TUHAN, ENGKAU TAK JAUH...
Sepasang suami isteri sedang
berkendara di jalan raya. Setelah beberapa lama berdiam diri, si isteri menarik
napas panjang dan berkata kepada suaminya yang sedang menyetir di sebelahnya,
“Kamu masih ingat tidak, waktu kita dulu masih muda, kita selalu duduk
berdekatan di mobil?“
Tidak lama kemudian si suami
menyahut, “Saya ingat, tetapi kamu tahu kan,
saya tidak pernah menjauh dari kamu?“
Pertanyaan yang muncul dari mulut
sang isteri itu sesungguhnya menunjukkan perasaannya dimana dia merasa suaminya
menjauh dari dirinya.
Seringkali kita bersikap seperti sang isteri dalam kisah di atas. Kita mengira bahwa Tuhan telah menjauh dari kita dan
meninggalkan kita. Kita mulai menyalahkan Tuhan karena kita menganggap bahwa
Dia tidak memedulikan kita lagi. Namun, kita sadar bahwa sesungguhnya kitalah
yang menjauh dari Tuhan dan
meninggalkannya, Karena Tuhan tidak pernah meningggalkan anak-anakNya. Dia
tetap berada di tempatNya, kitalah yang bergerak dan menjauh dari Tuhan. Jadi,
Tuhan terasa jauh dari kita, sebenarnya bukan Dia yang menjauh dari kita,
tetapi kitalah yang menjauhkan diri dariNya.
Komentar
kadang kita minta terlalu berlebih...