JANGAN ABAIKAN 'LAMPU KUNING'


Kita tahu apa itu traffic light, yaitu lampu lalu lintas. Orang Jawa menyebutnya “lampu bang-jo.” Di  lampu lalu lintas itu ada lampu berwarna merah, kuning dan hijau. Warna-warna itu mempunyai arti masing-masing sebagai tanda bagi pengendara kendaraan bermotor. Lampu warna merah menandakan bahwa kendaraan harus berhenti. Lampu warna hijau menandakan bahwa kendaraan boleh berjalan. Sementara itu, lampu warna kuning menandakan seorang pengendara harus bersiap-siap untuk berhenti atau mulai berjalan lagi. Bisa dikatakan lampu  warna kuning adalah lampu peringatan. Tetapi, kalau kita perhatikan, kebanyakan pengendara  memberi arti lain dari lampu warna kuning itu. Bagi mereka, warna kuning berarti tancap gas, artinya melarikan kendaraan sekencang-kencangnya. Mereka tidak akan peduli kalaupun saat kendaraannya tepat di garis berhenti, lampu warna merah sudah menyala. Tentu ini sangat berbahaya dan tidak jarang terjadi kecelakaan gara-gara sikap pengendara yang seperti itu.

Sobat blogger, kadang kita pun seperti si pengendara yang tancap gas di saat lampu kuning. Sudah tahu kalau yang kita lakukan itu salah di mata Tuhan, tetapi kita malah tancap gas. Yang penting, enaaaaak! Yang penting, hidupku sukseeeeees! Tak peduli, apakah kita sudah mengabaikan peringatanNya.  Saya pun pernah mengalami hal itu. Saya dibutakan oleh  kata hati kecil yang menjerit-jerit : “Itu tidak boleh dilakukan! Itu dosa!”

Tapi, saya cuek saja. Sampai akhirnya, saya diingatkan lagi oleh ayat-ayat FirmanNya, bahwa apa yang saya lakukan itu salah. Dan, saya jatuh tersungkur. Mohon ampunanNya. Saya percaya, orang yang mengabaikan peringatanNya, hidupnya akan lebih baik daripada mengabaikanNya. Bagaimana menurut pendapat kalian?

Komentar

nicamperenique mengatakan…
lampu bang-jo? baru dengar saya :D

kan emang gitu mba
wlo alarm sudah teriak2 bilang jangan begitu, jangan lewat situ, tapi tetepppppppp aja diterabas :D
karena itu tadi, enak sih :D

semoga kita deh yang udah tau akan hal ini, bisa patuh pada aba2 dan alarm yg mengingatkan yah
Una mengatakan…
Hihihi, iya dosa.
Karena menzalimi orang lain hehehe.
Ya gak ya? o_o
Anonim mengatakan…
setuju.. TFS
oot, ngomong-ngomong instrumen ini judulnya apa ya?
ESSIP mengatakan…
Adakalanya sifat suka menerobos lampu kuning itu timbul karena merasa diri sudah lebih dari orla mbak Fan. lebih pinter, tenar atau kaya. Sebab diri itu kadang merasa lupa saat kita di atas.
Padahal jika kita sudah di atas harusnya kita lebih waspada dengan peringatan lampu kuning itu, sebab sekali aja kita kepleset yo wis bablas angine hehe
sampe sekarang aja gue bingung artinya lampu kuning itu apa? wkaakaka
Dewa Made Ari S mengatakan…
Pergumulan. Manusia akan selalu diperhadapkan dengan suatu pergumulan, apakah ia akan menuruti kehendak bebasnya atau ia mau mengikuti aturan Tuhan. Disinilah yang namanya iman diuji.

salam kenal
Tarry Kitty mengatakan…
Memang yg dosa atau yg dilarang itu kadang2 bahkan sering mendatangkan kebahagiaan. Dan kita sering terlena, padahal itu hanya kebahagiaan sesaat yg kelak harus dipertanggungjawabkan. :)
Ria Nugroho mengatakan…
yg dosa-dosa memang selalu bikin manusia jadi lupa diri ^^
Anonim mengatakan…
hahahaha, jadi inget kalo kadang dhe pun suka nerobos aja kalo udah lampu kuning.. tutupin muka ahh..
Lidya Fitrian mengatakan…
cari aman aja deh semi keselamatan semua.kalau sudah lampu kuning ya aku lebih ke berhenti aja
Lidya Fitrian mengatakan…
lebih baik cari aman aja deh untuk keselamatan ya mbak
Rai-chan mengatakan…
iya tuh mbak, rai srg liat byk org kecelakaan di jalan krn ga peduliin lampu kuning. Kalo lampo dah nyala kuning, motor dan mobil bknnya melambat, tapi malah mempercepat laju kendaraannya biar ga kena lampu merah. Alhasilnya, tabrakan deh ma pengendara lainnya yg juga melaju kencang dari arah samping
Dihas Enrico mengatakan…
harus liat-liat dl ada polisi gak mbak...
:P
Unknown mengatakan…
@hilsya : kiss the rain from Yiruma
Anonim mengatakan…
wooow.... fenomeno yong ako jugo tidok lupot daronyo...
Armae mengatakan…
mungkin karena doktrin 'peraturan ada untuk dilanggar' sudah tertanam dalam-dalam, hingga apapun bentuk aturan, lebih suka untuk di langgar daripada diikuti.
heran juga, padahal nurut sama peraturan lho gak ada ruginya juga..
reni mengatakan…
Hidup ini penuh dg rambu2 dan kalau kita tidak mematuhinya ya siap2 aja menerima segala macam konsekuensinya. Bener kan mbak?
Hariyanti Sukma mengatakan…
emang sich mbak... banyak org salah mengartikan lampu kuning tsb.... makanya jutru banyak menambah kecepatan kendaraanya biar gak ketemu lampu merah...
Clara Canceriana mengatakan…
aku juga suka begituuuu xD tp kapok sih kalo gitu terus2an >_<
Basith Kuncoro Adji mengatakan…
Haah? Lampu bang jo? Kok aku baru denger yah.. namanya kocak abis hahaha
Aku setuju banget dengan postingan ini mbak ;)

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR