MEMBELI BUKU SECOND
Sejak membuka TB online khusus buku second (koleksi pribadi), saya jadi punya beberapa ide tulisan untuk diposting di blog SCB. Salah satunya adalah mengenai keraguan seorang calon pembeli di TB online saya mengenai KONDISI BUKU. Ada yang bertanya, apakah bukunya dalam kondisi bagus? Well, saya bisa memaklumi kalau ada yang ragu akan kondisi buku yang saya jual. Mengingat belinya dengan cara online, tanpa melihat dan menyentuh fisik barangnya, tentu saja akan ragu. Takutnya buku sudah jelek, kotor dll.
Saya sendiri pernah membeli buku via TB online. Bukan buku bekas lho. Dan selama itu sudah tiga kali mengalami kekecewaan. Ada 1 buku yang cetakannya jelek. Hurufnya berbayang. Satu buku lagi, banyak halaman kosong. Ada lagi yang seperti kena tumpahan air. Padahal semua buku itu disampul plastik. Tapi saya nggak bisa complain karena buku-buku itu saya baru saya baca (sudah 3 bulan beli baru dibaca) setelah struk pembeliannya hilang dan nomor ordernya tidak kelihatan lagi di akun website TB online tersebut. Jadi, gimana bisa complain? Wong, bukti pembeliannya saja nggak ada. Hiks...Yasuds, terima nasib aja.
Tapi, dari sekian banyak buku yang saya beli, ya cuma tiga buku saja yang parah keadaannya. Yang lainnya sih oke semua. Dan, itu nggak bikin saya kapok belanja buku secara online. Saya yakin kalau saja struknya masih ada, saya masih bisa minta ganti buku yang rusak tersebut.
Dan, untuk buku-buku second yang saya jual, saya nggak mau umbar janji bahwa buku saya kondisinya bagus banget. Yang pasti, ada seorang pembeli yang kaget saat menerima novel yang dibelinya. Dia pikir itu buku baru karena kok seperti baru. Padahal second. Ada juga yang saya tanyakan apakah buku sudah sampai dan dia menjawab : Sudah. Buku dalam keadaan rapi dan bagus kondisinya.
Padahal saya nggak nanyain kondisi bukunya. Karena itulah, saya berani menjual dengan harga yang nggak terlalu miring dari harga buku barunya karena kondisi buku masih baik. Wong, cuma sekali dibaca. Jadi, semuanya terserah para calon pembeli buku saya, apakah mau percaya atau tidak dengan kondisi buku yang saya jual. Kalau percaya, ya syukur alhamdulilah. Nggak percaya pun nggak apa-apa. Lagipula, TB online ini cuma iseng menjual novel-novel yang sudah bosan saya baca. Bukan buat cari untung, apalagi bikin kaya. Hi hi hi...
Btw, saya ingin berterima kasih kepada teman-teman yang sudah berkali-kali membeli buku-buku koleksi saya spt : Ayie Kasturi, Ila Rizky Nidiana, Maya Flora, Zasacchi, Sri Sulistyowati, Rudy Efendi, Herlin, Wulan Fatma, Dinda S, Dihas Enrico dan Ayas Tasli Wiguna (eh yang terakhir sih baru sekali, tapi makasih banget lho...hehehe ). Dan, masih banyak lagi yang nggak bisa disebutin namanya. Banyak diantara mereka yang bukan blogger tapi kebetulan menemukan TB online saya. Matur nuwun, kamsahamnida, tarengkyu buat kepercayaan kalian kepada TB online SCB. GBU all.
O iya, bulan Oktober lalu saya mengadakan 2 promo buku murah lho. Cek aja di SALE 15 RIBU dan HANYA 20 RIBU. Promonya masih berlaku kok sampai sekarang.
Komentar
buku2nya mba fanny masih bagus banget kok kondisinya. kek baru malah. ibu aku aja nyangka kalo aku beli buku2 baru.^^
@ayie dan zasachi : makasih udah membeli buku2 koleksiku. muah muah...hehhee
mauuuuu....
pm yah ke akyu ;)
oiya, tentang kaca berkarat, sebenernya emang gk ada kaca berkarat. yg bisa berkarat hanya unsur logam. tapi karena di kampung saya bilang "kaca karatan" kalau liat kaca yang udah lama nggak dibersihkan sampai debunya nempel gk bisa diilangin lagi. makanya saya pakai istilah "karat kaca" mbak. itu bisa kan dipakai mbak? atau saya harus ganti katanya?
terimakasih kritik dan sarannya.
@ayas : beneran kok. otodidak. hehee