FOKUS...FOKUS...
Ingin cepat-cepat lulus kuliah? Fokus pada kuliahmu. Jangan malas-malasan, cepat selesaikan skripsimu. Ingin cepat naik jabatan? Fokus pada pekerjaanmu. Jangan kerja seenaknya saja dan raih setiap kesempatan. Ingin menjadi seorang penulis sukses? Fokus pada dunia menulis. Jangan malas berlatih menulis dan coba kirim karyamu ke media cetak atau penerbit. Dan, jangan putus asa bila ditolak sekali. Terus mengirim sampai ada yang diterbitkan...
Fokus dan fokus..itulah kunci sukses. Banyak orang yang ingin sukses, tapi tidak banyak yang benar-benar berani bertindak untuk sukses. Ketidakberanian itu biasanya karena sulit memfokuskan diri untuk berpikir dan bertindak ke arah sukses.
Sementara itu, di sisi lain kita memiliki banyak pilihan dan kesempatan, tetapi...tak satupun yang berhasil membawa kita kepada apa yang kita impikan. Mengapa demikian? Karena kita tidak bisa fokus. Bila pikiran, tenaga dan tindakan kita harus dibagi ke banyak impian, hasilnya bisa tidak maksimal.
Sebagai contoh, sejak kecil saya berusaha fokus pada sekolah saya. Menginjak masa remaja (SMP sampai kuliah), saya menolak untuk berpacaran meskipun ada saja teman cowok yang naksir saya. Karena saya ingin fokus pada sekolah/kuliah saya. Meskipun saya tahu, sekolah/kuliah bisa 'bergandengan tangan' dengan berpacaran. Tetapi, saya punya prinsip. Sebelum lulus, tidak akan berpacaran. Saya tidak ingin diganggu dengan yang namanya : Diapelin pacar, ngambek dengan pacar, diambekin pacar, cemburu dan dicemburui, patah hati, dll. Karena dalam masa pacaran, hal-hal seperti itu bisa terjadi. Dan...saya tidak bisa membagi hati dan pikiran saya buat hal-hal seperti itu. Saya ingin FOKUS.
Sebagian dari teman-teman saya sudah mengalami aneka macam cinta. Mulai cinta lokasi, cinta monyet, cinta sejati, cinta palsu, cinta karet, cinta plastik, cinta murni, dll. Tapi, saya cuek bebek. Saya tetap fokus pada sekolah/kuliah saya. Karena saya ingin cepat lulus. Ingin mendapatkan nilai terbaik. Ingin cepat bekerja. Ingin cepat mengurangi beban ortu. Ingin menjadi wanita karir yang sukses.
Dan..semuanya tidak sia-sia. Hasil dari fokus, membuat saya cepat lulus dengan nilai gemilang. Saya tak peduli dengan apa kata orang. Karena setelah lulus dan bekerja, saya masih single. Saya tak peduli dengan pertanyaan teman-teman : Kapan menikah? Kapan punya anak? Dll.
Saya juga tak peduli dengan jam biologis saya yang terus berdetak karena bagi saya hidup itu memiliki banyak pilihan. Saya memilih fokus di kuliah dan pekerjaan. Saya percaya, jodoh tidak akan lari kemana-mana. Toh, akhirnya saya mendapatkan sang pujaan hati walau memang terlambat dibandingkan dengan teman-teman saya. Tetapi, saya tidak menyesal karena FOKUS pada satu impian saya memberikan keberhasilan.
Lalu, bagaimana supaya bisa fokus?
