DIMANA ADA CINTA, DI SANA ADA TUHAN.




Penerbit            : Serambi Ilmu Semesta
Jumlah halaman : 197 halaman
Terbitan            : Pebruari 2011


Buku kumcer ini terdiri dari 5 buah cerpen keren karya Leo Tolstoy, sastrawan top dari Rusia. Tema cinta yang dibahas dalam buku ini bukan cinta romantis ala orang pacaran atau suami isteri, melainkan cinta spiritual terhadap sesama.

Cerpen pertama yang berjudul Dimana ada cinta, di sana ada Tuhan adalah cerita yang paling keren dari 4 cerpen lainnya. Dalam cerpen ini dikisahkan tentang seorang tukang sepatu yang kecewa kepada Tuhan karena anaknya mati. Tetapi di masa tuanya ia terpanggil kembali ke jalan lurus dan bercita-cita ingin ketemu Tuhan.

Anehnya, ia bermimpi mendengar suara Tuhan dan disuruh melongok ke luar jendela untuk bertemu dengan Tuhan. Ia penasaran dan melakukan apa yang diperintahkan Tuhan. Tetapi, ia tak juga menemukan Tuhan. Malahan, ia bertemu dengan orang-orang malang yang hidup dalam kesulitan.

Ada seorang ibu yang kedinginan dan kelaparan yang sedang menggendong seorang bayi. Maka, si tukang sepatu meminta ibu itu masuk ke rumahnya. Dan, ia memberikan si ibu makanan serta memberikan jas tuanya yang masih layak pakai. Ia juga memberikan sedikit uang.

Lalu, ada seorang lelaki tua yang sedang menyekop salju. Ia tampak kedinginan. Si tukang sepatu pun memintanya masuk ke rumahnya dan menyajikan teh hangat untuknya.Hingga lelaki tua itu merasa lebih hangat dan kembali melanjutkan pekerjaannya yang tertunda.

Si tukang sepatu juga menolong seorang anak lelaki yang ketahuan mencuri apel dari seorang nenek penjual apel.  Ketika si penjual apel ingin membawa anak lelaki itu ke polisi, tukang sepatu itu mencegahnya. Ia menyuruh si nenek penjual apel untuk mengampuni pencuri cilik tersebut. Dan, meminta si pencuri cilik untuk minta maaf kepada si nenek. Nenek penjual apel dan si pencuri cilik pun berdamai. Bahkan, si pencuri cilik itu membantu si nenek mengangkut kantong apelnya.

Demikianlah cara si tukang sepatu bertemu Tuhan. Dengan menolong sesama dan menyalurkan cintanya kepada orang-orang yang sedang kesulitan, ia - secara tidak langsung - telah bertemu Tuhan.


Komentar

Shine Fikri mengatakan…
wow, asyeeek... dibikinkan resensinya sama mba faniii... Berarti aku termasuk beruntung dunk ya mba yg kebagian novel tersebut? ckckck.
Makasih mba atas review-nya. Tar aku copas z dech dari mu untuk mas kahfi? *lho?* ahahaha... Ga denk, ga etis dunk ya klo copas, ga bangeeet geto lho :D
al kahfi mengatakan…
nah tuh shine,, novel buatmu malah sdh di review duluan dgn mbakk fanny,,
Tiara Putri mengatakan…
waw keren banget tuh ceritanya :D ak belum pernah baca karyanya Leo Tolstoy :O
Jiah Al Jafara mengatakan…
keren novelnya,,,
komunikasi dengan Tuhan lewat berbagai cara...
saryadi nilan mengatakan…
kirain lagi bagi-bagi novel hehe,love,peace and gaul.
Lidya Fitrian mengatakan…
seperti biasa membaca reviewnya mbak fanny aja deh, gak usah beli dulu hihihi
Anonim mengatakan…
"andai semua orang menanam cinta, di dadanya tak kan mengalir gemuruh dendam yang melibas segala kebijakan.. ~ Leak Sosiawan"
Unknown mengatakan…
Sebuah resensi buku yang menarik dalam kajian pembelajaran yang bermanfaat.

Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog
Marchia Diandra mengatakan…
Rasanya saya pernah membaca cerita hampir sama seperti ini, hanya saja yang pernah saya baca kebalikan dari tukang sepatu itu. Diceritakan orang yang akan bertemu Tuhan itu malah tidak melakukan apa2, Ia hanya seharian menanti datangnya Tuhan. Dalam penantiannya itu ada seorang pengemis mengetuk pintunya rumahnya untuk meminta sesuatu darinya tapi Ia bukan memberi malah MENGHARDIK si pengemis, ada juga diceritakan seorang tetangganya yg memerlukan bantuannya bukannya menolong Ia malah MENOLAK dengan alasan bahwa Ia "sedang menanti kedatangan Tuhan, karena Tuhan sudah berjanji BERTEMU dengannya di rumahnya, dan Ia sedang menunggu kedatangan Tuhan" dan masih ada beberapa kali kejadiannya yang INTINYA Ia "TIDAK BERBUAT BAIK" sama sekali, hingga malam menjelang Tuhan belum juga datang, Ia merasa kesal pada Tuhan, hingga terdengarlah suara telpon berdering, ketika Ia mengangkat telpon ternyata si PENELPON adalah Tuhan, maka Ia-pun memprotes Tuhan. Tuhan kenapa Engkau tidak menepati janjimu untuk berkunjung ke rumahku ? katanya, dan Tuhan menjawab : "Aku sudah beberapa kali datang ke rumahmu/padamu pada hari ini tapi engkau tidak pedulikan aku, ketika aku LAPAR kau HARDIK aku, ketika aku KEDINGINAN kau biarkan aku, ketika aku MEMBUTUHKAN TUMPANGAN engkaupun MENOLAK Aku. Sadarkah kau bahwa Aku sudah datang padamu beberapa kali pada hari ini. Ternyata Tuhan bisa datang pada kita lewat BERBAGAI CARA.

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR