BERANI JALANI PERUBAHAN

Edwin Cole berkata : “Anda tidak tenggelam karena jatuh ke dalam air, kecuali anda tetap tinggal di dalam air.”

Kalimat diatas bisa ditujukan untuk seseorang yang tidak mau keluar dari zona nyamannya. Ia lebih suka terus berada di comfort zone-nya karena ia takut pada perubahan. Ia menganggap perubahan itu seperti langit yang runtuh. Begitu mengagetkan sekaligus mendatangkan ketakutan yang hebat.

Saya pun pernah mengalami masa-masa itu. Bertahun yang lalu ketika masih bekerja di sebuah perusahaan dengan jabatan yang lumayan tinggi dan dengan salary yang memuaskan plus tunjangan ini itu yang aduhai nikmatnya, saya - mendadak - harus menentukan pilihan. Tetap bekerja di perusahaan itu atau resign karena SK Pengangkatan sebagai Notaris sudah turun.

Saya pun dilanda dilema. Tetap bekerja atau resign?

Kalau tetap bekerja, dunia aman tenteram. Semua sudah terjamin. Tapi, saya akan terus terikat pada jam kerja yang kadang mewajibkan saya untuk lembur dan pulang malam. Selain itu, perubahan manajemen seringkali membuat saya pusing. Maklum, sebagai orang Legal, saya sering dimintai pendapat oleh Direksi mengenai keputusan-keputusan penting yang berkaitan dengan manajemen perusahaan.

Kalau saya resign, berarti saya harus memulai dari nol. Saya harus membangun kantor Notaris saya. Saya harus mencari klien sebanyak mungkin agar kantor bisa berjalan lancar. Saya harus mulai memikirkan gaji karyawan saya. Saya harus siap-siap was-was bila order sedikit. Dan, selama tidak order saya harus menggunakan tabungan saya untuk membiayai operasional kantor. Sungguh tidak nyaman dan bikin hati deg-degan.

Namun setelah melalui pergumulan batin yang cukup ulet, saya akhirnya memutuskan untuk resign. Saya katakan pada diri saya : “Ini peluang untuk maju. Masa mau jadi karyawan seumur hidup? Sudah saatnya saya keluar dari zona nyaman ini.”

Sekarang, setelah beberapa tahun saya resign dan membuka kantor sendiri, saya pun menyadari bahwa keputusan saya dulu tidak salah. Saya tetap bisa membiayai hidup saya, bahkan bisa membantu orang tua saya.

Well, perubahan memang tidak selamanya berarti kemunduran. Sebaliknya, perubahan bisa berarti kemajuan. Saya percaya, jika Tuhan mengijinkan saya mengalami perubahan dalam bidang tertentu dalam hidup ini, maka saya harus melangkah dengan berani. Lakukan apa yang bisa saya lakukan dengan segenap hati, maka Tuhan akan memberkati.

Jangan tinggal dalam bayang-bayang masa lalu yang menyenangkan, karena itu akan menghambat langkah kita untuk meraih keberhasilan berikutnya. Percaya saja bahwa Tuhan turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan.

Note : UNTUK MENERIMA APA YANG BAIK, KITA HARUS BERANI MELEPASKAN APA YANG KITA GENGGAM ERAT.


Komentar

ningsyafitri mengatakan…
Untuk menjadi sukses, maju, memang gak boleh setengah2... harus Berani...
harus meyakini betul2 kalau kita bisa maju walaupun ada resiko2 tersendiri yang bakal membayang2i kita...

Artikelnya...touching my heart... :)
Mulyani Adini mengatakan…
bener sekali Fan...tak semestinya kata hati mengatakan nyaman disini dan bisa nyaman utk selamanya. untuk melangkah maju harus menjadikan pribadi kita bisa memilih dan melangkah kedepan dengan pilihan.
attayaya mengatakan…
mari berubah ke arah yg lebih baik
ayo semangat
jiahahahahahahahahaaaa
Bekti mengatakan…
Waw, keren mbak Fanny.... Tidak semua orang berani lho! Nice posting, apalagi ditambah dengan kesaksian pribadi :)
Kang Sofyan mengatakan…
kalau pingin maju kita harus belajar dan terus belajar dengan giat,,tapi salut dah buat kak Fanny,,maaf cuman bisa BW belum bisa update,,biasa maslah klasik
Hariyanti Sukma mengatakan…
semakin kagum aja aku pada mbak Fanny, makasih ya, mbak ....telah berbagi pengalamannya....
Dihas Enrico mengatakan…
Tuhan tidak akan merubah suatu kaum jika kaum itu tidak berusaha merubah nasibnya.....
Ria Nugroho mengatakan…
aku juga waktu mau memutuskan resign sempat bingung
tp dengan kebulatan tekad aku resignn
dan memulai usaha kecil2an
Alhamdulillah kalau buat jajan tiap hari mah ada aja :D
SunDhe mengatakan…
yup! untuk mendapatkan sswtu yg qt harapkan mang harus mengambil kputusan yg pasti n hargai kputusan itu pasti hasilnya memuaskan :)
Unknown mengatakan…
@nuelubis : betul banget deh.
DewiFatma mengatakan…
Trima kasih, Jeunk. Postingan ini melecut semangat aku. Emang sulit banget melepaskan sesuatu yang telah tergenggam erat... :)
nita mengatakan…
Amin, betul sekali mbak fanny, Tuhan turut bekerja dan menyertai kita dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan :)
Ellious Grinsant mengatakan…
bener mbak, emang kalo kita udah nyaman sama posisi kita sekarang biasanya susah untuk meninggalkannya dan memulai sesuatu yang baru. PAdahal sesuatu yang baru itu bisa membawa kita ke Zona Nyaman yang baru dan lebiih tinggi,
Mas Huda mengatakan…
wow.... sangat menginspirasi.... keberanian mengambil keputusan sangat berar memang, tapi hal itu harus dilakukan
Uli Kerenzia mengatakan…
postingan yg mengispirasi
thks mbak buat postingannya hari ini :)
wuah senior saya dong yaaah.... saya juga calon SH niiih. hehhehe
Anabele Octora mengatakan…
Sangat menginspirasi mba...
memang kita hrs berani menentukan sikap... tetap berjalan di tempat atau mengambil keputusan utk dpt trs maju... nice post :)
exort mengatakan…
sepertinya gw jg mulao harus brni ngambil keputusan buat keluar dari zona aman nih
jinggalestari mengatakan…
Note : UNTUK MENERIMA APA YANG BAIK, KITA HARUS BERANI MELEPASKAN APA YANG KITA GENGGAM ERAT.

aku suka notesny..jhehhee
dwina.net mengatakan…
perubahan perlu apalagi kalo nuju ke arah kebaikan.
ghost mengatakan…
mau berubah..cuman ubah tempat kerja.

selamat malem mba.
habibi daeng mengatakan…
bener banget mba, dalam keadaan tertentu hal itu memang membuat kita dilema. seperti teman sejawat dimkantor, dia ditawarin untuk pindah ke medan, namun dia menolak karena memang tambahan salary tidak bisa menjamin bengkaknya biaya hidup, apalagi harus meninggalkan isri di Jambi. dia mencoba untuk bertahan dengan meminta pindah ke cabang yang di batam saja, namun pihak pusat menolak,,, akhirnya tidak ada jalan lain,, dia resign ke BSM. meskipun salary yang diterima lebih kecil daripada yang dia dapat jika jadi pindah ke medan. . . sukses selalu. . . ^_^
Shudai Ajlani mengatakan…
Setuju banget sama mbak fanny B)
Hari esok pasti akan lebih baik dari pada hari kemarin B)
viennayunistia mengatakan…
jangan takut dengan perubahan, karena apapun yang kita pilih pasti yang terbaik buat kita :)

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR