BILA JIWAMU KOSONG
Saat saya masih remaja, di daerah tempat saya tinggal sering terlihat seorang wanita muda berkeliaran dengan pakaian compang camping dan rambut awul-awulan. Kadang, wanita itu tidak mengenakan (maaf) celana dalam. Hanya mengenakan gaun lusuh saja. Rambutnya yang kusam kekuningan karena sering terjemur matahari tak jarang dikucir dua. Lalu, setiap kali ada orang lewat di depannya, dia akan menari-nari sambil mengangkat gaunnya seakan-akan ingin menunjukkan alat vitalnya.
Orang-orang memanggilnya : "Mak Isa gendut."
Entah apa sebabnya ia dipanggil begitu. Mungkin namanya memang Isa. Tapi, tubuhnya memang rada gemuk.
Mak Isa sebenarnya berwajah lumayan cantik tetapi...tanpa diketahui sebabnya, dia menjadi gila dan keluyuran di jalan-jalan. Setiap kali melihatnya, saya sering merasa ketakutan sekaligus kasihan. Bayangkan, dia seorang wanita yang masih muda. Umurnya mungkin sekitar 30-an tahun tetapi ingatannya sudah terganggu.
Saya sering bertanya-tanya, mengapa dia bisa menjadi seperti itu. Apakah dia patah hati? Atau...dia ditinggal suaminya? Dililit sejumlah hutang, barangkali? Pertanyaan itu tak pernah terjawab. Sampai suatu hari saya dengar mak Isa hamil. Entah dihamilin siapa. Setelah itu, mak Isa tak pernah terlihat lagi berkeliaran di sekitar gang rumah saya.
Kisah Mak Isa mengingatkan saya akan betapa banyaknya orang gila/orang yang terganggu jiwanya. Saat ini, jumlah penderita gangguan jiwa ringan dan berat sangat besar. Diduga, 20-30 persen dari total populasi penduduk mengalami gangguan jiwa ringan dan berat. Sekitar satu persen dari jumlah penduduk mengalami gangguan jiwa berat sehingga harus mendapat pengobatan di rumah sakit atau layanan kesehatan jiwa lainnya.
Beberapa dokter menuturkan, 90 persen pasien yang menderita gangguan jiwa adalah orang miskin. 70 persen gangguan jiwa disebabkan masalah ekonomi, seperti menganggur dan korban PHK. Beratnya beban hidup membuat jiwa seseorang menjadi kosong, dan keadaan ini mmeberikan kesempatan bagi setan untuk menguasai jiwa orang itu.
Karena itu, kita harus selalu ingat bahwa ada Tuhan yang bersama kita. Jangan biarkan jiwa kita menjadi kosong karena beratnya masalah yang kita hadapi. Tetap tegar dan percaya bahwa Tuhan pasti buka jalan untuk segala masalah kita, niscaya kita akan berhasil melalui masalah hidup ini.
Komentar
Klo tidak di imbangin dengan adanya pegangan hidup, maka yg terjadi iya jiwa yg kosong dan akhirnya bisa jadi gangguan Jiwa. semoga kita selalu dekat sama Allah SWT. amiienn
tapi pada intinya sama, karena tekanan. entah tekanan ekonomi, hidup, atau masalah emosi.
setidaknya, bersyukur karena kita masih bisa mengenal Tuhan dan membiarkanNya mengisi hati dan jiwa kita
Bedanya dia tidak menggagu siapapun ...tetapi selalu meracau dan ngomel2 dimanapun ia berada.
Itulah mengapa kita diajarkan untuk selalu mendekatkan diri kepada Tuhan agar pikiran terisi dengan hal2 yang membuat kita bisa menjadi stress melainkan jiwa dan hati kita menjadi tenang meskipun banyak hal yang dihadapi...tetapi tak banyak orang dapat melakukan ini.
berkunjung mo baca-baca artikelnya
iyah,selagi msih bs berpikir jernih mngpa kt hrs mmbiarkn jiwa n pkiran kt terbebani n malah mnjadi kosong.yakin ALLAH maha pemurah n pengasih.yg penting kt bersyukur sj sm smw yg mnimpa kt.salam kenal, jingga
Hal ini diperparah dengan orang sekitar yang tak mengingatkan.
Semoga kita semua terlindungi.
semoga kita selalu diberikan kesehatan oleh Tuhan, baik Jiwa dan Raga... Amin.. :-)
ohya Mba Fany, mau ngabarin kalo aku pindah rumah... ke http://thegreenpensieve.com
setuju banget kalau masalah kadang membawa jiwa2 yang kosong menjadi gila :( sedih ngeliatnya...tp percaya dg tuntunan Tuhan, masalah apapun gak akan bikin kita jd gila :)
Semoga nggak ada lagi Mak Isa-mak isa yang baru.
dan ada seorang wanita gendut...
dia selalu bolak balik kampus....
dan dia hanya bernyanyi, bermain boneka...
konon ada yang bilang dulu dia anak kampus itu juga,,,
tapi entah, gimana cerita,,, dia seperti wanita berjiwa kosong juga
Dunia ini penuh dengan berbagai-bagai penderitaan..bukn saja dari segi mental tapi segalanya..
maaf..saya sedikit emosi...
Thank you for sharing. This reminds me of so many things...
Tuhan itu dekat untuk hambaNya yg mendekat padaNya :)
salam kenall :)