HIDUP = BERTANGGUNG JAWAB
Seringkali, saya mendengar ucapan orang-orang yang baru pertama kali bekerja. "Duh, kok kerjanya gini ya? Duh, kok cuma fotocopy sih kerjaannya? Saya kan sarjana. Duh, gajinya kecil amat. Ih, masa kantornya sempit. Yaaa, kerjaannya ga elit. Males akh, cuma jadi admin doang. Bla bla bla..."
Padahal dari pekerjaan yang sepele itulah kita memulai karir. Mulai dari tukang fotocopy, bagian admin yang cuma ketak ketik dokumen, dll. Bila kita tekun dan bertanggung jawab melakukan hal-hal sepele itu, tidak menutup kemungkinan kelak kita bisa melakukan hal-hal yang lebih besar lagi, pekerjaan yang lebih penting lagi. Bukankah semua dari hal kecil dulu? Apalagi bagi yang baru pertama kali masuk kerja. Ada baiknya juga, kita simak kisah seorang pengacara bernama Daniel Webster.
Pada
awal kariernya sebagai seorang pengacara, Daniel Webster mengambil sebuah kasus
dengan bayaran seharga $20. Namun ternyata kasus tersebut jauh lebih sulit dari
apa yang dia bayangkan. Untuk mencapai persiapan yang matang didalam menangani
kasus itu, Webster harus melakukan perjalanan ke Boston, dengan biaya yang lebih besar dari bayaran yang akan
dia terima. Namun, karena tekad dan tanggung jawabnya untuk memenangkan kasus
itu, dia pun tetap gigih dan serius dalam menangani pekerjaan tersebut.
Akhirnya dia berhasil dan itu merupakan kemenangan besar baginya. Lama setelah
itu, ada sebuah perusahaan besar yang menyatakan permohonan melalui sebuah surat kepada Webster. Perusahaan itu memintanya untuk
menangani sebuah kasus dan bersedia membayarnya dengan harga tinggi. Webster
pun menerimanya. Ketika mempelajari kasus tersebut, Webster mendapati bahwa
kasus itu hampir sama dengan kasus yang dia teliti dan menangkan hampir dua
puluh tahun sebelumnya dengan bayaran hanya $20. Maka seperti sebelumnya,
keputusan pengadilan pun menguntungkan kliennya.
Demikian
juga kita tidak tahu dampak dari hal-hal kecil yang kita geluti dengan penuh
tanggung jawab, walau sepertinya itu tidak membawa keuntungan apa-apa. Menerima
tanggung jawab ialah berhenti menyalahkan sesuatu, berani membuang semua alasan
yang tidak berguna, belajar membenahi jika ada kesalahan yang sudah dibuat, dan
membiasakan diri untuk melakukan kewajiban dengan kemampuan terbaik. Sebagian
dari kita mungkin sering mengeluh akan hal-hal kecil yang kita temui dalam
hidup dan pekerjaan. Tetapi adalah baik jika kita belajar untuk setia dan
bertanggung jawab dari hal-hal kecil
Kita
tidak perlu menjadi seorang yang luar biasa untuk memulai, tetapi kita harus
memulai untuk menjadi luar biasa. Dengan memulai untuk berani menerima
kepercayaan dan bertanggung jawab atas kepercayaan itu, maka sesungguhnya kita
telah membuka peluang menjadi orang yang luar biasa.
Komentar
memang kebanyakan dari kita lebih dahulu mengeluh daripada bersyukur, padahal mendapat pekerjaan adalah sebuah kebahagiaan bila dibandingkan dengan yang nganggur
thank saranya ea mba
Matur nuwun atas wejangannya Kak