KETIKA KAMU MERASA SENDIRI

Coba ingat-ingat, pernahkah kamu merasakan satu hari dimana kamu merasa begitu sendirian? Satu hari ketika kamu mengalami persoalan yang berat, satu hari ketika kamu merasa amat sedih, satu hari ketika kamu begitu terpuruk tetapi tak seorangpun sahabat yang mempunyai waktu untuk mendengarkan curhatmu. Tak seorangpun yang bisa kamu temui untuk sharing masalahmu.

Bila kamu pernah merasakannya, cobalah simak kisah di bawah ini. 

A.F Akinyemi adalah seorang penulis dari Lagos, Nigeria. Sejak suaminya meninggal, dia terus merasa kesepian. Sementara anak-anaknya sudah bisa kembali bersekolah, dia belum mampu kembali bekerja. Setiap hari kesepian itu selalu menghantuinya. Suatu hari, hatinya terasa sangat berat dan dia sangat membutuhkan seseorang. Akinyemi  pun pergi ke gereja untuk bertemu dengan pendeta. Sayang, pendeta tidak ada di tempat, sementara istri pendeta sedang pergi ke pasar. Dia kemudian pergi ke seorang penatua, tetapi penatua itu sedang mengunjungi cucunya. Lalu dia pergi ke rekan doanya, namun rekannya itu sedang istirahat. Rasa putus asa pun mengantarnya meninggalkan rumah rekannya itu. Termenung dan termangu, hanya itu yang dia lakukan hingga sore hari. Dia memutuskan untuk menyendiri di suatu tempat supaya tidak diganggu.

Tak terasa air mata membasahi pipinya. Dalam kekecewaannya itu dia menatap ke langit untuk “mencari jawaban”. Tiba-tiba seperti ada suara berbisik di telinganya, “Pulang ke rumah. Tuhan senantiasa bersamamu. Pulang ke rumah dan katakan padaNya. Tuhan ada di rumahMu. Tuhan tidak pernah tertidur: Dia selalu siap menjawab.”

 Akinyemi pun pulang ke rumahnya. Lalu, merebahkan diri di pojok kamarnya dan mencurahkan seluruh isi hatinya kepada Tuhan. Tak terasa dia pun tertidur. Dia bangun ketika anak perempuan kecilnya pulang. Badannya terasa segar dan hatinya pun penuh dengan sukacita. “Sekarang saya tahu bahwa Tuhan selalu bersama saya,” kata Akinyemi mengakhiri rasa kecewanya.
      
Bukan tidak mungkin kita juga mengalami apa yang dialami Akinyemi. Kita pun berusaha mencari teman curhat. Namun, bisa jadi Tuhan membiarkan kita tidak menemukan tempat curhat yang cocok. Teman kita pergi atau mengecewakan. Elia juga pernah mengalami masa-masa seperti itu. Bahkan Daud, di tengah keramaian pun bisa mengalami kesepian yang luar biasa. Tetapi, sia sadar bahwa Tuhan selalu menolongnya karena Tuhan tidak pernah tertidur. Sehingga dia sanggup meyakinkan dirinya sendiri dan orang lain bahwa Tuhan takkan membiarkan kakimu goyah, Penjagamu tidak akan terlelap.
      
So, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak memercayai Tuhan. Mungkin saja sesaat kita mengalami kesepian yang membuat kita putus asa. Namun, Tuhan tahu apa yang kita alami. Dia tetap terjaga dan melihat kita. Curhat kepada teman memang tidak salah, tetapi jauhkan diri kita dari kebergantungan kepada manusia. Curhatlah kepada Tuhan. Nyatakan segala pergumulan kita kepadaNya. Sesuai janjiNya, Dia akan memberikan kelegaan kepada kita. Dan, kita pun akan merasa segar kembali, penuh sukacita dan kekuatan yang baru.

NOTE :  BILA HATIMU BERDUKA, CARILAH TUHAN LEBIH DAHULU. BUKAN MANUSIA.


Komentar

Fajar mengatakan…
betul..mbak.. kala semua persoalan menghimpit..dan merasa sendiri .. kembalilah kepada Sang Pencipta.. karena..dan yakinlah Tuhan senantiasa bersama kita..
Ririe Khayan mengatakan…
Iya..bicara dengan TUHAN bisa lebih leluasa dan membawa pada ketenangan.
nuel mengatakan…
so inspiring....

sorry mba kalo komennya singkat.. soalnya aku selalu bingung mau komen apaan setelah baca postingan2nya mbak... suka speechless sendiri.. --
nuel mengatakan…
so inspiring....

sorry mba kalo komennya singkat.. soalnya aku selalu bingung mau komen apaan setelah baca postingan2nya mbak... suka speechless sendiri.. --
Lidya Fitrian mengatakan…
yang betul seperti itu mbak, berserah diri pada Tuhan
nicamperenique mengatakan…
sebagai manusia biasa, tentu saja saya pun pernah didera kesepian akut, parahlah pokoknya. beredar ke sana ke mari tetap saja hati tak menemukan damai juga. sampai akhirnya bersimpuh mengadukan semuanya pada Tuhan dan kemudian menyadari sepenuhnya bahwa tempat bergantung yang tak pamrih itu ya cuma TUHAN.
Himmi ! mengatakan…
..kesendirian akan berujung kebersamaan^^
Niar Ningrum mengatakan…
iyaa yaa mbak fan, tuhan ada didalam diri kita.. :D
WHITEHORSE mengatakan…
Agree poll mbak :)))). Cerita diatas tidak jauh dari kehidupanku yang tiada orang tua/keluarga sedarah. Dan aku yakin Tuhan selalu bersama kita, semua tergantung pribadi kita. Tuhan tidak akan membiarkan hambaNya menanggung masalah di luar batas :)
dey mengatakan…
pernah banget dan memang hanya Tuhan yang bisa membantu & menemani.
kunjungan gan.,.
bagi" motivasi.,.
kehilangan jadikanlah sebuah pelajaran untuk mu.,.
jangan hanya menyesali apa yang terjadi.,.
di tunggu kunjungan balik.na gan.,.,
Suciati Cristina mengatakan…
iyah sering banget kalo sedih nyari manusia :(
bener2 deh, harusnya inget sama yg nyiptain kita :)
trims mba udah ngingetin
Yuraaa mengatakan…
setuju bgtz mbak..
Klo kit terllu brgantung pda manusia, ntr nyesek sndri klo dia tdak bsa mmhmi keinginan qt.hehe
#apaseh??
Anonim mengatakan…
Betul sekali bila kita lagi bersedih pertama-tama Tuhan yang kita cari. Tapi kadang sifat manusia yang sosial selalu ingin bersosial dengan sesamanya. Jadi manusia lebih cenderung sering bersosial secara horisontal, kalau pun vertikal ketika dia merasa terpuruk sekali.
Sii Isni mengatakan…
Bener banget Mbak, saya baru saja keluar dari apa yang Mbak tuliskan. Tuhanlah yang patut kita sandarkan diri, bukan manusia...
:)
Unknown mengatakan…
Setuju...... dan tidak ada penawaran jalan yang lainnya seperti apa yang tertera diatas.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR