KATE YANG MURAH HATI
Menjelang Thanksgiving Day, seorang ibu berkata dalam hatinya : “Apa yang bisa kusediakan untuk merayakan Thanksgiving ?”
Sebagai seorang janda yang ditinggal mati suaminya, ibu ini tinggal di sebuah rumah kecil dengan tiga orang anak perempuannya. Hidup mereka sangat berkekurangan. Apalagi sang ibu belum mendapatkan pekerjaan tetap. Sehari-hari ia bekerja serabutan. Tapi, ia merasa jauh lebih beruntung dibandingkan tetangganya, sebuah keluarga muda yang harus kehilangan rumah dan harta bendanya karena kebakaran sehari sebelum acara Thanksgiving.
Gereja, tempat ibu ini beribadah mulai mengumpulkan makanan, peralatan dapur, pakaian bekas untuk membantu tetangga si ibu. Semua jemaat berlomba-lomba memberi bantuan guna meringankan beban keluarga muda ini.
Sore hari, sebelum Thanksgiving Day, dua orang wanita datang ke rumah ibu ini untuk mengumpulkan sumbangan. Walau hidupnya amat sederhana tapi ia berusaha untuk membagikan sedikit uang untuk menolong tetangganya. Ketika sedang bercakap-cakap dengan dua wanita pengumpul sumbangan, Kate, puteri bungsunya yang masih kecil keluar dan berkata :
“Mama, aku ingin memberikan boneka kelinci ini.”
“Kate, boneka itu kan boneka kesayanganmu. Kenapa kamu ingin menyumbangkannya?” Tanya sang ibu, heran.
“Aku tahu, mama. Tetapi, anak perempuan tetangga kita yang rumahnya terbakar itu pasti tidak punya mainan lagi. Dia pasti senang seperti aku yang sangat menyukai boneka ini.” Jawab Kate.
Sang ibu pun berpikir kalau Kate memiliki beberapa mainan, tetapi khusus boneka kelinci ini adalah boneka yang sangat istimewa bagi Kate karena ia telah membuat boneka ini berjam-jam demi membuat Kate senang. Dan, sekarang..Kate malah ingin memberikannya kepada orang lain. Sejenak, sang ibu terdiam. Tetapi, akhirnya ia
berkata :
“Baik sekali tindakanmu sayang. Kita lupa memberi mainan. Terima kasih ya sudah mengingatkan mama untuk memberi yang terbaik.”
Sang ibu menyadari bahwa hatinya ternyata kalah besar dengan hati puterinya. Kate merelakan mainan kesayangannya untuk kebahagiaan orang lain. Sedangkan dirinya?
Akh, sang ibu pun belajar satu hal. Bahwa ketika kita memberi dengan tulus dalam keterbatasan keadaan kita, hati Tuhan pasti tersentuh.
Tindakan kebaikan yang dibutuhkan oleh orang-orang di sekitar kita, mungkin bukan satu tindakan yang heboh, bisa saja hanya berupa sebuah boneka kelinci atau sebuah uluran tangan. Tetapi, itulah yang dinantikan oleh dunia ini.
NOTE : MEMBERI DALAM KETERBATASAN SAMA DENGAN MEMERDEKAKAN DIRI KITA DARI MENTAL YANG MISKIN
Sebagai seorang janda yang ditinggal mati suaminya, ibu ini tinggal di sebuah rumah kecil dengan tiga orang anak perempuannya. Hidup mereka sangat berkekurangan. Apalagi sang ibu belum mendapatkan pekerjaan tetap. Sehari-hari ia bekerja serabutan. Tapi, ia merasa jauh lebih beruntung dibandingkan tetangganya, sebuah keluarga muda yang harus kehilangan rumah dan harta bendanya karena kebakaran sehari sebelum acara Thanksgiving.
Gereja, tempat ibu ini beribadah mulai mengumpulkan makanan, peralatan dapur, pakaian bekas untuk membantu tetangga si ibu. Semua jemaat berlomba-lomba memberi bantuan guna meringankan beban keluarga muda ini.
Sore hari, sebelum Thanksgiving Day, dua orang wanita datang ke rumah ibu ini untuk mengumpulkan sumbangan. Walau hidupnya amat sederhana tapi ia berusaha untuk membagikan sedikit uang untuk menolong tetangganya. Ketika sedang bercakap-cakap dengan dua wanita pengumpul sumbangan, Kate, puteri bungsunya yang masih kecil keluar dan berkata :
“Mama, aku ingin memberikan boneka kelinci ini.”
“Kate, boneka itu kan boneka kesayanganmu. Kenapa kamu ingin menyumbangkannya?” Tanya sang ibu, heran.
“Aku tahu, mama. Tetapi, anak perempuan tetangga kita yang rumahnya terbakar itu pasti tidak punya mainan lagi. Dia pasti senang seperti aku yang sangat menyukai boneka ini.” Jawab Kate.
Sang ibu pun berpikir kalau Kate memiliki beberapa mainan, tetapi khusus boneka kelinci ini adalah boneka yang sangat istimewa bagi Kate karena ia telah membuat boneka ini berjam-jam demi membuat Kate senang. Dan, sekarang..Kate malah ingin memberikannya kepada orang lain. Sejenak, sang ibu terdiam. Tetapi, akhirnya ia
berkata :
“Baik sekali tindakanmu sayang. Kita lupa memberi mainan. Terima kasih ya sudah mengingatkan mama untuk memberi yang terbaik.”
Sang ibu menyadari bahwa hatinya ternyata kalah besar dengan hati puterinya. Kate merelakan mainan kesayangannya untuk kebahagiaan orang lain. Sedangkan dirinya?
Akh, sang ibu pun belajar satu hal. Bahwa ketika kita memberi dengan tulus dalam keterbatasan keadaan kita, hati Tuhan pasti tersentuh.
Tindakan kebaikan yang dibutuhkan oleh orang-orang di sekitar kita, mungkin bukan satu tindakan yang heboh, bisa saja hanya berupa sebuah boneka kelinci atau sebuah uluran tangan. Tetapi, itulah yang dinantikan oleh dunia ini.
NOTE : MEMBERI DALAM KETERBATASAN SAMA DENGAN MEMERDEKAKAN DIRI KITA DARI MENTAL YANG MISKIN
Komentar
yah, dan pemberian atau sedekah yang terbaik adalah jika kita berani dan ikhlas memberikan apa yang kita sayangi kepada orang lain.
Dalem banget, Mba Fanny. Terima kasih sudah mengingatkan :)
intinya semua kecukupan yg dikasih Tuhan ke kita mesti kita bagikan lagi ke orang lain... :)
Thanks...for the story
hmm, aku mesti belajar sama kate neh. . . jiwa sosialnya sngat tinggi. . .
Apa kabar mbak? Luuuuaaaamaaa enggak main kesini :)
Tuhan selalu memberkati hati2 yg seperti Kate, semoga saja kita termasuk di dalamnya...