JANGAN FOKUS PADA DIRI SENDIRI!

Suatu pagi Stephen R.Covey menaiki sebuah kereta api. Keadaan pagi itu di kereta cukup tenang. Para penumpang ada yang membaca koran, duduk diam, mengantuk, dan beberapa lagi melamun. Tiba-tiba ketenangan itu dihebohkan dengan kehadiran seorang pria dan ketiga anaknya yang membuat suasana menjadi gaduh dan mengganggu seluruh gerbong. Tetapi pria itu terlihat cuek dengan sikap anak-anaknya yang menjengkelkan tersebut. Covey coba menahan jengkel, tetapi karena sudah merasa terganggu akhirnya ia pun berkata, “Pak, anak-anak Anda benar-benar mengganggu, bisakah Anda sedikit mengendalikan mereka?”

 Pria itu menjawab dengan pelan, “Oh Anda benar, maaf, seharusnya saya melakukan sesuatu. Kami baru pulang dari RS. Ibu mereka baru meninggal tiga jam lalu. Saya tidak tahu harus berpikir bagaimana. Dan saya kira mereka juga tidak tahu bagaimana harus menghadapinya.” Setelah mendengar ucapan itu hati Covey merasa iba, semuanya berubah dalam sekejap. Ia mulai melihat dan berpikir secara berbeda. Semua kekesalannya lenyap pada hari itu dan hatinya dipenuhi kepedihan pria itu. Rasa simpati dan belas kasihan pun muncul di hati Covey.
      
Dalam kehidupan ini, terkadang kita diperhadapkan dengan keadaan-keadaan yang membuat kita jengkel sehingga memicu kita untuk berprasangka negatif, marah, dan sulit untuk mengontrol kesabaran. Kita tidak sabar dengan sikap teman yang menjengkelkan; kita benci dengan anak-anak yang suka membuat gaduh dan masih banyak lagi.

Dalam keadaan seperti inilah diperlukan kesabaran dalam diri kita. Dengan kesabaran itulah kasih bisa mengalir dari hati kita untuk mengerti keberadaan mereka. Cobalah untuk mengerti keberadaan orang di sekitar kita dengan hati dan pikiran yang lebih terbuka.
  
Seberapa sering kita memfokuskan pikiran kita terhadap keadaan diri kita sendiri, sehingga menutup mata rohani kita untuk peka akan keadaan orang lain. Satu kunci agar kita bisa bersikap sabar dan mengasihi orang lain, yaitu diperlukan suatu penglihatan dari kacamata yang berbeda. Saat kita merasa kesepian, cobalah berbagi dengan seseorang yang merasakan hal yang sama. Saat kita sedih, cobalah berbagi dengan seseorang yang merasakan hal yang sama. Saat kita sedih, cobalah memberi penghiburan dengan orang yang lebih mengalami kesulitan daripada kita. Sikap seperti inilah yang membantu kita untuk tidak terlalu berfokus pada diri kita. 

Sumber : imel seorang teman

Komentar

ceritatugu mengatakan…
untik bisa berbagi cerita berarti harus bisa mencari orang yang tepat untuk mendengarkan perasaan kita jangan sampai apa yang kita ceritakan malah menjadi konsumsi umum dan malah menambah penderitaan
Hariyanti Sukma mengatakan…
setuju sekali , mbak.... dgn berbagi kita menyempurnakan kebahagian kita dan orang lain
Bung Penho mengatakan…
Sebuah bimbingan yang luar biasa dari seorang blogger atau penulis blog ini. Great Article mbak Fanny. mampu mengontrol kesabaran ditengah apapun yg menimpa akan menjadikan kita org yg mampu menerima keadaann dg tetap bersyukur.
Mulyani Adini mengatakan…
Bisa berbagi emang paling menyenangkan Fan. Lebih enak sehari-harinya.
Lidya Fitrian mengatakan…
saling berbagi dan empati
Prediksi mengatakan…
salam kenal agan makasih infonya
nuel mengatakan…
stephen convey itu penulis buku kan yah?
Unknown mengatakan…
@nuel : betul.
TS Frima mengatakan…
wah, bahaya fokuus sama diri sendiri itu. kalau naik motor kan musti fokus sama jalan :D
Aul Howler's Blog mengatakan…
So, kita harus selalu menyediakan berbagai kacamata di ransel kita..

*eh

*salah tangkap.

LOL. becanda

yapp.. Aul sendiri sering salah sangka loh kak. ke depannya mesti lebih sabar nih.. biar nggak asal judge aja. hehe... (jadi malu sendiri)
Dihas Enrico mengatakan…
hmmmm...
kadang kita kan juga bersosialisasi...
:)
Meutia Halida Khairani mengatakan…
wah, saya juga sudah pernah baca ini. kalo nggak salah dari notes di fb :D
Mayya mengatakan…
Bener banget mbak, berpikir positif dan mencoba memahami keadaan orang lain bisa meredam ke-ego-an diri kita ^_^

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR