RASAKAN KEHADIRAN TUHAN
Suatu hari saya memperhatikan
ponakan saya, Micha yang sedang belajar naik sepeda. Dengan
bangga sang papa mengajari Micha mengendarai sepeda tersebut. “Pertama, duduklah di atas kursi sepeda dan
jaga keseimbanganmu,”
Dengan segera Micha naik
sepeda seraya menggenggam tangan papanya yang menjaga agar sepeda itu tetap
tegak. “Ayo, jangan goyang-goyangkan
tubuhmu. Letakkan kedua tanganmu di atas stangnya.”
Micha dengan gembira
menggenggam kedua stang sambil berusaha menguasai diri. Dengan suara yang
meyakinkan papanya berkata, “Bagus!
Sekarang jalankan sepedamu, kayuhkan pedalnya perlahan-lahan.”
Lalu si papa mendorong sepeda itu. Tetapi baru meluncur sebentar, sepeda itu
goyah dan jatuh. Papa segera datang membantu Micha dan mengucapkan kata-kata
motivasi. “Tidak apa-apa. Sekarang
begini, papa akan berlari di belakangmu sambil memegangi kursi sepeda sementara
kamu mengendarainya.”
Micha pun mengangguk, lalu
mulai mengayuhkan sepedanya lagi. Kali ini ia melakukannya dengan lebih baik.
Ia meluncur dengan seimbang dan penuh keyakinan. Namun, ketika melihat ke
belakang untuk menunjukkan ke papanya, ternyata papa sudah tidak di belakang.
Dan ia pun terjatuh lagi.
Papa menghampirinya sambil
berkata, “Tadi Micha sudah bisa naik
sepeda, mengapa malah terjatuh lagi?”
“Soalnya, tadi pas Micha nengok, papa nggak ada di
belakang Micha lagi.”jawab Micha.
Selama Micha sadar akan
kehadiran papanya, ia mampu menjaga keseimbangan dan mengendarai sepedanya
dengan mantap. Tetapi sesudah kehilangan kesadaran itu, Micha pun terjatuh.
Manusia pun kadang seperti
Micha. Saat manusia sadar akan kehadiran Tuhan, maka kita merasa tenang
meskipun sedang menghadapi masalah. Tetapi, saat kita lupa bahwa Tuhan selalu
berada dekat kita maka kita pun menjadi panik saat sedang bergelut dengan
masalah.
So, kuncinya hanya satu :
TETAP PERCAYA, TUHAN ADA DI SISI KITA SETIAP SAAT.
Komentar
nice thought mba!
:)