MEMBAGI PERHATIAN
Saya baru saja menerima sebuah imel yang menceritakan
tentang sepercik pengalaman yang dialami oleh seorang penulis bernama Charles
Swindoll.
Dikisahkan bahwa Charles Swindoll pernah mengalami tekanan
karena banyaknya urusan, janji, dan pekerjaan yang harus diselesaikan dalam
waktu yang singkat. Hal ini sangat memengaruhi cara bersikap tehadap anggota
keluarganya. Ia membentak istri dan anak-anaknya, dan tidak jarang ia tersedak
ketika sedang minum ataupun makan. Ia juga merasa jengkel jika ada orang yang
mengganggu kesibukannya, walaupun orang tersebut hanya sekedar mengajaknya
bicara. Lambat-laun sikapnya itu membuat anggota keluarganya takut. Mereka
merasakan ketegangan jika berhadapan dengannya.
Charles Swindoll bercerita, “Aku masih ingat malam itu, usai makan anak
bungsuku berkata bahwa ia mau menceritakan padaku sebuah kejadian penting yang
dialaminya di sekolah hari itu. Ia berjanji akan menceritakan itu secara cepat
agar tidak menggangguku. Menyadari sikapku yang membuat seisi rumah menjadi
takut, aku kemudian berkata, ‘Sayang, kau tidak perlu menceritakannya secara
cepat. Ayah punya waktu untukmu, ceritakan saja perlahan-lahan. ‘Lalu anak
bungsuku itu berkata, ‘Tapi Ayah juga harus mendengarkannya baik-baik, jangan
terburu-buru.”
Apa yang dialami oleh Charles
Swindoll sungguh menempelak saya. Saya akui sejak mengenal dunia blogging, saya
mulai jarang ngobrol dengan mama. Walaupun setiap hari ketemu di rumah tetapi
saya seringkali kurang perhatian. Saya mulai jarang memijit tubuh mama yang
sering pegal-pegal.
Dan, sekarang..saya sedang
berusaha membagi waktu dan perhatian saya kepada mama. Saya mulai mengajaknya
ngobrol terutama ketika makan malam bersama atau saat sedang membantunya di
dapur. Saya juga menyediakan waktu seminggu sekali untuk menemani mama ke pasar
tradisional yang letaknya dekat rumah.
Bahkan, kemarin saya sempat membantu mama mencuci tirai jendela
rumah. Dan, saya menikmati kebersamaan
kami.
Saya menyadari bahwa baik atau
tidaknya sikap yang kita tunjukkan terhadap seseorang atau sesuatu, ditentukan
oleh seberapa besar perhatian yang kita berikan terhadap orang atau sesuatu
tersebut. Jika perhatian yang kita berikan untuk pekerjaan lebih besar daripada
orang tua, suami, istri, atau anak-anak, maka kita akan merasa kesal ketika
mereka meminta waktu kita. Atau, kita akan memberikan waktu dan perhatian
kepada mereka, tetapi hanya dengan setengah hati.
Kita memang perlu memberikan
perhatian untuk pekerjaan, karena pekerjaan penting untuk kelangsungan hidup
kita.Tetapi, kita juga perlu memberikan perhatian untuk keluarga, karena kita
merupakan bagian dari keluarga. Kita perlu memberikan perhatian untuk Tuhan dan
pekerjaanNya, karena Tuhan yang empunya hidup kita. Kuncinya terletak pada
pengaturan kita, sehingga segala sesuatunya dapat berjalan dengan seimbang.
Ketika bekerja, berikan perhatian penuh terhadap pekerjaan. Ketika bersama
dengan keluarga dan kerika mereka meminta perhatian kita, berikan perhatian
penuh kepada mereka. Ketika bersekutu dengan Tuhan, berikan perhatian penuh
kepada Tuhan.
Bagaimana dengan teman-teman?
Sudahkah kalian berikan perhatian kepada orang-orang terdekat kalian?
Note : Karena waktu yang harus
saya bagi dengan adil antara pekerjaan, keluarga (terutama orang tua), blogging
dan menulis, maka aktivitas bw saya kurangi. Saya hanya berkunjung kepada
teman-teman yang sudah mampir dan memberi komentar di blog ini. Itupun tidak
bisa setiap hari. Saya cicil kalau sempat. Jadi, maafkan saya bila saya tidak
bisa mampir ke semua blog teman-teman. Karena saya ingin memberikan perhatian
lebih lagi kepada orang tua saya. Mumpung mereka masih hidup. Mumpung masih ada
kesempatan untuk membahagiakan mereka.
Komentar
::Manajemen waktu::
selama kerja dan sibuk di tempat kerja ,pergi pagi pulangnya lumayan larut dan jam segitu biasanya mama dah tidur. paling ketemu pagi sekejap dan sekarang mlah jaranggggg bgt bisa makan masakannya mama.. jarang bisa ngobrol ma orangtua....
hmmmm,, kangen masa masa dulu waktu masih mama yang ngurus...
kadang ngasih perhatian juga tapi malah masih nyambi pegang hape.. memang harus dikurangi
dan ternyata memang orang-orang sekitar kita, keluarga, kakak, adik, ayah, ibu, saudara, tetangga, teman, sahabat, jauh lebih penting daripada hanya ngeblog yang membuat kita semakin tercerabut dari akar kita sebagai manusia.
Intinya :
kalo sekolah itu ada jamnya belajar, ada jamnya istirahat. disaat istirahat itu jgn sekali-kali membicarakan ato berfikir tentang pelajaran yg udah2. begitu dg masalah2 lainnya.!
salam hormat untuk ibundanya ya....