MAUKAH KITA MENJADI MUTIARA?
Keponakan
saya sangat suka pada dongeng “Si Katak
dan Pangeran yang Tampan”. Dongeng ini mengisahkan tentang seorang pangeran yang
melakukan kesalahan, sehingga ia harus menerima kutuk. Kutuk tersebut akan
berakhir, jika ia berjumpa dengan seorang putri yang dapat mencintainya, maka
ia pun akan berubah kembali menjadi pangeran yang tampan.
Dongeng
anak-anak ini menanamkan sebuah kebenaran bahwa kutuk akan menjadikan diri kita
menjadi “si buruk rupa.” Hanya kasih sejati yang dapat membebaskan kita dari
segala kutuk yang menjadi pangkal penyebab dari gersang dan tandusnya kehidupan
kita.
Ketika
saya - untuk ke sekian kalinya - menceritakan dongeng ini kepada keponakan
saya, tiba-tiba saja saya teringat bahwa sesungguhnya ada kasih setia Tuhan yang begitu besar sehingga
sanggup untuk membawa kita dari kutuk kepada berkat, dari kegelapan kepada
terangNya yang ajaib, dari Neraka kepada Sorga, dari kematian kepada kehidupan.
Yang
kita perlukan hanyalah memercayakan dan memberikan seluruh hidup kita ke dalan
tangan kasih Tuhan, maka akan ada satu daya yang bekerja untuk mengubahkan
hidup kita. Mengubahkan hidup kita yang sia-sia dan tak berarti menjadi indah,
mulia, dan berharga, sehingga kehidupan kita dapat diumpamakan sebagai sebuah
batu tak bernilai menjadi mutiara tak ternilai di tangan Tuhan.
Mungkin saat ini kita sedang berada dalam
keadaan hidup yang berantakan, yang bergelimang dengan dosa, Percayalah, kasih
setia Tuhan sanggup untuk mengubahkan kehidupan kita menjadi mutiara dan harta
kesayanganNya.
Tuhan
hanya meminta kita membuka hati bagi kasihNya dan membawa jalan kehidupan kita
berpijak pada jejak-jejak kaki Tuhan. Masalahnya : Apakah kita mau atau tidak? Pilihan ada di tangan kita. Menolak dan
mengabaikan kasih Tuhan yang ditawarkan pada kita, atau menerima dan hidup di
dalam kasihNya.
Komentar
:)