KISAH PAK JOHN

 
Pak John adalah orang yang jujur. Di samping itu, dia juga sangat mengasihi keluarganya. Karena kasihnya itulah membuat Pak John sangat percaya kepada isterinya, termasuk dalam mengelola keuangan. Namun, entah kenapa isterinya tidak terbuka kepadanya, terutama berkaitan dengan masalah keuangan. Sampai suatu kali, Pak John sangat terpukul mendengar bahwa isterinya mempunyai hutang yang baginya sangat besar. Beberapa hari hatinya diliputi kegelisahan. Belum sempat tenang, orang yang meminjamkan uang datang menagih. Perasaan malu menguasai dirinya, tetapi dia memberanikan diri untuk mengatakan supaya pembayarannya ditunda dan orang tersebut menyetujuinya. “ Ya Tuhan, mengapa sampai sedemikian jauh?” keluhnya.

Belum selesai masalah itu, motornya beberapa kali mengalami masalah. “ Apa lagi ini, mengapa rusak pada saat-saat begini?” gerutunya. Ternyata, masalah-masalah lain pun tak mau kalah dan berusaha menggerogoti iman dan pengharapannya. Orang tuanya menelpon dan marah karena menganggap Pak John tidak memperhatikan rumah sederhana yang sekarang ditempati oleh orang tuanya di luar kota.

“Kalau kamu tidak perhatikan, saya jual!” kata orang tuanya. Rumah itu memang pemberian orang tuanya. Nafasnya terasa sesak, langkahnya terasa berat dan matanya pun tidak bisa melihat harapan. “Tuhan, Engkau melihat semua ini kan?” katanya dengan hati gelisah. Tidak ada jawaban apa-apa. Diamnya Tuhan semakin membuatnya bingung. Sementara hidup harus terus berjalan, makan-minum harus dipenuhi, belum lagi kebutuhan sekolah anaknya yang cenderung meninggi. “Tuhan, aku bosan dengan semua ini,” katanya sambil menangis.

“Lihatlah dia.” terdengar jawaban seperti berasal dari hati nuraninya. Pak John pun tiba-tiba diingatkan kepada seeorang lain yang sedang menderita. Tidak hanya itu, ditengah perjalanan terdengar lagi suara, “Lihatlah dia.” Kali ini tidak diingatkan tetapi langsung ditunjukkan siapa orang lain yang menderita itu.  Seorang sahabat pak John yang mengalami bencana alam Tsunami dan seluruh keluarganya meninggalkan dirinya. Harta bendanya pun ludes semua. Namun, sahabatnya itu tetap tegar.

Akh, pak John mendadak merasa malu pada dirinya. Jawaban Tuhan yang begitu singkat, telah membangunkan semangat juang, iman dan pengharapannya. Pak John mengerti bahwa apa yang ia alami masih tidak seberapa dibandingkan sahabatnya. Dan, Tuhan tak akan memberikan pencobaan melebihi apa yang bisa ia tanggung.

Pak John pun jatuh tersungkur dan menangis di kaki Tuhan. Ia percaya Tuhan akan membantunya menghadapi masa-masa tersulit dalam kehidupannya.


Komentar

HoneyBUZZin mengatakan…
Cerita sebegini selalu mengingatkan saya bahawa ada yang orang lain yang hidupnya jauh lebih derita...jauh lebih sengsara.
Dulu, saya terbaca akan seorang blogger mangsa bencana Tsunami dimana mamanya telah diambil pergi...

Sebak terus selepas saya membacanya :(
NinjaDiary mengatakan…
mungkin Tuhan lagi nguji pak John
Rika Purba mengatakan…
terimakasih renungan yang indah di pagi hari.

have a great day mbak Fanny
manusiahero mengatakan…
Tetap sellu berrsuykur dan berdoa :)
BlogS of Hariyanto mengatakan…
selalu bercermin pada yang lebih besar deritanya kan menyadarkan diri untuk senantiasa mensyukuri apa yang telah ALLAH anugrahkan untuk kita...nice share post :-)
marsudiyanto mengatakan…
Saya mesti belajar dari cerita ini, karena sampai hari ini kayaknya saya masih banyak ngeluhnya ketimbang bersyukurnya.
Makasih Mbak, atas cerita inspiratifnya
Salam!
Ria Tumimomor mengatakan…
memang kadang perlu melihat sekeliling kita agar tidak gampang mengeluh. Tapi biar bagaimana manusia tidak sama... tidak semua orang bisa sama tegarnya menghadapi musibah yg kurang lebih sama. Cerita yg inspiratif ^_^
Sarah mengatakan…
kita hrs bersyukur, sebab msh banyak cobaan2 lain yg dialami manusia lain yg lebih berat cobaannya dari kita
- mengatakan…
bersyukurlah dengan apa yang telah kita miliki karna orang lain belum tentu seperti kita
catatan kecilku mengatakan…
Memang hanya kepada Tuhan kita dapat meminta pertolongan.. :)
Jiah Al Jafara mengatakan…
renungan dihari jum'at
dhenok habibie mengatakan…
terkadang manusia sudah lebih dulu mengeluh, sebelum mencari maksud baik dari Tuhan untuknya.. yuk ah Fan, selalu positif thinking atas semua takdir dan rencana yang sedang Tuhan siapkan untuk kita :)
Artineke A. Muhir mengatakan…
Trims Mbak, untuk kisah Pak Jhonnya ;)
Haya Nufus mengatakan…
Kisah yang menjadi renungan... nice share :) :)
nicamperenique mengatakan…
tepat sekali, Tuhan akan membantu setiap umatNya dalam menghadapi masa2 sulit dalam hidupnya :) Dan itulah yang harus diyakini agar bisa tegak tegar :)
Muhammad A Vip mengatakan…
pak john rumahnya di mana tuh, saya pengin mampir nih
thya mengatakan…
banyak orang yg lebih menderita diluar sana. intinya adalah Semangat dan tetap berjuang menjalani hidup. jangan banyak mengeluh :)
ceritatugu mengatakan…
ya kita kadang menganggap dirikita penuh cobaan dan derita daripada orang lain
Lyliana Thia mengatakan…
masih banyak orang yang kurang beruntung ya... alangkah indahnya bila kita selalu bersyukur... ^_^
Unknown mengatakan…
Bila Tuhan memberikan suatu ujian maka dia telah memiliki rencana yang besar untuk setiap hambaNya, terkadang dengan keluhan hal itu dapat lama untuk menikmati hasil dari maksud Tuhan dalam memberikan kepada hambaNya.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR