MENDADAK DUDUD
Saya suka menulis. Apa saja yang saya alami dan rasakan sering menjadi sumber ide tulisan saya. Walau itu hal yang amat sepele dan - mungkin - bagi orang lain, itu hal yang biasa saja. Yang tidak penting untuk dituliskan, apalagi untuk dibaca. Tetapi, saya tak peduli. Saya menulis karena saya suka. Saya menulis karena saya cinta dunia ini. Saya menulis karena ingin mencurahkan apa yang berkecamuk di hati. Dan, saya senang bila ada blogger yang mampir ke blog ini lalu membaca tulisan saya serta menuliskan komentarnya.
Namun, kesukaan saya menulis tak diiringi dengan kemampuan menulis komentar atas postingan teman-teman blogger. Apalagi bila postingannya mengenai hal-hal yang tidak saya pahami, misalnya : tentang mendownload program anu, review film A, review drama Korea, tafsiran ayat-ayat alqur'an, dan tulisan-tulisan yang berbau politik. Saya 'menyerah'. Angkat tangan meski tanpa ditodong senapan laras panjang.
Saya merasa kelu mendadak. Jari-jari saya tak mau diajak kompromi setiap kali saya menemui postingan yang tak saya pahami. Saya bingung harus menulis komentar apa. Alhasil, saya menjadi komentator dudud. Komentar saya jadi 'garing dan tidak bermutu.
Saya hanya bisa bilang begini : "Met malam, met wiken, mampir sejenak, tks infonya, dan komentar lain yang jauh dari kata berkualitas. Sungguh, saya tidak bermaksud meremehkan postingan blogger tersebut. Saya hanya bingung mau berkomentar apa. Mungkin, saya memang bukan komentator yang cerdas. Saya mendadak dudud. Jadi, maafkan saya bila ada teman blogger yang membaca komentar dudud saya di blognya.
Komentar
Hehe gapapa mbak, saya juga kadang begitu. Udah baca blog orang tapi mbuh mau komen apa... Hihihi
klo posting yg ttg download program2 itu jg aku bingung sih.. ohya, puisi juga bingung mau komen apa.. wkwkwkwk...
aku jg maapin ya mbak kalo sering komentar dudud juga.. hehehe...
walau kadang dianggap sepele orang lain :p
bahkan seringnya tidak meninggalkan jejak samasekali, apaboleh buat, daripada cuma basa basi kan? hehehe
sama setuju tuh sama mbak Ni, bagusan tidak usah meninggalkan jejak daripada keliatan basa basi ya....
sy jg bingung dg kecanggihan teknologi drpd keliatan gatek mending kabur, tp bagi fanny bisa jd bahan tulisan...
salam
masalah komentar, apa ya.. sebenarnya terserah si mau komentar apa. karena dengan memutuskan berkomentar saja sudah merupakan satu bentuk apresiasi yg sangat baik terhadap suatu tulisan. ini menurutku loh mbak :)
lama banget nggak say hi sama kamu...
soal komentar dudud.. hm, kalo aku ya, kadang memilih untuk tidak berkomentar.. ato kalo nggak aku nyari postingan lain yang aku ngerti.. tapi, ini pilihan masing2..
gak ada yang salah / bener... ya kan?
semoga selalu sehat ya Fanny :)
hehehe kadang2 saya juga gitu kalau gak paham mending komen yg gak nyambung sekaliah hakhakhak *ajaran sesat*
Komment duddud, ada aja ya istilahnya ;)
Tapi kalo aku sih seneng aja kalopun mbak fanny cuma ninggalin komentar begituan di blogku, yang penting komen. hehehe
saya juga gak mudeng dan gak tahu mw komen apa klo yg bahas mengenai politik, atau drama Korea (secara saya gk ngerti apa bahasan mereka itu) xiixix
lebih senang yg personal life :D
Memberikan komentar pada postingn blog itu sudah merupakan kepedulian seorang netter ko Mba, dengan menyapa dan memberikan kesan yang positif yang berarti kita memperhatikan hasil karyanya.
Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
tapi kalau saya sih kayanya lebih bingung kalau balasin komen orang yang berkomentar di blog :D ngga tau kenapa, suka bingung aja mau balesnya gimana..