Ada 3 point yang harus kita perhatikan agar bisa fokus pada impian utama kita, yaitu :
1. Tujuan yang jelas.
Bagaimana bisa fokus jika tak ada tujuan atau tujuannya terlalu banyak? Tetapkan dulu di bidang apa ingin fokus? Apakah ingin memiliki karir gemilang sebagai pegawai kantoran? Atau...sebagai pengusaha? Atau....jadi novelis terkenal? Artis top? Ibu rumah tangga? Lho, kok ibu RT? Eits, jangan salah...Menjadi ibu RT itu tidak mudah lho. Tapi kalau kamu fokus, maka dijamin keluargamu akan menjadi keluarga yang sejahtera. Anak-anakmu menjadi anak-anak yang berhasil di masa dewasanya. Hubunganmu dengan suami akan harmonis walau yang namanya ribut, beda pendapat, itu pasti ada.
Akh, Fanny sok tau...Belum nikah kok sudah sok ngajarin sih? Yah, kan saya lihat dari pengalaman mama saya yang fokus pada tujuan hidupnya : Menjadi seorang ibu rumah tangga yang baik.
Jadi, temukan dulu,apa saja yang menjadi tujuan dan panggilan hidupmu. Dan, jangan lupa berdoa.
2. Berani.
Kalau tujuan sudah jelas maka akan timbul keberanian untuk mengambil resiko atau membayar harga, supaya bisa mendapatkan hal berharga yang kita impikan. Apa harganya? Mungkin saja kita menjadi kurang tidur saat menulis novel (calon novel best seller). Mungkin kita harus belajar dengan giat agar bisa lulus dengan cepat. Ingat, prinsip High risk, high return yang biasanya diterapkan oleh mereka yang telah berhasil.
3. Waktu.
Sekarang memang jaman instan. Ada mie instan, kopi instan, bubur instan, dll. Tetapi, untuk mencapai sesuatu yang besar tidak bisa instan. Demikian juga dengan FOKUS. Fokus membuat kita kehilangan waktu bersantai, walau mungkin hanya sementara saja. Namun, bukan berarti kita tidak bisa memiliki waktu bersantai, kita hanya perlu mempunyai manajemen waktu yang baik.
BAJAK LAUT YANG MENGABAIKAN KESENANGAN KARENA FOKUS PADA TARGETNYA, AKAN MENEMUKAN HARTA KARUN
Komentar
Tapi benar semua yang kau sampaikan, selain fokus emang harus terukur, biar merangkak ibaratnya terus fokus
Oke Met pagi
Sukses buatmu ya De'...
Salam
kata2 lulus kuliah, bikin galaaau lagii... jleb jleb jleb.... :(
eh sama mba dulu aku jg gak mau pacaran waktu skolah fokus sama sekolah :D
tp sayangnya pas kuliah gak fokus :(
TT
Postingan ini menyentuh bangetttt...
Trima kasih ,Mbaaa...
Ternyata ada juga yg sperti Nining...
TT
Mba Fannnyyy, makasih ya postingannya... Seenggaknya memberikan Nining semangat tentang tujuan yg sbenarnya.
Nining mau fokus kuliah dulu... TITIK... >.<
Mksh, Mbaaa...
masukannya patut di tiru nih.
wah mbak pas SMA banyak yang naksir ya? hehe
salam kenal
gimana bisa fokus klo tujuannya blom jelas, pikiran masih bercabang kayak pohon rambutan. Keberanian cuma setengah hati apalagi paling susah ngatur waktunya...
Jadi gimana dong...?
nice post..Jeng :)
aku juga mau fokus ah... tapi...aku termasuk yg kebanyakan tujuan.. akhirnya nggak fokus deh :(
catatan ttg fokus jadi Ibu RT..boleh juga. benar bgt, semua harus penuh kesabaran dan konsisten, pantang menyerah.Merdeka!
@ning : syukurlah kalo postingan ini membuatmu makin mantap dg kuliahmu.
@bang pendi : ya fokus aja dong. hehee
@arqu3fiq : tul tul tul
rasanya hal sulit yg akan saya lakukan...
:P
aku suka kalimat terakhir... bajak laut itu kelak akan menemukan harta karunnya ya... :-D
* jadi inget novel The Alchemist *