THE KOLOR OF MY LIFE
Novel ini bikin saya ketawa sendiri gak jelas. Ceritanya sederhana tetapi luuuucuuuu bangeeet...Saya tertarik membelinya ketika ada promo buku murah di gramed. Judulnya yang eye catching bikin ngiler dan ternyata emang bagus banget ceritanya.
Penerbit : GPU
Terbit : Desember 2008
Inti ceritanya :
Neyra, seorang gadis remaja sangat mendewakan celana kolornya (note : celana kolor disini bukan berarti celana dalam lho. Celana kolor
yang dimaksud di novel ini adalah celana kain bertali yang sering
dipadukan dengan kaos oblong dan dipake di rumah saat sedang bersantai
ria), sampai-sampai ia beranggapan dengan memakai celana kolornya maka ia akan selalu beruntung dan berhasil dalam segala bidang. Entah itu lagi ujian, lagi pertandingan tenis meja, dll.
Tapi suatu ketika, celana kolor kesayangannya yang terbuat dari batik kawung itu terbang ke rumah si Mbah, tetangganya yang sudah dianggap seperti kakek sendiri. Celakanya, dia selalu gagal mengambil celana tersebut. Pernah dia sudah hampir berhasil mengambilnya dari atas genteng, eh...si Mbah yang sedang mandi menuduhnya mau ngintip si Mbah. Hingga akhrinya celana tersebut malah dipakai oleh Damar, seorang cowok sebaya Neyra yang nginap di rumah si Mbah.
Neyra pun mulai merasakan hidupnya merana. Tak ada lagi keberuntungan dan keberhasilan. Anehnya, ia tak pernah bisa meminta terus terang kepada Damar agar mengembalikan celana tersebut. Ia merasa malu plus bingung. Tak tahu bagaimana mengatakannya.
Bahkan, ia mulai membenci Damar karena dianggapnya telah mencuri celana kesayangannya. Ia berusaha keras membuat Damar tak betah berada di sisinya. Tetapi, si Mbah selalu meminta Neyra untuk menemani Damar, bahkan Damar yang sudah tak memiliki ayah itu disekolahkan di sekolah yang sama dan...duduk di kelas yang sama. Sebangku pula. Huaaaah....Neyra kian meradang. Dia sering membentak Damar dan memperlakukan cowok itu dengan seenak udelnya. Padahal Damar selalu baik kepadanya.
Suatu hari, ibu Damar sakit keras dan ada kemungkinan meninggal dunia. Bila ibunya tiada, maka mungkin Damar tidak akan kembali sekolah di tempat yang sama. Ia bermaksud tinggal di kampung ibunya. Di saat Damar tidak ada, barulah Neyra sadar bahwa ia menyayangi Damar dan merasa kehilangan cowok itu. Bahkan, Neyra akhirnya tahu kalau celana kolornya tidak dicuri Damar. Celana kolor yang selama ini dipakai Damar adalah milik cowok itu sendiri yang - kebetulan - sama persis dengan milik Neyra. Tentu saja Neyra merasa amat menyesal. Ia ingin ketemu Damar dan minta maaf. Sayangnya, Neyra tidak bisa pergi ke kampung ibu Damar untuk melayat (ibu Damar akhirnya meninggal dunia) karena di hari yang sama, Neyra harus mengikut pertandingan tenis meja.
Apakah Neyra bisa bertemu dengan Damar kembali? Apakah Damar juga mencintainya? Jawabnya : baca aja novelnya. Di gramed masih banyak tuh. Hi hihi...Yang pasti, kamu gak bakal nyesel membacanya. Secara novel ini adalah novel pemenang pertama lomba cerita konyol remaja tahun 2008.

Komentar
padahal ceritanya lucu, jadi pemenang cerita konyol remaja lagi..
maklum, kita masih sering ngeliat buku dari covernya :D
thanks untuk reviewnya sista,,,
Sayang sekali Gramed dekat rumah saya gulung tikar. entah kenapa :(
makasih uda review buku ini :)
btw, lapor! tugas sudah ku kerjakan. laporan selesai. Ok, kembali ketempat. *balik kanan, bubar jalan*
salam kenal...., ditunggu kunjungannya ya.....
Disabilitas Dan Pandangan Masyarakat