KAMU LEBIH BERHARGA, SAYANG.....

Sisil yang baru saja menikah sedang mengendarai mobil, hadiah pernikahan dari suaminya, ketika di sebuah tikungan jalan ia menabrak mobil orang lain. Mobil Sisil pun mengalami kerusakan yang cukup parah. Tetapi, Sisil selamat dan ia segera menepikan mobilnya. Di dalam mobil, Sisil menangis. Ia shock, sekaligus ketakutan. Bukan takut karena peristiwa tabrakan itu, tetapi ia takut sekali dimarahi suaminya. Ia tak bisa membayangkan apa yang akan terjadi nanti bila suaminya melihat kondisi mobil itu.

Dalam keadaan cemas dan bingung, Sisil pun menelpon pemilik bengkel kenalan suaminya. Lalu, ia pulang naik taksi.

"Sayang, mana mobilmu? Apa yang telah terjadi? Kenapa kamu pulang naik taksi?" Tanya sang suami ketika Sisil tiba di rumah.

"Mobil itu....rusak..Aku tadi..menabrak mobil orang lain...Aku....," Sisil menjawab terbata-bata. Air mata mulai merebak. Sisil duduk di sofa rumahnya sambil menangis pelan.

"Sayang...mengapa kamu menangis?" Suaminya langsung memeluk Sisil dan membelai rambut wanita itu dengan lembut.

"Aku takut sekali, mas..." Bisik Sisil di antara isak tangisnya. "Aku...takut..kamu marah...karena...mobil itu kan hadiah pernikahan darimu."

"Ssst...sudah, jangan menangis. Tak ada yang perlu kamu takutkan, sayang. Yang penting, kamu selamat. Kamu jauh lebih berharga dari mobil itu. " Sang suami mengecup lembut pipi Sisil.

"Kamu...kamu nggak marah?" Sisil mengangkat kepalanya dan memandang suaminya.

"Kenapa harus marah? Mobil itu kan diasuransikan. Jadi, kamu nggak usah cemas. Bagiku, keselamatamu jauh lebih penting dari sepuluh mobil paling mahal." Sang suami kembali merengkuh Sisil dengan erat.

Mendengar ucapan suaminya, Sisil pun tersenyum lega. Akh, betapa beruntungnya ia memiliki seorang suami yang bijak.

Well, cerita di atas hanyalah sebuah ilustrasi tentang bagaimana seharusnya kita menjalani hidup ini. Seringkali, kita begitu mudah emosi apabila barang-barang berharga dan mahal yang kita miliki menjadi rusak, misalnya karena kesalahan atau keteledoran suami/isteri atau anak-anak kita. Lalu, setelah barang-barang itu rusak, apakah kita harus marah-marah dan mengeluarkan kata-kata kasar kepada orang-orang yang sudah merusak barang-barang tersebut?

Marah adalah wajar tetapi bila kita terlalu lebay sehingga mengeluarkan kata-kata kasar yang akan melukai perasaan suami/isteri atau anak-anak kita, maka tanpa kita sadari kita telah menabur kepahitan di hati mereka. Alangkah baiknya, jika kita bisa mengontrol emosi kita. Sebab, barang-barang berharga masih bisa dibeli tetapi hati yang terluka lebih sulit diobati.

NOTE : KENDALIKAN EMOSIMU, TERUTAMA TERHADAP ORANG-ORANG TERDEKATMU.

Komentar

Azizah Ananda mengatakan…
aa...pagi-pagi udah dapet cerita yang adem gini. Semoga kelak dapet suami bijak model diatas hehe
Rose mengatakan…
Iya bener bgt mba Fanny:) padhal yg paling penting adalah orang yang terdekat sama kita..


pernah ga ya saya kyk gitu..? *mikir..

Mkasih mba Fanny
angsajenius mengatakan…
wah semoga suami saya kelak begitu hihi :)
Kang Sofyan mengatakan…
Emosi boleh saja sala pada tempatnya,,kita gak bisa membuang Emosi karena itu adalh anugerah,,tapi kita harus mengelola dengan baik,,hehehehe
Tarry Kitty mengatakan…
Suami saya sering bersikap seperti itu. Takut saya marah, takut berpikiran yg ngga2. Terutama mslh uang. Maklum kita long distance.
Tulisan ini membuat saya makin sabar saat trjd hal2 seperti ini. Kesehatan suami jauh lbh berharga dibanding sejumlah uang yg masuk rek saya :)
Dihas Enrico mengatakan…
semoga aku bisa menjadi suami seperti itu....

amiiin....
Claude C Kenni mengatakan…
nice story, persis seperti apa yg lagi gua rasain =)
Yayack Faqih mengatakan…
iya kadang cerita lain juga sering muncul di sekitar kita. Ada anak yg tdk sengaja memecahkan piring ato gelas kebanyakan para orang tua akan marah2 pda anak tsb pdhl sikap tsb tdk baik untuk di terima dalam kondisi mental anak sedang tertekan... Emang kalo sudah emosi di kepala kadang mau berpikir sehat dan tenang itu susah mungkin disini kita tentunya belajar dari cerita di atas. Apapun kesalahan org lain bijaknya kita ngomong baik2 dlu stidaknya yg bsa bikin menyelesaikan suatu masalah bukan malah menambah masalah baru.. Hehe
Muhammad A Vip mengatakan…
tapi saya penasaran dengan adegan lanjutannya. jangan-jangan ...
SunDhe mengatakan…
duh.. so sweet, dmnpun khidupan lbih berharga drpd harta. smoga stiap orang spr suaminya sisi yah :D

Amin!!
kalo gw malah bersyukur bila si isteri selamat bila gw jadi suaminya. kehilangan orang yang dicintai amat mahal ketimbang kehilangan barang yang disukai
Batzsurya mengatakan…
wah aq kadang-2 susah menjaga emosi aq..postingan ini setidaknya pelajaran buat aq..
Hariyanti Sukma mengatakan…
makasih ya mbak Fanny renungannya... emang benar, orang2 tercinta lebih berharga dari pada yang lain.
Aina mengatakan…
jadi inget ibu waktu aku nangis2 ditelpon karena abis kecopetan di bus..... uadh takut banget soale yang dicopet uang banyak banget buat bayar2 kuliah, ternyata gak disangka ibu gak peduliin soal uang itu, malah beliau heboh, "kamu gak kenapa-kenapa kan????"
Gaphe mengatakan…
kontrol emosi itu penting, terutama kalo sama orang terdekat..

seperti biasa, cerita yang bagus.. bahwa barang yaa just a thing.. lebih penting orang yang kita sayangi
NOOR'S mengatakan…
dalam keadaan marah, kadar kesanggupan orang dalam menahan emosi memang berbeda-beda. menjaga perasaan orang yang kita kasihi memang harus diutamakan...
exort mengatakan…
kendali emosi kesiapapun aja juga ya, jgn emosian dan gampang marah
Anabele Octora mengatakan…
iya, mmg suka nyesel sie klo hbs marah2 :( :(

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR