JAM KLASIK YANG AJAIB

Alkisah ada seorang wanita  yang memiliki rencana untuk bekerja di kota agar ia bisa  mengumpulkan uang  dan bisa mengoperasi wajahnya. Pada hari yang ditentukan, ia pergi ke kota. Saat sedang beristirahat di tengah perjalanan, ia asyik melamun membayangkan akan seperti apa wajahnya kelak setelah dioperasi.

Tiba-tiba seorang nenek yang duduk di sampingnya bertanya, “Nona, kenapa  tersenyum sendiri? Apa yang nona lamunkan?”

“Oh, nenek….saya sedang membayangkan  wajah saya yang cantik setelah dioperasi.,” Jawab wanita itu.

“Oh begitu. “ Si nenek mengangguk-anggukkan kepalanya dan mengeluarkan sebuah benda kecil dari tasnya.

“Nona, terimalah ini, sebuah jam klasik. Bila ingin segera mencapai cita-citamu, engkau tinggal putar jam itu sesuai dengan putaran jarum jam biasa. Tetapi berhati-hatilah! Jangan sampai salah menggunakannya.”

Wanita itu terkejut atas pemberian tersebut dan mengucapkan terima kasih kepada si nenek.  

Suatu hari, wanita itu merasa penasaran akan jam klasik tersebut. Ia pun segera memutar jam klasik tanpa bertanya lebih dulu. Tiba-tiba ia merasakan dirinya  sedang bekerja di sebuah perusahaan asing, tapi tabungannya belum cukup untuk operasi wajahnya. Rasa tak sabar membuat tangannya kembali memutar jam itu, dan..voila! Kini wajahnya menjadi cantik. Rupanya jam tersebut telah membawanya ke masa ‘ketika ia sudah selesai dioperasi.”

Tetapi wanita itu kurang puas dengan  “make over” yang sudah mempercantik penampilannya. Dalam hitungan menit ia langsung memutar jam klasik itu sekali lagi dan kini dia terlihat lebih cantik di usianya yang lebih matang.

Karena masih penasaran dan  ingin mengetahui bagaimana kecantikan itu di masa depan, ia pun memutar  kembali jarum jam klasik dan kini ia dapat melihat di masa tua wajahnya menjadi keriput, sama sekali tidak menarik.

Waduh! Kenyataan itu membuatnya panik, ia mencoba memutar balik arah jarum jam klasik itu, namun tidak berhasil karena jarum jam itu hanya dapat diputar searah jarum jam saja. Untuk mencari solusi atas masalah yang dihadapinya, ia mencoba mencari sang nenek yang memberinya jam ke jalan di mana mereka bertemu.

Namun, sayang nenek itu sudah meninggal dan wanita itu hanya mampu menangisi nasibnya yang tidak beruntung. Wajahnya terlanjur menjadi tua dan jelek sebelum waktunya.


Dari kisah diatas ada beberapa pelajaran yang bisa kita petik :

Pertama, mimpi besar tidak pernah kita raih dengan cara instan. Kebanyakan kisah dari orang-orang yang berhasil menjadi pribadi yang sukses diisi oleh perjuangan yang disertai dengan  ketekunan yang panjang. Jadi jangan tergiur dengan kesuksesan yang datang  dengan instan, karena sukses sejati adalah buah perjuangan.

Kedua, tanamkan rasa puas terhadap hal-hal yang tidak bisa kita ubah dalam hidup ini. Dalam hidup ini ada hal-hal yang tidak bisa kita ubah karena faktor kedaulatan Tuhan! Untuk itu kita harus mengerti apa yang tidak bisa diubah dan apa yang harus diubah agar hidup kita lebih baik. Apa saja yang tidak bisa kita ubah? Orang tua kita, tempat kelahiran kita, warna kulit, dan bentuk wajah kita. Namun, kita bisa mengubah pola pikir yang sempit menjadi luas, cara kerja yang kurang baik menjadi baik, komunikasi pasif menjadi aktif, supaya semakin hari hidup kita semakin efektif dan memberi hasil yang maksimal.

Komentar

ayie kasturi mengatakan…
wah, banyak mba sukses cara instan, tu artez2 negri kita. pada oplas buat ningkatin pamor. aduduay,, mensyukuri apapun yang Tuhan berikan mungkin membuat hidup kita lebih damai ya mba. heehe..
Planet Pengetahuan mengatakan…
ada nilai yang dapat di petik dari artikl ini...
zachflazz mengatakan…
kodrat manusia yang tak pernah puas adalah fitrah. tapi itu juga membahayakan manakala kita tak mampu mengendalikannya.
Muhammad A Vip mengatakan…
lanjutannya pasti perempuan itu akan memberikan jam klasik itu pada wanita muda yang lain
Lidya Fitrian mengatakan…
dan banyak bersyukur ya mbak
Anonim mengatakan…
Cerita yang sangat bermanfaat sekali sebagi bahan renungan atas diri sendiri yang merasa belum pernah puas dengan kehidupan yang kita jalani. Semoga bermanfaat bagi pembaca lainnya.
Stefani Krista mengatakan…
wah, pelajaran yang berharga ya mbak.

jangan mau memperoleh sesuatu dgn instan, karena proses untuk memperolehnya itu yg lebih penting :)
dan juga tetap mensyukuri segala sesuatu yg Tuhan berikan pada kita ya, mbak :)
sitoradostdaram mengatakan…
harus banyak bersyukur ... :)
Noe mengatakan…
tapi gue termasuk menyukai yang instant. misalnya mie instant,..nyaammm ueenaaakk banget, gak repot dan cepattttt banget! heheheee..
tapi terkadang kondisi sekitar yang mendorong kita menggunakan cara instan. apalagi kalau itu datangnya dari keluarga sendiri... :(
Indra Kusuma Sejati mengatakan…
Smart artikel Mba.

Sukses selalu
Salam Wisata

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR