NEKAD YANG MEMBAWA BENCANA
Tanggal 23 Oktober 2011,
Marco Simoncelli, seorang pembalap muda berbakat meninggal dunia di tengah
arena balapan. Dia terjatuh dari motor dan dihajar dari belakang oleh motor
Colin Edwards dan Valentino Rossi yang tidak bisa menghindar dalam kecepatan
tinggi. Simoncelli tewas karena cedera
di bagian kepala, leher dan dada.
Fans fanatiknya meratapi
kepergian Simoncelli. Namun oleh para penggemar otomotif, tragedi tersebut
tidak terlalu mengejutkan karena gaya membalap Simoncelli dinilai terlalu agresif dan kerap
membahayakan pembalap lainnya. Ia pernah membuat jatuh Dani Pedrosa, sehingga
harus absen selama sepekan karena patah tulang selangka. Agresivitasnya juga membahayakan dirinya sendiri.
Sungguh tindakan yang nekad dan terlalu berani.
Apa yang dialami oleh
Simoncelli menunjukkan bahwa kita tidak bisa berpegang teguh pada prinsip NEKAD
AJA DEH. Seharusnya, kita bisa memilah-milah mana hal-hal yang bisa dilakukan
dengan prinsip NEKAD, mana yang tidak. Nekad pada suatu tindakan yang bisa
merugikan diri sendiri dan orang lain adalah Nekad yang membawa bencana.
Walaupun kehidupan di dunia
ini memang penuh persaingan tetapi aturan permainan seharusnya tetap dijunjung
tinggi. Jangan melabrak aturan atau bahkan mengambil jalur orang lain. Karena
KEMENANGAN SEJATI LAHIR DARI KOMBINASI KEBERANIAN, PERHITUNGAN, SERTA RESPEK
KEPADA LAWAN.
Komentar
Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog