THE PALACE OF ILLUSIONS
Sejak kecil saya sudah suka pada cerita-cerita wayang, terutama kisah-kisah Mahabharata. Apalagi jaman kecil dulu saya punya komik yang berisi kisah-kisah wayang. Beberapa kisah sangat berkesan di hati saya sampai saya ingat terus. Salah satunya adalah kisah Drupadi yang bersuami lima orang. Karena itu ketika menemukan novel The Palace of Illusions (Istana Khayalan), saya langsung membelinya.
Dan, seperti halnya komik wayang yang pernah saya baca waktu kecil, novel ini pun sama menariknya. Hanya saja, kisah Drupadi dalam novel ini dituturkan dari sudut pandang Drupadi, seorang puteri cantik yang karena - takdir - harus menikahi 5 orang suami yang dikenal dengan Pandawa. Drupadi yang berwatak keras, cerdas dan berlidah tajam mau tak mau mengikuti permainan takdir dalam hidupnya. Meskipun sebenarnya ia hanya mencintai seorang pria, tetapi ia toh mau juga menikahi 5 orang pria bersaudara.
Tetapi, dalam pernikahannya dia harus menghadapi berbagai cobaan hidup. Salah satunya yang terberat adalah saat dia mengalami penghinaan dari Duryodana yang menarik paksa kain sarinya. Semua akibat kesalahan salah seorang suaminya, Yudistira yang kalah main judi dengan para sepupunya (Korawa). Maka, Drupadi harus menjadi korban. Malangnya, di saat genting seperti itu, tak seorang pun suaminya mampu membelanya. Mereka terikat janji dan aturan-aturan. Saya sampai gemes membacanya. Masa sih, ada suami yang tega melihat isterinya dilucuti seluruh pakaiannya?
Namun, para dewata sepertinya mendengar doa Drupadi. Kain sarinya tak pernah bisa dibuka. Sampai Duryodana pingsan karena keletihan menarik kain sarinya. Drupadi tetap mengenakan pakaian dengan utuh. Tetapi, ia terlanjur marah dan mengucapkan kutuk bahwa Pandawa akan berperang melawan Korawa dan Korawa akan kalah. Kaum pria dari Korawa akan mati. Anak-anak dan para perempuan akan menangisi ayah dan suami-suami mereka.
Kutuk yang mengerikan karena bertahun-tahun kemudian, semua itu menjadi kenyataan. Namun, Drupadi tidak merasa bahagia dengan dendamnya yang sudah terbalaskan. Sebaliknya, dia juga harus kehilangan orang-orang yang dicintainya. Dendam memang tidak bisa menghasilkan kebahagiaan. Dendam hanya meninggalkan sakit hati, luka dan kesedihan yang panjang.
Masih ada beberapa adegan yang menarik dari novel ini, selain kisah penghinaan yang dialami Drupadi. Tak mungkin saya uraikan semuanya. Supaya tidak penasaran, silakan baca saja novelnya. Tapi sediakan waktu yang banyak karena jumlah halamannya mencapai 496 halaman.
Penulis : Chitra Banerjee Divakaruni
Penerbit : GPU
Jumlah halaman :496 halaman
Terbit : Juli 2009

Komentar
halo mbak, lama gak brkunjung ksni. hehe^^
menikahi 5 suami
Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog