KEKOSONGAN HATI


Felisia terus semakin tersiksa dengan kondisi yang ia alami. Semua yang  terjadi dalam hidupnya bagaikan tikaman sebuah pisau yang terus menerus dihunjamkan ke perutnya. Felisia terbuang dari sejak lahir. Saat ibunya sedang mengandung dirinya, ayahnya berselingkuh dan jarang pulang ke rumah. Ibunya selalu menjadi sasaran amukan ayahnya. Hal ini membuat ibunya marah dan membenci Felisia yang sedang ia kandung. Akhirnya, ibunya membuang anak itu ke tong sampah di depan rumah sepasang suami-istri yang kaya. Anak itu akhirnya dirawat oleh pasangan kaya tersebut dan dianggap seperti anak kandungnya sendiri.



Namun setelah dewasa, Felisia tetap merasakan kekosongan besar di hatinya. Ia rindu ayah kandungnya. Suatu ketika ibunya bertemu kembali dengan Felisia dan menceritakan bagaimana kejahatan yang ayahnya lakukan dahulu. Felisia terkejut, namun hati kecilnya tetap tidak  rela, ia mau bertemu ayahnya.



Di saat itulah ibunya membentak, “Anggap saja ayahmu tidak ada! Kalau dia mau peduli sama kamu, harusnya sudah dari dulu! Jangan pikirkan dia lagi, anggap sudah mati!”



Felisia hanya bisa menangis sejadi-jadinya. Dirinya yang sebelumnya kelihatan seperti wanita tangguh, kini terlihat sangat rapuh. Meskipun ia telah mendapatkan orang tua pengganti yang sangat mengasihinya, dan juga bertemu kembali dengan ibu kandungnya, tetapi itu tetap tidak cukup. Sampai saat ini hati kecil Felisia masih menjerit,  “Ayah! Di mana kamu berada? Aku ingin bertemu Ayah satu kali saja sebelum aku mati!”

Mungkin saja, kita pernah mengalami apa yang dirasakan Felisia. Kita ditolak oleh orang tua kita. Kita lahir tanpa sosok ayah atau ibu yang mengasihi kita.Kita pun merasakan kekosongan dalam hidup ini. Kekosongan yang begitu menggigit dan menyiksa jiwa. Namun percayalah, ada satu Pribadi yang bisa mengisi kekosongan itu. Dia adalah Tuhan. Karena hanya Tuhanlah yang sanggup memberikan kasih sayang sejati yang kita butuhkan. Namun, apakah kita mengijinkan Dia mengisi kekosongan hati kita? Semua jawabnya ada pada diri kita masing-masing.

Komentar

ayie kasturi mengatakan…
woaaa, Tuhan selalu ada buat kita ya mba, bersyukuuuur banget masih punya Tuhan.>.<
Dihas Enrico mengatakan…
kadang kalo lg jauh (meranatua) dan galau kangen rumah...
paling bisa mengobati ya ingat Tuhan...
deketin diri....
ga usah mikirin yg berat2 kpn bisa deket keluarga lg...
ceritatugu mengatakan…
aku berusaha untuk Tuhan selalu hadir dalam hatiku
Mulyani Adini mengatakan…
Hanya kepada Dialah kita dapat memoho dan meminta tanpa henti. Bila dengan sungguh2 pasti akan ada hari bahagia buat kita dariNya

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR