JANGAN MENUNGGU UNTUK MEMBERI

Pernahkah kamu melihat orang-orang yang kaya mendadak atau tenar tiba-tiba sehingga mereka menjadi sangat kaya raya? Apa yang biasanya berubah setelah mereka menjadi sangat tajir? Mungkin gaya hidup mereka berubah. Yang tadinya tidak suka memakai pakaian bermerek, sekarang hanya mau memakai baju-baju bermerek. Tidak itu saja, mobil pun diganti dengan yang super mewah. Rumah lama mungkin dijual, diganti dengan rumah megah dan mewah. Pokoknya, yang mereka pikirkan hanyalah kesejahteraan diri mereka sendiri.

Orang yang kaya mendadak memang jarang memikirkan kesejahteraan orang lain. Biasanya tindakan mereka dalam menggunakan kekayaan mereka merupakan tindakan orang yang bermental miskin. Mereka kaya harta tetapi miskin hati.

Walaupun tentu saja tidak semua orang yang kaya mendadak memiliki mental seperti itu. Masih ada orang-orang kaya yang memiliki mental yang juga kaya. Mereka lebih memilih hidup sederhana dan menyumbangkan sebagian dari kekayaan mereka untuk kesejahteraan orang banyak.

Program The Giving Pledge adalah salah satu program yang berhasil menjaring para jutawan di AS untuk menyumbangkan setengah dari harta mereka untuk kegiatan sosial atau filantropi. Ada 57 orang triliuner AS (Bayangkan, triliuner lho, bukan milyarder lagi) yang menyatakan bersedia menyumbangkan minimal separuh dari kekayaan mereka untuk kegiatan filantropi melalui program ini.

Lebih hebat lagi, program ini dirintis oleh orang terkaya di dunia, Warren Buffet dan Bill Gates, pendiri Microsoft. Melalui program ini, Oom Warren dan Oom Bill mengajak para orang koaya roaya alias super kaya untuk menyumbangkan minimal setengah dari kekayaan mereka untuk kegiatan filantropi.

Konon, pada tahun 2006 Oom Warren sudah menyatakan akan menyumbangkan 99 persen dari kekayaannya melalui Bill dan Melinda Gates Foundation. Sedangkan, Bill Gates dan Melinda Gates telah menyumbangkan lebih dari 28 milyar dollar AS.

Di antara para orang kaya itu ada juga nama Mark Zukerberg dan Dustin Moskovitz, si pendiri facebook.

Saat bergabung dengan komunitas ini, Mark Zukerberg berkata : “Banyak orang menunggu hingga ujung karirnya untuk memberi. Tapi mengapa harus menunggu jika banyak hal yang harus kita lakukan sekarang.”

Yup, Mark benar! Mengapa harus menunggu untuk memberi? Beri selagi kamu bisa memberi meskipun mungkin nilainya tidak sebesar pemberian para triliuner itu.

Komentar

Unknown mengatakan…
Di agama saya udah diajarin, untuk setiap rejeki yang kita dapatkan, sumbanglah 2,5 persen untuk orang miskin. Dengan jumlah itu, kita memberikan dana kepada orang yang membutuhkan, tanpa harus membuat kita sendiri jadi bangkrut.
ningsyafitri mengatakan…
:)
Iya. yang penting selama kita mampu untuk memberi, mengapa nggak dilakukan???
Gaphe mengatakan…
Ada beberapa hak orang lain didalam harta yang kita miliki. KAdang nggak perlu harta buat memberi, nggak perlu nunggu kaya buat berbagi. Yang penting niat, dan balik ke masing-masing diri orang itu, mau apa enggak ^_^
Lyliana Thia mengatakan…
Beramal nggak akan membuat seseorang jatuh miskin ... malah sebaliknya...

dan ... sepertinya beramal adalah salah satu makanan hati yah... karena itu akan membuat kita jg bahagia...
I-one mengatakan…
wah salut...kapan i-one jadi orang kaya ya?hehe..
Kang Sofyan mengatakan…
wah² bisa untuk dicontoh itu,,tapi kan tidak harus harta yang disumbangkan,,tenaga dan pikiran juga bisa lo,,hehe
ria haya mengatakan…
Konon katanya juga, daripada sebagian besar kekayaan mereka abis buat bayar pajak yang gede (IRS), lebih baik kekayaan mereka disumbangkan untuk amal saja

Tapi memang benar, bisa memberi itu menyenangkan dan membuat kita merasa kaya :)
blogP mengatakan…
mantab...memang gak harus menunggu jadi kaya juga, kalau memang lagi ada, langsung beri aja ^_^v
Arif Chasan mengatakan…
tak perlu menunggu untuk melakukan kebaikan... bahkan orang2 terkaya itu bersedia melakukannya.. great! :)
Amy mengatakan…
Yup, setuju ^_^ memberi sesuai kemampuan, yg penting tulus membantu sesama yg membutuhkan :)
Anonim mengatakan…
setuju mbaaa :)
ketty husnia mengatakan…
he em, bener banget...memberi sesuatu emang ga perlu nunggu sanggup dan berlebih harta,..karena harta kita juga harta orang lain,..ada yg berhak memilikinya selain kita..maka berikanlah sebelum hilang dan kita menyesal..:)
Ellious Grinsant mengatakan…
Mereka nyumbang uang banyak-banyak kaya jelas aja uang sumbangan mereka yang segitu gedenya pada pergi kemana aja.
bukannya gak mau nyumbang, tapi saya selalu ragu untuk sumbang-sumbangan begitu, kadang suka gak jelas uangnya pergi kemana, apakah memang ke orang yang membutuhkan atau ke kantong para pengurusnya.

saya lebih suka menyumbang langsung ke orang yang membutuhkan walaupun dalam bentuk hal2 keci.
attayaya mengatakan…
filantropi tuh apa ya?
exort mengatakan…
bersedahkan sebesar berapapun yang kamu
Hariyanti Sukma mengatakan…
jika kita menyadari bahwa MEMBERI tak mengurangi yg kita miliki, tapi bahkan MELIPAT GANDAKAN yg kita miliki... maka MEMBERI menjadi kebutuhan dalam hidup kita.
semoga post ini dibaca sama para koruptor kita biar sadar.... :D
Puspita mengatakan…
Pada saat kita baru memiliki niat untuk memberi namun belum ada waktu untuk memberi, Tuhan selalu menunjukkan jalan keluar yang terbaik untuk kita. Sebuah keajaiban mampu membuat kita sering tidak mengerti, mengapa tiba-tiba ada orang datang minta pertolongan sesuai dengan total dana yang ingin kita sumbangkan. Meskipun kadang jumlahnya tidak seberapa.

Memberi membuat hidup kita terasa penuh arti. Dan tidak takut mati.
Ria Nugroho mengatakan…
bener memberi kan gak harus menunggu jadi orang kaya raya
skrg jg bisa, memberi bukan hanya harta bisa dukungan, bantuan, doa dll :D
Mhya mengatakan…
yupz setuju banget, meskipungak bisa memberi harta seperti mereka para triliuner paling tidak memberi do'a deh pada saudara-saudara kita yang lg kesusahan.
Aina mengatakan…
harta yang kita berikan pada orang lain gak akan sia-sia, percayalah kita gak akan jadi miskin dengan berbagi ke sesama. bahkan Tuhan telah janjikan rejeki yang berlipat ganda...
NOOR'S mengatakan…
ada gak ya? program seperti the giving pledge itu di buat oleh milyarder2 di Indonesia...
Anabele Octora mengatakan…
Setuju sekali mba, kita tdk hrs kaya utk dpt membantu sesama... do what we can do... very nice post :)

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR