HIDUP UNTUK DINIKMATI
Setiap kali saya sedang curhat
dan mengeluh tentang para klien yang reseh, sang pangeran sering menasihati :
“Nikmati saja semuanya. Bukankah hidup ini harus dinikmati?”
Mendengar kalimatnya, saya pun
teringat akan sebuah kisah yang pernah diceritakan seorang sahabat. Kisahnya
adalah sebagai berikut :
Suatu kali Aini dan Susi dengan
riang pergi ke bukit “lolipop”. Sepanjang jalan bukit tersebut penuh dengan
permen dalam aneka bentuk dan rasa. Sepanjang perjalanan Aini dengan tergesa-gesa
berlari sambil mengumpulkan semua permen yang dia lewati, dengan harapan akan
sampai di puncak dan turun terlebih dahulu dengan jumlah permen terbanyak.
Sedangkan Susi dengan asyik menikmati suasana perjalanan itu. Akhirnya Aini pun
sampai di lereng bukit dengan kelelahan karena terlalu sibuk berlari dan
mengumpulkan permen.
Tiba-tiba seorang kakek menyapanya: “Hai, bocah mengapa nafasmu tidak teratur dan terlihat sangat lelah
sekali?” “
Aku tergesa-gesa
mengumpulkan semua permen ini Kek,” jawab Aini dengan nafas yang
terengah-engah. Tidak lama kemudian, Susi datang dengan santai sambil berkata, “Wow begitu indahnya hari ini. Ternyata
bukit ini penuh dengan pemandangan indah. Dari puncak bukit ini bisa terlihat
seluruh desa dan danau yang indah. Sepanjang perjalanan, sambil menikmati
pemandangan, aku pun menikmati aneka rasa permen yang enak.”
Cerita di atas menggambarkan
perjalanan hidup kita. Tujuan utama bukan masalah cepat atau lambat untuk
sampai pada tujuan ataupun hasil yang kita capai dari usaha kita, tetapi
bagaimana menikmati proses perjalanan hidup kita. Setiap proses akan membawa
cerita tersendiri dalam setiap nafas kita. Untuk itu, sudahkah kita merangkai
kebahagiaan dari setiap proses tersebut. Semua yang ada di hidup ini Tuhan
sediakan untuk disyukuri dan dinikmati. Sungguh luar biasa Tuhan
menganugerahkan berbagai hal yang ajaib, yang telah membawa kita dalam
rangkaian hidup yang indah. Sehingga waktu untuk membuat hidup kita
bahagia tidaklah dibutuhkan dalam
hitungan jam ataupun menit tetapi di setiap tarikan nafas asalkan kita mengerti
bahwa kehidupan ini ada untuk dinikmati.
Memang ada kesulitan yang
terkadang membuat kita merasa pahit dan sulit untuk menikmatinya. Tetapi itulah
warna dalam lukisan hidup ini. Hanya dengan menikmati hidup kita bisa mengecap
setiap kebaikan dan kasih setia Tuhan yang selalu baru setiap hari. Jangan
terlalu berfokus pada diri sendiri dan ambisi kita, ataupun setitik kepahitan
yang ada, sehingga membuat kita menutup mata dengan kebaikan yang Tuhan
anugerahkan di hidup ini. Karena kasihNya selalu menyertai kita dalam sepanjang
proses perjalanan hidup.
Hmm…memang sudah saatnya saya lebih menikmati hidup ini dan
stop mengeluh dan mengeluh. Bagaimana dengan teman-teman?
Komentar
mulai dari lautan ,ombak, gunung, badai, pesta dll..
:)
hehehe
kan jadi menikmati heheheee
saya sering mengiri pada suami,
yang hidupnya seolah2 tak pernah cemas/stres.
beda 180c sama saya, yang sedikit2 ngeluh, sedikit2 panik, sedikit2 stres.
pembawaan lahir setiap orang memang beda2, dan karenanya saya menjadi lebih bersyukur dapat pendamping hidup yang lebih tenang dan tidak grasa grusu seperti saya :D
*masih terus belajar menikmati hidup dengan segala suka dukanya :D*
Mdh2an mbak selalu berbahagia tentunya ^_^
Salam kenal!
Txt, mungkin ini jwbnx. Iya, Mbak Fan.
Hmmm... Kykx Ning harus lebih menyadari diri lagi...
Emang dri kemarin2 yah, Mbak Fanny crtx padat jelas dan akurat. Hehehe...
Kangen ke blog ini...
Mana lagu Kiss the Rainnya,Mbak?
Kangen nih... >.<