BERIKAN SESUAI KEMAMPUANMU

Suatu pagi, pak Yono menerima SMS dari seorang tetangganya, pak Anton. SMS itu berbunyi : “Pak Yono, tolong uang 1 juta rupiah yang dipinjam isteri bapak bulan lalu dibayar besok karena saya ada keperluan mendadak. “

Tentu saja pak Yono terkejut. Dia sama sekali tidak tahu kalau isterinya meminjam uang kepada pak Anton. Maka dia segera menghubungi isterinya untuk menanyakan kebenaran isi SMS tersebut. Sang isteri mengakuinya. Ia berkata :

“Iya, pak..saya pinjam uang sama pak Anton karena ada seorang teman saya, bu Eli pernah datang ke rumah untuk minjam uang pada saya. Tapi karena saya sedang tidak punya uang, maka saya pinjam kepada pak Anton. Saya sudah bilang ke bu Eli kalau pak Anton menagih uangnya, tetapi bu Eli belum punya uang.”

Mendengar penjelasan isterinya, pak Yono merasa jengkel. Ia menegur isterinya.
“Kalau mau pinjamin orang uang, mbok ya lihat kondisi keuanganmu dulu. Kalau memang tidak ada uang ya, jangan dipaksa. Menolong orang itu harus sesuai dengan apa yang ada pada kita.”

Barangkali kita berpikir, sikap pak Yono itu menunjukkan kalau dia pelit. Tapi jika kita melihat keadaan ekonominya maka kita akan bisa memahaminya. Kita boleh saja menolong orang tetapi hendaknya disesuaikan dengan kemampuan kita. Jangan memaksakan diri.

Karena memberi kepada sesama ada beberapa tahap yang perlu dipahami yaitu :

1. Memberi merupakan suatu perintah Tuhan kepada orang percaya.

Memberi adalah wujud nyata kasih orang percaya kepada sesama. Tuhan sudah memberi banyak hal kepada kita, maka tidak berlebihan jika kita dituntut untuk memberi kepada mereka yang membutuhkan.

2. Memberi harus dengan rela hati.

Sekalipun merupakan suatu perintah, tetapi Tuhan ingin agar kita memberi dengan kerelaan hati, tidak dengan terpaksa. Memberi dengan kerelaan hati membuat hati bersukacita, baik hati si pemberi maupun hati orang yang menerima pemberian itu, bahkan hati Tuhan.

3. Memberi berdasarkan apa yang ada.

Sekalipun sudah dengan kerelaan hati, kalau pemberian itu diberikan melalui berhutang, maka itu juga tidak akan berkenan kepada Tuhan. Berikan dari apa yang kita miliki.

Sebenarnya kemampuan memberi datangnya dari Tuhan, maka sudah seharusnya kita memohon kepada Tuhan agar Ia memberkati kita sehingga kita bisa memberi kepada sesama. Jangan memaksakan diri dengan cara-cara kita sendiri, karena hal itu bukannya mendatangkan berkat, malah bisa menjadi masalah. Yang penting, miliki hati memberi.

NOTE : KETIDAKMAMPUAN UNTUK MEMBERI TIDAKLAH SALAH, TETAPI KETIADAAN HATI UNTUK MEMBERI ITU YANG SALAH.

Komentar

Rahman Raden mengatakan…
istrinya pak anton jelas salah karena tdk melakukn komunikasi terlebih dahuli terhadap suaminya pak anton, menurutku demikian
Elsa mengatakan…
aku jadi inget acara reality show semacam MINTA TOLONG itu lho Mbak, ...
kan setelah si aktor jalan jalan mencari pertolongan, ada juga yang mau menolong pada akhirnya. meskipun si penolong kondisi ekonominya juga pas pas an... tetapi hebatnya mereka memiliki HATI yang besar yaa
salut buat orang orang semacam itu
Lyliana Thia mengatakan…
Iya, menolong orang sesuai dgn kemampuan saja... dan yang penting ikhlas hatinya... :-)
Muhammad A Vip mengatakan…
saya juga pernah menolong teman yang habis nabrak polisi dan butuh uang buat nebus sim, saya sampai jual celana. tapi ternyata teman saya itu pada suatu hari nyolong celana saya, sesuatu yang membuat saya jengkel. ternyata memang harus ikhlas dan untuk ikhlas harus benar paham dengan apa yang sedang dilakukan. kalau tak punya lebih baik bilang tak punya walaupun mungkin akan disangka berbohong atau dituduh pelit
Amy mengatakan…
Setuju mbk :) . Menolong org aplg menyangkut uang, harus lihat kondisi kita. Mungkin kalo kita tdk ada uang sebyk itu, harus jujur bilang tdk ada aplg minjam lg ke org berikutnya. Bukannya menolong jd membuat masalah bagi kita sdri.
Aina mengatakan…
wah, kalo ngutangin orang dengan cara utang juga itu ya sama aja dengan mempersulit diri sendiri...
mungkin kalo dianya ga bersuami ceritanya bakal beda... soalnya dia kayaknya ikhlas ngasihnya.... :(
Hariyanti Sukma mengatakan…
setuju banget, mbak .... dan aku sangat menyukai bagian yang ini KETIDAKMAMPUAN UNTUK MEMBERI TIDAKLAH SALAH, TETAPI KETIADAAN HATI UNTUK MEMBERI ITU YANG SALAH.
ghost mengatakan…
bila datang seseorang kepada kamu meminta pertolongan hendak lah kamu berusaha membantunya sehingga keinginannya terkabul...

itu aku yang bilang.
bonk AVA mengatakan…
yang penting kita sudah saling membantu sesama. itu sudah cukup.
Fahrie Sadah mengatakan…
Happy weekend .. ^^
Gaphe mengatakan…
yang penting jangan sampai disesali di kemudian hari.. ikhlas, kalo udah memberi sih. heheh.. kalo ditagih berarti namanya meminjam. dan kalo meminjam, berarti omongan di awal harus bener ditegaskan kapan batasannya..
RanggaGoBloG mengatakan…
jelas jelas istrinya yg salah..... Walaupun cuma ilustrasi... Hihihi... BTW ya emang bener sih... se ikhlas2nya kita membantu jika itu memberikan musibah buat kita ya tidak benar....
Ninda Rahadi mengatakan…
Iya mbak bener....
makasih mbak fanny postingannya lagi2 bikin saya mikir
Wawan Kurn mengatakan…
Betul.., betul.., betul..
Memberi itu indh...

Happy weekend mba...
Wawan Kurn mengatakan…
bERKUNJUNG DI PAGI HARI.., MENYAMBUT PAGI yang indah dengn berkunjung disini..
dwina.net mengatakan…
memiliki keinginan atau niat untuk memberi atau berbagi saja itu sudah merupakan hal yang baik. apalagi sampai bisa d wujudkan.
happy sunday mbak Fanny...

win suka banget sama alunan instrumen nya... judulnya apa nih mbak...
enak banget di dengernya...
baby ku juga suka denger. *nunjuk peyut yang makin membuncit* hehehhe
Violia Sagita mengatakan…
berdoa dan berdoa agar kita semakin dimudahkan oleh Allah SWT
Putri Indah Purnama Sari mengatakan…
iya mba, kita menolong seseorg harus dengan kemampuan..
trus rasa tulus juga..
Stefani Krista mengatakan…
memberi semampunya dgn ikhlas :)
exort mengatakan…
selamatkan diri kamu dulu baru selamatkan orang lain

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR