JANGAN BERSIKAP SEPERTI PANDA

Pernah lihat Panda?  Unik dan lucu. Itulah kesan kita ketika melihat panda. Binatang ini berkepala besar, berbadan berat, berekor pendek dan bertelinga bundar. Dia memakai  kedua tangan dan kedua kakinya untuk berjalan. Binatang asli Tiongkok ini merupakan binatang mamalia yang masuk kategori keluarga beruang. Panda juga merupakan binatang yang tidak berbahaya, sehingga relatif aman bagi manusia. Namun demikian, bukan berarti panda tidak bisa marah. Sebuah video lucu yang sudah tersebar luas di dunia maya, menunjukkan kemarahan seekor panda. Panda tersebut sedang memanjat  pohon dan berusaha mencapai tempat yang tinggi. Namun, dia terpeleset  dan membuatnya berada di ranting yang kecil. Tidak disangka-sangka, ranting itu patah dan dia pun terjatuh. Tanpa basa-basi, panda itu mengambil ranting tersebut, seperti seekor  binatang buas yang sedang menyerang mangsanya. Dengan sangat marah dia menggigit ranting itu, membekuknya, dan berusaha mematahkannya. Tetapi, usahanya sia-sia, ranting tersebut tidak patah. Akhirnya, si panda melemparkan ranting tersebut dan meninggalkannya begitu saja.

Kelakuan Panda tersebut sering kita lakukan. Sebenarnya kita belum mempersiapkan diri untuk “naik ke tempat yang tinggi”. Kita belum siap untuk naik jabatan, naik pangkat, atau menjadi orang yang memiliki banyak harta dan uang. Itu karena kita memang belum mempersiapkan fisik, mental dan rohani kita. Namun, sebagaimana panda itu, kita memaksa diri untuk naik. Akhirnya, kita terpeleset. Tempat kita bergantung pun bukan sesuatu yang kuat. Kita bergantung kepada akal kita yang lemah, kepada hikmat kita yang terbatas, kepada harta yang fana dan kepada orang lain yang tidak menentu. Hal itu membuat kita kecewa dan marah. Seharusnya kita sadar bahwa sesungguhnya kita memang belum siap naik.

Karenanya penting sekali memiliki kesadaran akan diri sendiri. Ketika kita sadar tentang kekuatan, tingkat kecerdasan, keterampilan, bahkan fisik kita, maka kita akan terus mengasahnya untuk membuat kita bisa “ naik”.  Di samping itu, kesadaran kita akan siapa kita membuat kita bergantung kepada Tuhan. Mari, buka mata dan hati kita untuk melihat diri sendiri, mengevaluasinya dan menambah apa yang kurang. Maka, seiring dengan bertambahnya waktu, kita pun akan bertambah “ naik

Komentar

ceritatugu mengatakan…
inyong lihat panda cuma digambar atau di tv yang nyata belum pernah,kalau menduduki suatu jabatan wah itu nanti dulu inyong mending jadi pekerja saja
zachflazz mengatakan…
setuju. lebih baik mendewasakan diri. kita hidup di banyak lingkungan. dewasa di suatu tempat, tapi kekanakan di tempat lain, sama saja. ini refleksi saja untuk saya. siip.
Bung Penho mengatakan…
gak ada kata lain selain SEPAKAT dengan artikel fanny kali ini hehehhee..!
Lidya Fitrian mengatakan…
untuk bisa naikkita haurs mampu atau setidaknya belajar agar bisa naik supaya tidak jatuh lagi
NF mengatakan…
jadi inget film kungfu panda, panda yang from zero to hero itupun sangat susah payah menjadi pahlawan di tempatnya, tapi pada akhirnya ia telah melewati fase 'memaksakan diri untuk naik' dan telah benar-benar 'naik' setelah di tempa oleh sang guru :)
nuel mengatakan…
as usual, so inspiring... :)
ocheholic mengatakan…
kita harus mempersiapkan diri untuk naik ke tempat tinggi, tapi juga harus punya jiwa besar jika suatu saat turun ke tempat yang rendah ;)
Mayya mengatakan…
Wah, filosofi yang benar2 bagus mbak!
Terimakasih sudah diingatkan!

Jika kita jatuh, bukan karena orang lain, tapi krn diri sendiri...Love it! ^_^
Dihas Enrico mengatakan…
seharusnya kita selalu wasapada dimana kita berdiri dan berpijak...
:)
Kang Sofyan mengatakan…
Sebuah contoh nyata yang baru saya sadari, sip banget Kak, segala sesuatunya harus dipersiapkan dan kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan haruslah bercermin pada diri sendiri, jangan asal menyalahkan :)
Isti mengatakan…
kalo baca2 kayak gini, jadi pikiran ini di refresh kembali tentang pentingnya mengenal "DIA"...
Muhammad A Vip mengatakan…
saya juga sering merasa atau berangan angan layak mendapat posisi bagus dalam hidup selama ini, tapi ternyata memang cuma angan angan. ya wis...
Hariyanti Sukma mengatakan…
punya impian boleh khan, mbak....??
yang perlu disiapkan 'kepantasan diri' ya, mbak...???
Unknown mengatakan…
@Hariyanti : yup, mbak...

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR