AIR DAN BATU



Ketika melancong ke pantai Tanjung Tinggi di Belitung, saya memperhatikan banyak batu-batu besar yang indah berada di tepi pantai. Meskipun ombaknya besar tetapi batu-batu itu tetap berdiri kokoh. Batu-batu itu seakan ingin menunjukkan kehebatannya karena ia tetap bertahan meskipun air laut menerpanya. Sementara, air laut mengalir lembut mencari jalan dan celah agar ia bisa tetap mengalir.

Batu dan air itu seperti dua jagoan. Yang satu melawan dengan berdiri tegak menghadang lawan, sedangkan yang lain dengan lembut mencari jalan agar bisa sampai di tempat tujuan.


Di dalam hidup ini, ada baiknya kita belajar seperti sifat air yang mudah menyesuaikan diri, lembut dan sabar. Dan, bukan bersikap keras kepala seperti batu. Menjadi sepert air berarti mudah dibentuk, taat, mencari damai serta rendah hati. Karena kekerasan bisa menimbulkan perseteruan dan kehancuran, tapi kelembutan mendatangkan damai.

MAUKAH SAYA BELAJAR LEMBUT DAN SABAR SEPERTI AIR? BATIN SAYA MENEGUR HALUS.

Komentar

nicamperenique mengatakan…
saya juga mau belajar seperti air mba :)
Tirta Darmantio mengatakan…
uhuyy maaf baru sempet mampir lagi hehe sifat air memang lembut dapat menyesuaikan diri (adaptasi)
Anonim mengatakan…
penuh pilosopi.. tapi bukan sopi martin..
hwehehhe
Una mengatakan…
Hihi bahkan batu yang keras pun bisa hancurrr @_@
Armae mengatakan…
Dibalik kelembutan dan kesabarannya, ada kepasrahan yang luar biasa dari sosok air. Yang aku masih bingung hal tersebut patut diikuti juga atau tidak...
Eel Pecidasase mengatakan…
tempatnya cantik... Ada makna bisa diambil dari batu dan air :)Lembut dan Kokoh
Ajeng Sari Rahayu mengatakan…
dulu...dulu sekali mungkin sifat saya sekeras batu. dinasehatin ibu mental terus, tapi sekarang mau belajar jadi air mbakk >.<
Rika Purba mengatakan…
kuat dan teguh seperti batu di saat badai kehidupan menerpa.

TFS mbak :)
Fajar mengatakan…
sayang orang-orang dinegeri ini sekarang pada kepala batu..semua mbak..
Unknown mengatakan…
Mengalir seperti air, dengan mudah selalu menyesuaikan keadaan dan rasa.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
Artineke A. Muhir mengatakan…
Air memang sangat dibutuhkan ya Mbak ;)

Negeri Laskar Pelangi emang oke !!!
Mas Huda mengatakan…
jadi ingat sebuah film ne

laskar pelangi
Claude C Kenni mengatakan…
Perumpamaan yg indah Fan.

Tetesan air sekalipun akan sanggup melubangi batu...
Aul Howler's Blog mengatakan…
Mau jd air juga.
Semoga bisa.
Amiin!
Unknown mengatakan…
pemaparannya pas banget mbaa.. air dan batu, suatu karakter yang wajib aku contoh, TFS mba
Alaika Abdullah mengatakan…
saya juga mau mba belajar lembut dan sabar seperti air... belajar bareng kita? :)
Kang Sofyan mengatakan…
Saya mau Kak belajar menjadi seprti air, meski lembut tapi bisa membuat semuanya hancur lo hehe
al kahfi mengatakan…
walaupun batu keras ditetesii air setiap hari akan berlubang juga....:)
enak menjadi pribadi yang mengalir seperti air ^^ gak ada beban keliatannya
ghost mengatakan…
apakah nama Belitung ni sama dengan Pulau Belitung dalam kisah novel superb Andrea Hirata?
al kahfi mengatakan…
tapi kalau pendirian harus sekeras batu ya kan mbak,,
NF mengatakan…
wah angle nya kurang manteb nih, padahal kan aslinya bagus bangeett batu2an itu hehe ^^V
Lyliana Thia mengatakan…
air itu tenang, fleksibel, tapi pada suatu waktu jika marah bisa membahayakan juga ya.. misal tsunami...

hmm... memang sepatutnya kita belajar menjadi air, supaya bisa menyesuaikan diri dgn banyak orang...

akhir2 ini aku belajar bahwa, usia tidak menentukan seseorang itu bijaksana... masih banyak orang yang banyak umurnya justru keras kepala ya... :-(

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR