DUSTA DEMI GENGSI


Pernahkah kamu berbohong demi mendapatkan gengsi, demi dianggap hebat, keren, sukses, dll? Jika pernah, mungkin kamu seperti kisah sepasang pengantin yang saya baca dari sebuah artikel. Yuk, kita simak!
Suatu kali sepasang pengantin baru memutuskan untuk berbulan madu ke New York. Di New York ada markas PBB, Statue of Liberty, dan Broadway atau panggung sandiwara kelas dunia yang menampilkan drama-drama terkenal. Salah satu drama terkenal yang ingin disaksikan oleh pasangan yang sedang dilanda cinta itu adalah “My Fair Lady”. Dengan mengendarai mobil pribadi, dua sejoli itu menempuh perjalanan kira-kira 2.500 km dari tempat tinggal mereka menuju New York. Namun, ketika sampai di Broadway mereka kecewa karena tiket pertunjukan sudah terjual habis 6 bulan sebelum pertunjukan dimulai. Dalam kekecewaan mereka tetap tinggal di Broadway sampai pertunjukan selesai.  Ketika melihat penonton keluar dari gedung, si suami terinspirasi berdiri di dekat pintu keluar untuk melihat apakah ada penonton yang membuang sobekan karcis mereka. Harapannya itu menghasilkan buah, ia mendapat beberapa potongan karcis.



Kemudian mereka membeli beberapa cendera mata bertema “My Fair Lady” dan kaset berisi lagu-lagu yang dinyanyikan dalam drama tersebut. Setelah itu mereka pulang ke hotel. Dalam perjalanan pulang ke kampung halamannya, pasangan itu sepakat untuk menceritakan bahwa mereka telah menyaksikan drama “My Fair Lady” yang terkenal itu, yaitu dengan bermodalkan sobekan karcis, cendera mata, dan menghafal lagu-lagu dari kaset yang mereka beli. Apa yang mereka harapkan dari kebohongan itu? Membuat orang terkesan akan pengalaman luar biasa dalam bulan madu mereka.

    
Dusta itu seperti gula. Melekat di lidah, manis rasanya tetapi bila terlalu banyak mengecapnya akan menimbulkan penyakit.  Berdusta untuk mendapatkan kebanggaan diri, apalah artinya? Bukankah Tuhan membenci si pendusta?


Komentar

Unknown mengatakan…
well..

untuk hal yang ada di atas tentu saja tidak perlu berlebihan untuk melakukan 'pendustaan'..

pun, dengan mengatakan bahwa kita sudah menonton hal tersebut, hati kita tetap mearasakan sakit yang luar biasa jika kita tahu bahwa sejatinya kita hanya berbohong semata..
ayie kasturi mengatakan…
jujur itu lebih baik daripada berdusta. sayangnya, jaman sekarang justru orang jujur yang tenggelam di telan para pendusta.^^
SKN mengatakan…
setuju dengan a.i.r...

sebenarnya berbohong seperti ini hanya akan menyakiti diri sendiri.. cemas orang lain akan tahu, cemas dirinya akan ketahuan berbohong.. dan untuk menutupi kebohongan-kebohongan itu, kita akan menciptakan kebohongan yang lain...
Lidya Fitrian mengatakan…
sekecil apapun bohong itu tidak baik ya mbak
imamboll mengatakan…
berbohong itu kebiasaan mbak, kalo udah sekali sekali bohong, kan nanti jadi bnyak bohongnya
ghost mengatakan…
pendustaan seolah pakaian luaran manusia.
Sarry Tiffa mengatakan…
hihi ampe segitunya saking butuh pengakuan.#ups. Apa kabar mbak Fanny? lama ga ke sini, tampilan blognya banyak berubah. :)
Anonim mengatakan…
hihi ampe segitunya saking butuh pengakuan.#ups. Apa kabar mbak Fanny? lama ga ke sini, tampilan blognya banyak berubah. :)
Noe mengatakan…
Sepakat deh!!!
warcoff mengatakan…
skrg ini demi apa aj asal nama baik tetap terjaga org rela melakukan kebohongan2 spt itu ya
Dihas Enrico mengatakan…
jadi kalo kebanykan berdusta bisa kena diabetes....
:P

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR