SOMBONG MEMBAWA PETAKA
Costa Concordia adalah kapal penumpang terbesar ke 26 di dunia.
Sebelum kejadian naas itu, kondisi kapal terbilang cukup prima dan mengesankan.
Pembuatan kapal dengan panjang 290 meter, tinggi 60 meter, dan berbobot 114 ton
itu menelan biaya 450 milyar euro. Ini terbilang kapal yang cukup mewah.
Ingar-bingar kemewahan kapal itu tercermin dari perlengkapan dan fasilitas yang
ada. Di dalamnya ada 13 dek penumpang, 1.500 kabin, 505 balkon pribadi, dan 55
jalur akses pribadi ke fasilitas spa samsara. Juga diperlengkapi dengan 13 bar
dan 5 restoran. Pilihan hiburannya meliputi sebuah teater 3 tingkat,kasino, dan
diskotik. Ada juga kawasan bermain anak-anak dan
sebuah simulator balap motor grand prix dan kafe internet. Ada fasilitas khusus bagi mereka yang
cacat, yaitu 15 kursi roda dan 14 lift. Itulah sebabnya biaya naik kapal ini
sangat mahal. Harga kamar untuk kelas ekonomi bagi penumpang dewasa 599 euro
(sekitar RP 7 juta) per malam. Hartga kelas kamar suite 1.299 euro (sekitar Rp 14 juta) per malam.
Kapal ini mendapat
perhatian internasional pada bulan Januari 2012 setelah kandas di lepas pantai
Isola del Giglio, Italia. Menarik untuk diperhatikan bahwa ketika kapal itu
kandas, para penumpang tengah mencicipi hidangan makan malam di 5 restoran dan
13 club malam yang ada, termasuk beberapa di antaranya berada di dalam kabin.
Bahkan di kapal itu ada juga sepasang pemuda asal Korea yang sedang berbulan madu.
Kandasnya kapal
Costa Concordia mengakibatkan 25 orang tewas, 42 orang luka-luka, 7 orang
hilang, dari 4.299 orang yang ada di atas kapal saat itu. Secara alami, kapal
itu kandas setelah menabrak bebatuan di Pulau Giglio. Tetapi, secara
kemanusiaan, kapal itu kandas karena “human error”, yaitu kesalahan kapten
Francesco Schettino yang mengemudi terlalu dekat dengan daratan untuk
memamerkan kapalnya kepada penduduk pulau.
Peristiwa ini mengajarkan beberapa hal penting kepada kita:
Bangga boleh tetapi jangan sombong. Memiliki kapal pesiar yang
mewah, atau hanya mengoperasikan, bahkan hanya menumpang saja, tentu merupakan
kebanggaan tersendiri. Itu wajar-wajar saja. Tetapi, kalau kemudian menjadi
sombong, Tuhan tidak berkenan.
Tidak ada yang sempurna dari apa yang dibuat manusia. Pembuat kapal
pesiar Costa Corcordia itu tentu sudah mempertimbangkan daya tahan dari kapal
tersebut. Tetapi, pada kenyataannya lambung kapal itu robek karena menghantam
batu besar.
Kewaspadaan adalah hal yang sangat penting. Seharusnya kapten
kapal tetap waspada terhadap apa pun
yang bisa menyebabkan kecelakaan kapal. Tetapi, dia malah mengemudikan kapal
terlalu dekat dengan daratan. Di samping itu, para penumpang juga harus tetap
waspada, terutama dalam hal kerohanian. Tetap harus menjaga diri agar hati
tidak sarat oleh pesta pora dan kemabukan serta kepentingan duniawi, sebab
manusia tidak tahu kapan ajal menjemput.
Komentar
bner bgtz mbak,bangga dan sombong dekatan..
ingat aja..diatas lngit msh ada lngit..
Sayangnya banyak manusia yang suka lupa bahwa semua hal yang dimilikinya semata2 karena karunia dari Tuhan.
tapi begitulah kadang sulit melakukan bangga tanpa harus jadi sombong...
walaupun muahalnya sangat, tp ternyata ada hal lain yg terjadi
Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog