JANGAN HANYA BERANDAI-ANDAI
Semua orang pasti pernah berandai-andai. Dan, hal itu
sah-sah aja. Toh berandai-andai tidak selalu berarti jelek. Misalnya saja :
Seorang pemain catur - mungkin -
adalah orang yang paling sering berandai-andai sebelum mengambil langkah yang
penting. “Kalau saya majukan kuda saya, dia akan lari ke sini, ratu saya bisa
terancam, … Tetapi kalau dia lari ke sini, saya bisa makan bentengnya … dstnya
…”
Para eksekutif perusahaan juga sering berandai-andai di dalam
melihat berbagai alternatif yang tersedia di hadapannya sebelum mengambil
keputusan untuk melakukan sesuatu. Berandai-andai yang didasarkan pada
pertimbangan logis, data-data, informasi, dan pengalaman-pengalaman yang lalu
bisa menolong kita di dalam mengambil keputusan yang terbaik.
Tetapi berandai-andai yang
impossible atau omong kosong atau khayalan belaka merupakan hal yang sia-sia
dan membuang energi kita. Misalnya, seseorang berandai-andai untuk punya
kantong doraemon, punya jaring laba-laba kayak Spiderman atau punya sayap
seperti peri. Jelas hal itu berandai-andai yang ngawur karena hanya ada di
dunia dongeng/kartun.
Apalagi jika berandai-andai
ingin jadi orang kaya tetapi malas berusaha. Padahal Tuhan sudah berkata agar
kita bekerja dan bekerja. Jangan lagi berandai-andai mengharapkan ada makanan
enak atau ada uang bermilyar rupiah jatuh ke atas pangkuan kita. So, jangan
hanya berandai-andai saja tetapi berusahalah..agar ‘berandai-andai’ mu menjadi
kenyataan.
Komentar
Tapi kalau saya berandai-andai duduk bersilang kaki di rumah dan uang mengalir terus. Hehehehe...