BAGAI JARUM JAM
Suatu sore, saya berbaring di atas sofa panjang sambil
memerhatikan jam dinding yang dipasang di tembok ruang tamu. Jarum jam
berdetak-detik pelan memutari setiap angka yang ada pada sekeliling jam dinding
tersebut. Lalu saya bertanya-tanya, mengapakah jarum jam tersebut selalu berputar
maju mengelilingi angka 1 sampai 12 dan tidak pernah berputar mundur ke arah
yang sebaliknya?
Tanpa disadari, saya mendapatkan pencerahan melalui jam dinding
yang setiap harinya selalu saya pandang. Seperti jarum jam itu, manusia
seharusnya berjalan maju, bukan mundur dan jangan pernah berhenti.
Kenapa segala sesuatunya
harus selalu maju?
Well, jika di dalam hidup ini kita selalu berjalan mundur dan
melihat ke belakang, kita tak akan pernah maju. Sama seperti jarum jam, ia harus
melupakan setiap detik dan menit yang telah dilaluinya. Kita pun semestinya
begitu. Melupakan kepahitan, kegetiran, trauma dan semua kenangan buruk yang
pernah kita alami. Biar itu menjadi bagian masa lalu. Sebab jika kita terlalu
asyik di dalam kenangan masa lalu maka kita sedang berjalan mundur. Kita pun -
kadangkala - menjadi takut untuk maju karena pikiran kita diisi dengan hal-hal
yang negatif karena selalu ingat pada hal-hal buruk yang pernah dialami.
Bagaimana dengan teman-teman? Apakah kalian masih saja suka
mengingat hal-hal buruk di masa lalu? Bila ya, sudah saatnya melangkah maju dan
lupakan semua kenangan yang buruk.
Komentar
semangat maju selalu ya mbak :D
Alhamdulillah kita masih diberi ALLAH SWT , nikmat umur buat menyambut Idul Adha tahun ini,
semoga rahmat dan karunia ALLAH SWT selalu menyertai kita semua,
selamat merayakan Hari Raya Idul Adha,
bila ada salah dan khilaf dalam kata serta sikap selama ini, mohon di maafkan lahir dan batin.
Wassalam