DETIK TERAKHIR
Penerbit : GPU
Jumlah Halaman : 248 halaman
Terbit : cetakan ke 3 September 2007
Penulis : Alberthiene Endah
Arimbi seorang gadis remaja dari keluarga berada. Ia merasa
frustrasi dan tertekan melihat kehidupan rumah tangga orang tuanya. Papanya
yang kaya raya, suka memukul dan menyiksa sang mama. Bahkan, punya hobi pacaran
dengan gadis-gadis belia. Sementara mamanya seperti boneka. Tidak melawan
apalagi minta cerai meskipun mengalami penyiksaan demikian hebat dari sang
suami. Yang penting, setelah disiksa, dia tetap bisa memiliki kehidupan yang
serba mewah karena sang suami sangat royal menghamburkan kekayaannya.
Seolah-olah sang isteri sudah dibeli dengan harta kekayaannya.
Sejak kecil Arimbi sudah menyaksikan semua adegan kekerasan
yang dilakukan sang papa tanpa mampu protes. Dia menyimpan semuanya sebagai
luka yang tak tersembuhkan. Luka yang senantiasa berdarah dan bernanah hingga
ia tumbuh menjadi gadis remaja.
Apalagi sang mama ikut-ikutan selingkuh. Berpacaran dengan
seorang brondong keren yang berprofesi sebagai pelukis. Hati Arimbi semakin
tercabik tapi…lagi-lagi ia hanya bisa diam….dan merintih sedih.
Di tengah kepedihan hatinya itu, Arimbi berkenalan Rajib, seorang pengedar yang menawarkan
Narkoba. Ia pun merasa menemukan kedamaian setiap kali menghirup bubuk-bubuk
jahanam itu. Bahkan, ia menjadi lesbian dan berpacaran dengan Vela, seorang
mantan pengedar yang kemudian menjadi pecandu.
Ketika orang tuanya mengetahui kelakuan Arimbi, mereka
memasukkan gadis itu ke panti rehab yang mewah. Setelah dinyatakan sembuh, Arimbi
malah kabur dari rumah untuk menemui Vela. Narkoba pun kembali menjerat Arimbi. Hingga akhirnya
Vela harus masuk rumah sakit karena overdosis. Di Rumah sakit, Arimbi kembali
berhasil ditemukan orang tuanya.
Ia dibawa pulang bahkan akan dikirim ke Amerika..tetapi ia
kabur mencari Vela yang ternyata sudah dijebloskan ke panti rehab bobrok dengan para penghuni
yang suka menyiksa penghuni baru. Arimbi sengaja memasukkan dirinya ke panti
itu demi bisa bersama Vela. Penyiksaan pun ia alami setiap hari.
Ketika akhirnya ia dan Vela berhasil kabur dari panti rehab
itu, Arimbi malah berniat mencari uang dengan menjadi kurir narkoba. Tetapi,
jalan Tuhan tak ada yang bisa menebak. Di hari pertama ia menjadi kurir, polisi
menangkapnya. Kalau bukan karena
kekuasaan uang milik papanya, mungkin dia akan menjadi penghuni penjara entah untuk berapa lama.
Setelah bebas, ia kembali dimasukkan ke panti rehab yang bagus dan
mahal, tetapi….lagi-lagi ia berhasil meloloskan diri. Kali ini bukan untuk mencari Vela. Karena
Vela sudah memutuskan hubungannya dengan Arimbi. Entah apa yang ia cari.
Mungkin karena ia sadar akan sikap orang tuanya. Mereka tak pernah mengerti
bahwa Arimbi menjadi pecandu adalah karena kesalahan mereka. Yang ia inginkan
hanyalah agar orang tuanya mau berubah.
Mampukah Arimbi mengetuk pintu hati orang tuanya untuk
berubah? Silakan baca sendiri novelnya. Dijamin termehek-mehek.
OPINI MENGENAI NOVEL
INI :
Sudah lama saya menjadi fans berat mbak Alberthiene Endah,
penulis novel yang telah menginspirasi saya dalam menulis cerpen. Hampir semua
novelnya saya baca. Ada
yang pinjam, ada yang beli.
So, ketika saya menemukan novel Detik Terakhir di Gramedia
beberapa waktu lalu, saya langsung tertarik. Bukan hanya kisahnya mengenai
seluk beluk dunia narkoba tetapi juga penulisnya siapa dulu dong….Mbak Endah
gitu lho.
Dan, ternyata saya gak keliru membeli novel ini. Karena
setelah saya baca… hati saya bagai diaduk-aduk oleh alur kisahnya yang unik dan gaya
bahasanya yang enak dibaca. Bener-bener keren deh. Pantesan, novel ini
mendapatkan penghargaan pertama Adikarya IKAPi untuk kategori novel remaja. Semula
novel ini berjudul Jangan Beri Aku Narkoba.Dan kisah dalam novel ini dibuat film dengan judul sama, yang diperankan
oleh Cornelia Agatha dan Sauzan. Tapi saya gak pernah liat filmnya lho.
Hanya saja, saya kecewa sama endingnya. Seperti tanda tanya yang tak terjawab gitu.
Masih mengganjal. Kalau mau dibuat lanjutannya, pasti seru deh. Tapi mungkin
sang penulis ingin menyampaikan bahwa seperti narkoba yang sulit diberantas
begitu juga dengan hati Arimbi yang sulit disembuhkan. Maka, endingnya dibuat
seperti itu.

Komentar
jalan-jalan ke paris
jalan-jalan ke kenya
setelah baca sinopsis
jadi pengen baca novelnya
:)
mumpung saya blom beli nih
dan endingnya gak jelas?? wheww,, aku suka yang seperti itu :)
btw aku kirim email ya Mbak ;)
Coba lanjutkan z mba ceritanya sama dirimu, pasti dech seruuu, hehe :P
Sukses selalu
Salam
Ejawantah's Blog