FLAVOR OF LOVE




Penulis : Al Dhimas
Penerbit : Gagas Media
Cetakan : Pebruari 2012
Jumlah halaman : 268 halaman


Prudence Marvia Latika, penulis kolom kuliner berusia twenty something bersahabat sejak kecil dengan Aro. Aro yang tampan dan selalu setia mengantar jemput Pru (nama panggilan Pru). Apalagi Aro mendapat amanah dari ayahnya Pru untuk selalu menjaga gadis itu. Sikap protektif Aro dan perhatiannya terhadap Pru lambat laun membuat Pru jatuh cinta. Tak hanya Pru yang mencintai Aro. Seorang gadis penggemar warna merah bernama  Tara Valia juga mengincar Aro. Cewek Agresif itu berusaha memikat Aro dengan pesonanya.

Keadaan makin runyam karena Pru dan Tara memang musuh bebuyutan. Sejak  masih duduk di bangku SMA,   mereka sudah saling membenci. Tentu saja, semuanya karena sifat Tara yang sombong, suka meremehkan dan selalu merasa diri sebagai gadis tercantik dan terpopuler di sekolah.

Sementara itu, Aro kelihatannya juga tertarik pada Tara dan melayani keagresifan gadis itu.  Pru blingsatan tapi apa dayanya? Toh, selama ini antara dirinya dan Aro tak pernah saling mengungkapkan isi hati. Toh mereka hanya bersahabat. Jadi, apa haknya melarang Aro dekat dengan Tara? Pru kesal tapi tak tahu harus bagaimana

Cerita Pru dan Aro memang klise, tetapi yang menarik dari novel ini adalah saat Pru memosting artikel di blognya. Suatu ketika Pru memosting artikel mengenai MENGAPA PRIA TAKUT MENIKAH? Dalam beberapa artikelnya itu,Pru menuliskan beberapa alasan yang menyebabkan pria takut berkomitmen dalam suatu pernikahan.    Mau tahu alasannya?    

Alasannya antara lain :
1.    Trauma atas kegagalan pernikahan orang tuanya. Padahal tak semua orang mengalami kegagalan dalam pernikahan toh? Bukankah cinta akan membantu untuk mengalahkan trauma ?

2.    Menikah mengambil kebebasan mereka. Terlebih lagi bagi pria yang pembosan. Salah satu hal yang membosankan itu adalah terjebak dalam rutinitas sex dengan orang (baca isteri) yang itu-itu saja.  Alasan yang sebenarnya bisa diatasi asal ada komunikasi yang baik antar suami isteri, terutama saat mereka berhubungan intim. Dengan begitu, rasa bosan tidak akan timbul.

3.    Menunggu saudara kandung yang lebih tua menikah duluan sering dijadikan alasan  para pria untuk menunda pernikahan. Padahal, ada tradisi Pelangkah. Si anak yang lebih muda dan lebih dulu menikah tentunya bisa memberikan something kepada kakaknya yang belum menikah sebagai syarat “pelangkah”.

4.    Takut mengalami perubahan dalam hidupnya. Pernikahan memang membuat perubahan besar dalam hidup tetapi bila itu perubahan yang baik mestinya tidak usah dicemaskan. Bukankah dengan menikah, pola hidup akan lebih teratur karena ada seseorang yang siap untuk mengingatkan? Saling mengingatkan, tepatnya.

5.   Pernikahan dianggap sebagai rantai yang mengikat kebebasan pria karena mereka harus hidup berkompromi dengan pasangannya seumur hidup. Padahal dalam hidup ini, kita harus selalu siap berkompromi dengan diri sendiri. Misalnya : mau pakai baju apa hari ini? Mau makan apa? Mau kemana? Mau naik apa ke kantor? Dstnya.

Ayo, para pria...benarkah apa yang ditulis di atas? He he he..




Well, buat yang suka bacaan ringan, rasanya novel ini cocok banget. Dijamin alismu tidak berkerut saat membacanya.


Komentar

Fahrie Sadah mengatakan…
Apakabar Mbak Fan?
Irma Senja mengatakan…
mba fannii,... apa kabar ?

hemmm, tuh untuk para pria yg takut berkomitmen menikah...bener gak?

ah cemeeenn, menikah aja takut :p

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR