PENOLONG YANG SEPADAN
Perempuan seringkali disebut Penolong yang sepadan. Apa sih
artinya? Mari kita simak baik-baik.
1. Dengan adanya seorang penolong yang sepadan, maka
kehidupan menjadi lebih baik. Ketika belum ada penolong sepadan bagi laki-laki,
Tuhan berfirman bahwa tidak baik kalau laki-laki sendirian. Tidak baik berarti
juga tidak menguntungkan. Maka jika Tuhan memberikan penolong yang sepadan bagi
laki-laki, keadaannya diharapkan menjadi lebih menguntungkan. Dia akan lebih
baik lagi dalam menjalankan perintah Tuhan. Misalnya : Semula dia berniat tidak
jujur dalam bekerja, tetapi mungkin saja dengan adanya isteri, maka sang isteri
bisa menegur dia untuk bekerja dengan jujur.
Walaupun tak menutup kemungkinan, justru sang isterilah yang
membuat sang suami berbuat tidak jujur. Tetapi bila seorang perempuan
mengetahui posisinya sebagai penolong yang sepadan maka seharusnya dia bisa
menasihati suaminya untuk berlaku jujur.
2. Perempuan sebagai penolong yang sepadan berarti tidak
boleh diperlakukan sebagai binatang. Bayangkan bila seorang perempuan diperlakukan
seperti sapi, yang hanya bekerja di rumah tanpa penghargaan yang sepadan, yang
hanya dimanfaatkan untuk kepentingan dan kepuasan laki-laki. Mungkin juga dikurung
seperti burung peliharaan, tanpa diberi kesempatan untuk pergi dan refreshing
sejenak. Seorang penolong yang sepadan seharusnya dihargai dan bisa menolong
pasangannya dengan sewajarnya.
3. Perempuan sebagai penolong sepadan tidak boleh bertindak
seperti binatang.
Jika seorang perempuan tidak menyadari dirinya adalah
penolong yang sepadan, maka dia akan diam di rumah saja karena minder. Atau,
dia malah bertindak semena-mena terhadap suaminya. Bukankah “suami-suami takut
isteri” tidak hanya ada di sinetron, tetapi ada juga dalam kehidupan nyata? Dia juga bisa bertindak di luar batas
kenormalan etika, seperti hewan yang tidak tahu sopan santun. Misalnya saja :
isteri yang selingkuh atau memiliki kekasih gelap seorang ‘bronis’ = brondong
manis.
4. perempuan sebagai penolong yang sepadan berarti menjadi
bagian yang tidak terpisahkan dari pasangannya.
Lihat saja betapa banyak perceraian. Itu tanda, kedua belah
pihak tidak menyadari posisi perempuan sebagai penolong yang sepadan yang tidak
bisa dipisahkan dari laki-laki. Adam berkata : Inilah dia tulang dari tulangku,
daging dari dagingku.” Sementara orang Jawa bilang : Garwo, sigaraning nyowo atau
belahan jiwa.
Note : ISTERI, POSISIKAN DIRIMU SEBAGAI PENOLONG YANG
SEPADAN. SUAMI, AKUI DAN TERIMALAH ISTERIMU SEBAGAI PENOLONG YANG SEPADAN.
Komentar
thanks for sharing mbak fanny...
:)
perenpuan harusnya di hormati dan disayangi,, sebagai penolong dan pendamping seorang laki'' sudah semestinya mendapatkan tempat yang paling istimewam,.
salam kenal
Pernah baca juga di kaskus tentang cerita seorang isteri yang dihadapkan dengan mantan kekasihnya yang akhirnya menjadi teknisi di bengkel dan suaminya yang menjadi direktur disebuah perusahaan besar...
suami : "Kamu kenal dia?"
isteri : "Ya, dia mantanku ketika SMA."
suami : "untung kamu menikah denganku, kalau tidak kamu akan bersuamikan tukang bengkel."
isteri : "Jika aku menikah dengannya maka kamulah yang akan menjadi tukang bengkel dan dialah yang akan menjadi direktur."
kira2 seperti itu ceritanya, ihiiiy, bener2 so swiiit dech, wanita adalah penolong yg sepadan. Berbahagialah menjadi seorang wanita, Alhamdu? lillah ^___^
nice post mbak, jadi ingat kata2 ini...
Bukan dari tulang ubun dia dicipta
Sebab Berbahaya membiarkannya dalam sanjung dan dipuja
Tak juga dari tulang kaki
Karena nista menjadikannya diinjak dan diperbudak
Tetapi dari rusuk kiri
Dekat ke hati untuk dicintai
Dekat ke tangan untuk dilindungi
(dari buku Agar Bidadari Cemburu Padamu) ^^
Semoga bermanfaat untuk pegangan kehidupan dalam mengarungibahtera rumah tangga.
Sukses selalu
Salam
ejawantah's Blog