P.G.D.P.C
Empat wartawan fashion, Didi, Alif, Raisa dan Nisa. Ke empatnya bersahabat sangat erat melebihi saudara kandung sendiri. Tetapi apa yang terjadi bila persahabatan mereka dibumbui oleh cinta yang mulai tumbuh? Bisakah best friends menjadi lovers? Itulah yang dirasakan Raisa terhadap Alif, yang baru saja menduda. Sementara Alif sendiri masih mencintai Saidah, mantan isterinya yang akan segera menikah dengan Amir Farouz, seorang pria Betawi yang tinggal di Kairo.
Alif mati-matian berusaha menghubungi Saidah tetapi Saidah menolak bertemu karena ia ingin menutup lembaran masa lalu. Ia juga ingin berbakti kepada ayahnya sehingga menurut saja ketika hendak dinikahkan dengan Amir walaupun ia belum mengenal Amir dengan baik. Raisa pun tak tinggal diam. Ia berusaha membuat Saidah melupakan Alif karena ia ingin memiliki Alif. Tentu saja, Raisa menggunakan cara yang sangat halus sehingga ia tetap terlihat sahabat yang baik bagi Alif dan Saidah. Namun akal licik Raisa pada akhirnya diketahui Alif.
Selain masalah cintanya dengan Saidah, Alif juga harus kehilangan pekerjaannya di sebuah majalah fashion. Lagi-lagi Raisa membantunya dengan meminta Alif menjadi manajernya, karena Raisa - yang juga dipecat dari pekerjaannya sebagai wartawati - kini menjadi artis sinetron dan mendapatkan honor yang lumayan. Raisa tak suka pekerjaan barunya sebagai artis tetapi demi Alif ia lakukan juga pekerjaan itu. Ia rela menggaji Alif sebesar 25 persen dari honor yang diterimanya.
Lain Alif, lain lagi masalahnya dengan Didi. Didi yang gay pernah membentak dan mengusir Ivan, seorang model cowok dalam suatu sesi pemotretan karena dianggap kurang bisa memasang ekspresi yang diinginkannya. Alhasil, Ivan menaruh dendam kepada Didi. Didi pun dijebak hingga masuk perangkapnya. Selama disekap di rumahnya, Ivan menyiksa Didi. Untunglah, para sahabat Didi akhirnya bisa menemukannya.
Sedangkan Nisa, terbawa emosinya pada seorang mantan pacar bulenya sehingga ketika ia bertemu dengan Fredereco (mantan gebetan Didi ketika di Italia) yang sedang menumpang nginap di rumah Alif, ia langsung suka pada Fredereco. Bahkan, Nisa menyerahkan virginitasnya kepada Fredereco hingga hamil.
Fredereco yang tidak mengetahui kalau Nisa hamil, malah dikunjungi kakaknya Francesco yang membawa putrinya Lily yang baru berusia 1 tahun. Lily adalah anak Francesco dan Edna yang sudah meninggal dunia. Kedatangan Fredereco ke Jakarta memang untuk memberitahukan kepada orang tua Edna bahwa anak gadis mereka pernah melahirkan seorang anak ketika berada di Italia. Tetapi, Fredereco selalu gagal bertemu orang tua Edna yang jarang berada di rumah. Akibatnya, Francesco pun menyusul Fredereco ke Jakarta dengan membawa serta Lily. Hanya saja, mereka malah balik ke Italia dan meninggalkan Lily di tempat kos Alif. Mereka berpesan agar Alif menyerahkan Lily kepada orang tua Edna. Tentu saja Alif kelabakan. Apalagi di saat yang sama ia dikunjungi Saidah yang ternyata tidak jadi menikah dengan Amir.
Bagaimana kisah selanjutnya? Apakah Alif dan Saidah bisa bersatu kembali? Bagaimana dengan Nisa yang sedang hamil anak Fredereco? Lalu, bagaimana perasaan Raisa bila ia melihat Alif dan Saidah yang masih saling mencintai kembali bersatu? Baca saja novel lanjutannya. Saya tidak bisa memberitahu teman-teman karena saya juga belum beli novel berikutnya. He he he...
Yang pasti, membaca novel ini lumayan seru dan menghibur, terutama saat adegan pembebasan Didi yang sedang disekap Ivan. Istilah-istilah fashion dan aneka barang bermerek juga bertebaran di novel ini dan membuat saya terbengong-bengong. Maklum, saya kan orang yang buta fashion dan nggak ngerti merek.
Walaupun novel ini banyak melukiskan kehidupan yang serba borju tetapi saya mengambil satu makna di dalamnya yaitu : Jangan pernah mempermalukan seseorang di depan orang banyak karena bila orang itu sampai dendam, tidak menutup kemungkinan dia akan membalasnya dengan kejam.
Penulis : Syahmedi Dean
Jumlah hal : 315 halaman
Penerbit : GPU
Terbitan : November 2006

Komentar
Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
kok bisa ... ya ? berbuat mempermalukan orang didepan orang banyak, sungguh tak bisa kufahami bila benar ada orang yang kayak gitu.
hmm ... kira2 saya pernah mempermalukan orang ga ya? hiyy ... jadi takut hiks
dan aku sering agak kesulitan kalau baca novel dengan tokoh utama yang banyak..
tadi baca sinopsisnya sempat agak bingung juga.gimana baca novelnya ya?? hahaha
Sama baca yang LSDLF apa ya, lontong sayur blablabla~
baguslah pesan2nya... baca resensinya aja deh, :)
Main k blog Ane ya gan
Tinggalkan komentar sedikit ^^
Saya lama sdh tdk blogwalking
Mohon kunjungan balik ^^
udah baca abiiis...
:)
tp reviewnya bagusan mbak SCB....
serem juga, yg berhak membalas hanya Tuhan :D