FLAVIA DE ANGELA



Penerbit : GPU
Penulis : Lea Agustina Citra
Jumlah halaman : 184 halaman

Saya tertarik dengan novel ini karena covernya yang ada gambar malaikat cantik bersayap sedang menatap cermin. Anehnya, sosok dalam cermin itu beda banget dengan sang malaikat. Ketika membaca resensi singkatnya, saya pun makin tertarik untuk membelinya. Kebetulan novel ini lagi diskon di Gramedia, yasuds saya sambar saja deh. 

Ketika membacanya, saya pun nggak nyesel beli novel ini. Meski kisahnya rada berbau fantasi. Mau tahu ceritanya? Yuk, simak sejenak.

Flavia de Angela adalah seorang malaikat cantik yang sedang sibuk menyelesaikan skripsinya. Topik skripsinya adalah menyelidiki seorang manusia bernama Sabrina yang cantik, pinter, kaya tetapi memiliki sifat jelek luar biasa. Sabrina sering menghina dan bersikap kasar terhadap orang-orang di sekitarnya. Flavia penasaran akan sifat jelek Sabrina. Dia ingin tahu penyebabnya. Tapi, dia tak bisa sepuasnya menggunakan monitor di kampusnya untuk memelototi kehidupan Sabrina di bumi. Ada mahasiswa lain yang juga berhak menggunakan monitor itu karena mereka juga harus menyelesaikan skripsinya. Sementara untuk membeli monitor tersebut terlalu mahal. 

Akhirnya, ketika Flavia mengeluhkan soal kesulitannya menyelesaikan skripsi dengan cepat, sang dosen menganjurkan gadis itu untuk menjadi manusia selama sebulan. Tujuannya tentu saja untuk melihat langsung kehidupan Sabrina. Flavia sangat setuju dengan usul sang dosen. Apalagi dia memang pengen banget merasakan kehidupan sebagai manusia. 

Sayangnya, begitu dia menelan pil yang bisa membuatnya menjadi manusia, wajah dan bentuk tubuhnya berubah 180 derajat. Dia menjadi seorang gadis yang pendek, gendut, berambut berminyak, jerawatan dan berkulit hitam. Rupanya dia salah menelan pil karena kebodohannya tak mampu membedakan angka romawi 14 dan 16. Namun semuanya sudah terlanjur. Dia tak mungkin menelan pil yang sesungguhnya lagi. Pil untuk menjadi manusia hanya boleh ditelan satu kali.

Petualangan selama di bumi pun dimulai. Flavia harus terbiasa diolok-olok dan diperlakukan kasar oleh Sabrina dan teman-temannya karena rupanya yang buruk. Apalagi, selama di bumi, Flavia ternyata memiliki otak yang cerdas sehingga Sabrina yang biasanya unggul mendadak mendapatkan lawan setara. Selama menyamar menjadi manusia, Flavia juga berteman baik dengan Rino, cowok berkacamata, sahabat kecil Sabrina. 

Meskipun harus menahan emosi menghadapi ulah Sabrina and the genk, Flavia mencoba untuk bersabar. Semuanya demi skripsinya yang harus segera selesai agar dia bisa menjadi Sarjana Malaikat. Tetapi, semuanya menjadi kacau karena Ares, malaikat cowok, teman sekampusnya mendadak muncul di bumi. Ares juga ingin menyelidiki seorang manusia yang jadi topik skripsinya. Hanya saja, dia melakukannya dengan illegal. Hal yang sangat berbahaya karena bisa mengundang iblis yang suka menculik malaikat yang turun ke bumi secara ilegal. 

Mau tak mau, Flavia, Rino, Ares dan Sabrina terseret dalam peristiwa yang mengerikan akibat ulah Ares - yang demi menolong Sabrina  - telah menggunakan sihir sehingga para iblis penculik malaikat mengetahui jejak Ares dan Flavia.

Untunglah, di saat genting,  Purple May, anjing pintar yang dihadiahkan ayah Flavia sebagai kado ultah gadis itu muncul sebagai penolong.  Tetapi, bahaya lain masih mengancam. Bahaya apakah itu? Silakan baca sendiri novelnya. Yang pasti, endingnya seru. Selain seru, novel ini juga mengandung moral yang keren banget. Saya kutip saja ya dari beberapa kalimat yang diucapkan Flavia ketika dia maju sidang skripsi : CANTIK YANG MEMILIKI ARTI BUKANLAH SEMATA APA YANG TERLIHAT. CANTIK LAHIRIAH ITU SIFATNYA SEMU, SEMENTARA. KECANTIKAN SEJATI TERNYATA DATANG DARI DALAM HATI. KECANTIKAN YANG MUNCUL DARI KELUHURAN BERPIKIR DAN BERPRILAKU.

Kalimat tersebut diucapkan Flavia karena dia akhirnya sadar bahwa kecantikan bukanlah segalanya. Dia bisa mengerti hal ini setelah merasakan bagaimana memiliki wajah jelek dan tubuh gendut. Dan, bagaimana Adyt, anak tante Sari (yang dulunya malaikat tetapi sudah menjadi manusia dan rumahnya menjadi tempat tinggal Flavia selama di bumi), selalu menasihatinya bahwa yang terpenting adalah kecantikan batin. 

Komentar

-Gek- mengatakan…
oh, Wow.. di dunia malaikat ada skripsi2an juga? Keren.. Imajinasi penulis novel ini, unik banget.
Lidya Fitrian mengatakan…
yaa gak tun tas nih mbak ceritany hehehe. bahaya apalagi ya bikin penasaran aja
Isti mengatakan…
yang penting bisa merawat anugerah Tuhan...dirawat aja, udah cantik batin ;)
SKN mengatakan…
:') aaa kayaknya seruu.. syang bget aku kurang suka novel fantasi-romantis.. :')
Latifah Ratih mengatakan…
wah.. penasaran bangeeet... :(
ayie kasturi mengatakan…
hhiihiii.. dahsyat banget ya yang namanya dunia khayal mba.^^
zachflazz mengatakan…
jadi penasaran sama flavia..

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR