GOODYEAR YANG TULUS HATI
Belum lama ini, seorang teman menunjukkan sebuah artikel tentang
Charles Goodyear, penemu pertama ban karet. Charles Goodyear adalah seorang warga negara
Amerika Serikat yang menemukan cara vulkanisasi karet pada tahun 1839. Yang menarik dari pria kelahiran New Heaven,
29 Desember 1800 ini adalah perjalanan hidup yang dia tempuh sebelum memperoleh
keberhasilan. Awalnya, Goodyear adalah seorang pedagang yang bangkrut, bahkan
sempat dipenjara akibat terlilit hutang. Namun dia tetap bangkit dan berusaha
meski telah gagal. Pada tahun 1830 dunia sedang mengalami ‘demam karet’, dan
Goodyear juga tertarik untuk terlibat di dalam dunia karet dan memulai suatu
usaha baru.
Meskipun bahan karet sangat bagus, namun berbau busuk, mudah
mengeras saat dingin, dan terlalu lengket pada suhu yang hangat. Namun Goodyear
tidak mudah menyerah. Selama tujuh tahun dia bereksperimen dengan mengolah
bahan karet menggunakan magnesium oksida, tepung perunggu, asam sitrat, dan
kapur perekat, tetapi tidak ada hasil. Akhirnya pada tahun 1839, secara tidak
sengaja bubuk campuran karet dan belerang yang ada di tangan Goodyear terjatuh
ke atas tungku yang ada di atas api, dan bahan itu bercampur menjadi kulit yang
elastis. Inilah langkah awal ban karet tercipta! Akhirnya Goodyear berhasil
menciptakan karet tahan cuaca, dan juga berbagai macam barang dari hasil
temuannya itu.
Sayangnya, seorang pionir karet asal Inggris bernama Thomas
Hancock mengambil hak paten Goodyear dengan meniru contoh karet tahan cuaca
ciptaan Goodyear. Setelah dilawan melalui jalur pengadilan, Goodyear mengalami
kekalahan dan kehilangan hak paten miliknya.
Namun meskipun kalah di Pengadilan, Goodyear tidak berkecil hati.
Ia malah berkata : “Saya tidak
kecewa atas apa yang telah terjadi.
Adalah suatu hal yang baik walaupun orang lain menuai apa yang saya tabur. Hal
yang jauh lebih buruk adalah jika saya menabur namun tidak ada hasil
tuaiannya.”
Goodyear meninggal di New York pada tanggal 1 Juli 1860 dan semua pengorbanannya tidak sia-sia. Tuhan
melihat ketulusan dan kemurnian hatinya, sehingga akhirnya namanya terpatri
sebagai perintis industri karet modern dunia, dan keluarga yang dia tinggalkan
dapat menikmati hasil kerja kerasnya melalui akumulasi dari royalti temuan
Goodyear.
Sikap Goodyear patut kita tiru. Meski dia dicurangi orang lain
tetapi dia tetap sabar dan menerimanya dengan ikhlas. Dan, Tuhan pun membela
haknya. Tuhan memang tak pernah tinggal diam melihat umatNya diperlakukan tidak
adil. Asalkan, kita tetap tulus hati dan
mengucap syukur atas apa yang terjadi, semua akan indah pada waktunya.
Komentar
Charles Goodyear, sebuah kisah fight dlam meraih sukses yg patut jd wacana inspiratif
Bukunya uda nyampe mbaaaaaaa. Terima kasiiiiiih.^^