SI LEMAH YANG PEMBERANI
Alkisah hiduplah keluarga
pelanduk. Suatu hari anak-anak pelanduk ingin bermain di luar rumah. Ibunya pun
berpesan,”Anak-anak, hati-hati kalau bermain di luar ya,”
“Baik Bu,” jawab anak-anaknya.
Anak-anak pelanduk pun sangat senang bermain di luar rumah. Namun saat sedang
asyik bermain, tiba-tiba ada burung elang yang sedang terbang rendah.
“Awas! cepat lari, kembali ke
rumah!” perintah sang kakak. Pelanduk berlari secepatnya ke rumah, sehingga
burung elang itu tidak sempat menyambar mereka. Mereka kelelahan dan berebut
masuk ke rumah.
“Bu, celaka!” Kata si sulung
kepada ibunya.”
“Ada
apa nak?” tanya ibu pelanduk.
“Ada
burung elang menyambar kami, untunglah aku peringatkan adik untuk segera pulang
ke rumah.”
“Hati-hati ya nak . Musuh kita
banyak sekali selain burung elang itu. Banyak hewan yang ingin memangsa kita.”
Nasihat sang ibu.
“Kita lawan saja mereka, “ Kata
si bungsu.
“Kita ini binatang lemah, nak. Si
elang dapat dengan mudah menyambar kita dan bukan hanya elang tetapi juga ular,
burung rajawali, macan tutul, anjing hutan serta musang. Sekali mereka menerkam
kita, matilah kita, apalagi kita berbadan kecil, “ Jelas si ibu.
“Ternyata jadi binatang yang
kecil tidak enak, banyak musuh yang ingin menerkam,” sahut anaknya.
“Nak, memang kita tidak punya kekuatan
apa-apa dan lemah, namun kita tidak perlu takut terhadap binatang-binatang itu,
karena kita tinggal di rumah yang terbuat dari batu yang sangat keras. Semua
binatang itu tidak sanggup menghancurkan rumah kita, rumah yang sangat kokoh di
celah-celah bukit batu sehingga binatang-binatang tidak dapat menuju ke
celah-celah kecil ini. Kita aman berlindung di rumah ini.”
Mendengar penjelasan itu, anak
pelanduk itupun terhibur. “Baiklah mulai sekarang aku tidak takut lagi, setiap
ada bahaya aku akan segera pulang ke rumah kita ini, “katanya.
Sebagaimana pelanduk di hadapan
predator, kita juga termasuk mahluk yang lemah di hadapan predator jiwa, yaitu
iblis.
Seperti singa yang mengaum
mencari mangsa, begitulah iblis selalu berusaha menjerat kita. Kesenangan
duniawi merupakan jerat iblis yang tidak kita sadari. Kelemahan kita membuat
kita tidak bisa membedakan mana yamg benar mana yang salah. Masalah dan
berbagai tekanan hidup juga merupakan cara iblis menyerang kita, Itulah
sebabnya sudah seharusnya kita bertindak dengan bijak seperti pelanduk. Gunung
batu kita adalah Tuhan. Tuhanlah yang sanggup memberikan perlindungan kepada
kita dari serangan iblis. Ketika kita berada di bawah naungan Tuhan, maka kita
tidak akan terkena panah api dari iblis. Berada di bawah naungan Tuhan bisa
kita tunjukan melalui keintiman hubungan kita dengan Dia. Jalinlah persekutuan
lebih akrab dengan Tuhan agar keamanan kita terjamin
Komentar
jika hubunganmu erat dengan langit, bumi pun tak akan sanggup membinasakanmu
selamat beraktivitas mba.., :D
have a nice day mbaaaa.^^
Nice posting :)
Itulah kenapa kita tetap harus selalu mendekatkan diri sama yang diatas.
Apapun kondisi kita.
Tidak untuk di dunia, di sana Dia yang akan menolong kita.