ini, maka tidak bisa dimungkiri bahwa kita akan banyak menemukan ketidakadilan. Orang yang tidak bersalah kadang-kadang dianggap bersalah dan orang yang bersalah kadang-kadang dianggap tidak bersalah. Ada orang yang tidak bersalah kadang masuk penjara, sedangkan orang yang bersalah justru berkeliaran diluar penjara. Jadi, orang yang tidak bersalah harus mengalami “hal yang pahit” yang tidak sepatutnya dia terima. Sebaliknya orang yang bersalah mengalami “kebahagiaan yang sepatutnya juga ia terima.
Contoh lain dari ketidakadilan tersebut misalnya, ada orang yang jelas-jelas melakukan pelanggaran hukum yang berat, seperti korupsi dalam jumlah yang sangat besar, namun dihukum ringan. Di sisi lain, orang yamg berbuat kesalahan kecil, seperti mencuri buah dari kebun tetangga demi kebutuhan hidup sehari-hari, dihukum cukup berat.
Ketidakadilan hukum seperti itu terjadi karena beberapa hal, seperti karena pihak pengadilan menerima suap, pengadilan takut menghukum berat para terdakwa yang berpengaruh, ataupun karena kurang teliti dalam mengungkap sebuah kasus, sehingga keputusan hukumnya menjadi tidak adil.
Sebenarnya, ketidakadilan hukum seperti ini kita kemukakan bukan hanya di negara kita saja, tetapi juga di negara-negara lain. Mungkin saja kita tidak hanya melihat ketidaadilan itu, tetapi juga merasakannya. Kita menjadi bertanya-tanya, mengapa seperti ini? Kita pun jadi gemas karena ketidakadilan ini.
Nggak perlu heran! Sesungguhnya hal itu adalah sesuatu yang masuk akal, karena kita hidup di dunia yang tidak sempurna. Kita berada di dunia yang dikuasai dosa. Itulah sebabnya pengadilan manusia di dunia ini tidak sempurna. Kita tidak akan pernah menemukan kesempurnaan pengadilan yang benar seratus persen di dunia ini. Kita hanya bisa menemukan kesempurnaan pengadilan di hadapan Tuhan.
Walau demikian kita tetap perlu bersikap proaktif untuk mengusahakan keadilan. Dukung penegak hukum untuk berada pada jalur yang benar. Tetapi, seandainya usaha itu sia-sia, dan ketidakadilan tetap saja merajarela, kita tidak perlu marah dan iri. Pada saatnya, para pelaku ketidakadilan akan menghadapi pengadilan Tuhan dan mendapat hukuman yang setimpal. Ingat, tidak ada yang bersembunyi di hadapan Tuhan. Segala perbuatan manusia nampak jelas bagi Tuhan.
Di sisi lain, kita juga harus tetap bijak dan hati-hati, karena kita juga harus mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita di hadapanNya kelak.
Komentar
afriani bisa 17 tahun penjara, kalo rasyid, eerrrrhh,,, no comment. #curcol
mari kita tingkatkan rasa takut pada dosa.
tenang mba Sonna. kutip dari kata mba Fanny, bakalan ada pengadilan dari Tuhan. ahoihoiiii..