BESI MENAJAMKAN BESI
Ada istilah yang sudah terlahir ribuan tahun lalu, yaitu
pada zaman sebelum masehi, tepatnya pada waktu kitab Amsal ditulis oleh Salomo. Istilah itu adalah besi menajamkan besi. Apakah maksudnya? Manusia merupakan makhluk yang sangat keras sehingga butuh ditempa. Tetapi,
Tuhan sangat memahami diri manusia secara sempurna, sehingga Ia tahu dengan apa
kita harus ditempa dan diasah. Manusia adalah makhluk sosial, jadi tidak ada
yang dapat lebih efektif untuk mengasah kita selain sesama manusia itu sendiri!
Itulah sebabnya dikatakan besi menajamkan besi. Manusia menajamkan sesamanya.
Istilah yang memiliki arti yang sama dengan besi menajamkan besi adalah diamond cut diamond. Pepatah ini muncul dari kota Antwerp. Kota apa tuh? Dari
mbak Gugel, saya tahu kalau Antwerp adalah sebuah kota di Belgia. Di kota inilah lebih dari dua pertiga berlian di seluruh
dunia pernah ada. Tak heran jika Antwerp dianggap sebagai pusat berlian di dunia ini.
Pepatah
ikuno ni merupakan gambaran sederhana dari sebuah perselisihan antara dua hal yang
sama kuat. Jadi, sesuatu yang kuat hanya bisa ditaklukkan oleh sesuatu yang
sama kuatnya. Dalam pengertian harfiahnya, berlian sebagai benda terkeras di
bumi ini hanya bisa dipotong oleh berlian juga! Begitu pula dengan manusia.
Well, kita
semua pasti pernah merasakan situasi di mana kita bertemu dengan orang-orang
yang sangat menggusarkan hati kita. Rasanya mereka sangat menyebalkan sehingga
membuat kita menjadi benci kepada mereka. Perbuatan mereka yang curang, sikap
mereka yang sombong dan melecehkan, serta kelakuan mereka yang semena-mena dan
penuh kebohongan begitu membuat kita marah. Namun, kita paham bahwa kita tidak
bisa menyerang mereka dengan perkataan kasar ataupun dengan bermain fisik,
karena hal itu hanya akan memperumit masalah. Kita ingin melampiaskan amarah,
namun tidak bisa! Ataukah kita pernah bertemu dengan orang yang mulutnya selalu
mengeluarkan kata-kata yang jahat sehingga sangat menyakiti hati kita dan
menimbulkan kepahitan? Inilah yang dimaksud Salomo dengan “Besi menajamkan besi". Diamond cut diamond. Manusia menajamkan sesamanya.
Sesungguhnya, kita memang harus diasah agar menjadi semakin baik dalam perilaku kita. Dengan diasah
terus-menerus oleh orang yang tindakannya jahat kepada kita, kita dapat
mengalami perubahan, dan semakin lama hati kita sudah bisa menerima sikap
mereka itu dan mengambil langkah bijak untuk tidak marah, melainkan
mengampuninya. Jadi, hati kitalah yang butuh
diasah setajam mungkin! Jangan kecewa dan marah jika Tuhan menempatkan
sosok yang menyebalkan di dalam hidup kita, karena Tuhan tahu hanya dengan cara
itulah hati manusia bisa diasah menjadi tajam! Semakin tajam, semakin lemah
lembut!
Hmm...pantesan, sering banget gitu menemukan orang-orang yang menyebalkan, rupanya saya sedang diasah toh.
Komentar
saya setuju banget dengan asahannya.
waahh.. bukan kebetulan kalau nemu postingan ini sehabis dengerin khotbah Rabu malam lalu yang intinya kurang lebih sama dengan yang ditulis di postingan ini :D
sangat bermanfaat...
semoga Tuhan tetep terus menjadi berkat buat orang lain....