TAK ADA YANG PERCUMA

Seorang pria mengeluh kepada sahabatnya tentang masalah yang ia hadapi.

“Selama ini saya sudah berbuat benar, tetapi nyatanya malah saya yang mau dimutasi oleh perusahaan. Sementara mereka yang tidak hidup benar malah naik jabatan. Kalau mau meningkatkan karir, ya harus memakai cara seperti mereka. Bahkan ketika saya terus berbuat benar, banyak teman yang menjauhi saya. Katanya, saya kolot. Jadi, saya rasa berbuat benar itu percuma untuk saat ini.”

Ucapan pria ini sama seperti ucapan orang-orang yang putus asa karena merasa Tuhan tidak menghargai perbuatan benar yang telah mereka lakukan selama ini.

Yah, apa yang diucapkan pria tersebut sepertinya terlihat benar, tetapi tidak untuk waktu yang lama. Hanya sementara saja. Sepanjang sejarah, banyak orang telah membuktikan bahwa hidup benar di hadapan Tuhan tidaklah percuma, karena hal itu justru akan membawanya pada berbagai pengalaman dan pencapaian-pencapaian hidup yang lebih baik.

Memang tak dapat kita sangkali bahwa hidup benar bukanlah pilihan yang populer di tengah dunia yang semakin jauh dari Tuhan ini. Manusia lebih memilih hidup menurut standar kebenaran yang dibuatnya sendiri demi mengejar harta, popularitas dan jabatan. Tidak mengherankan juga akhirnya mereka hanya mendapatkan kegagalan. Sebaliknya, orang yang hidup benar akan jadi pemenang.

Dalam hal ini ada 2 hal yang perlu diperhatikan dalam perjuangan hidup yaitu :
1. standar perbuatan benar adalah firman Tuhan.
Sebagai contoh : seorang pria bernama Udin telah ditipu oleh Andi, teman bisnisnya. Teman-teman Udin pun menyarankan kepadanya untuk balas menipu Andi atau balas membuat hidup Andi susah. Tetapi, Udin menolak karena hal itu menyimpang dari apa yang sudah ditetapkan Tuhan. Udin lebih suka menempuh jalur hukum daripada melakukan hal-hal yang sifatnya membalas kejahatan Andi.

2. Tuhan sendiri yang membalas perbuatan benar itu.
Sangat tidak beralasan kalau kita berpendapat bahwa perbuatan benar itu percuma, karena Tuhan pasti akan membalasnya. Yang perlu kita lakukan hanyalah tetap tekun di dalam berbuat benar, apapun juga rintangan dan akibatnya.

Jangan fokus pada sekeliling kita sehingga kita menjadi lemah untuk berbuat benar. Mari kita fokus pada Tuhan dan firmanNya yang menghendaki kita untuk berbuat benar.
Yakinlah, suatu saat kita akan menuai hasil dari perbuatan benar itu.

NOTE : MENYANGKA BAHWA PERBUATAN BENAR ITU PERCUMA, SAMA ARTINYA DENGAN MERAGUKAN TUHAN DAN FIRMANNYA.


Komentar

rinz mengatakan…
Huhmmmm... Memang tidak akan percuma,tapi juga bukan berarti diam dan menerima. Maksud saya,alangkah lebih baik jika orang tersebut terus berusaha mencari alternative yang tepat agar ia terus dapat berbuat 'benar' tanpa harus merugikan diri sendiri? Ini hanya masukan saja lho,mbak.. Hehehe.. Semoga berkenan.
Nufri L Sang Nila mengatakan…
waaaaahh...saya jadi bercermin melihat postingan ini....note kerennn...boleh kutip ya...
salam
Nufri L Sang Nila mengatakan…
saya jadi pintar satu tingkat setelah membaca postingan ini.... :)
Isti mengatakan…
ga selamanya mutasi itu jelek..yg penting kita bisa mengembangkan diri..
yayu mengatakan…
untuk berbuat benar kalau hanya sendirian terkadang memang sulit, perlu konsistensi yg kuat dalam diri, jangan sampai terpengaruh
ghost mengatakan…
berbuat benar untuk ketenangan hati.
Rahman Raden mengatakan…
percuma sebuah kalimat yg membuntu pikirn
ammie mengatakan…
berbaik sangka pd-Nya...:)
HB Seven mengatakan…
betul..sekali...mbak...setiap perbuatan baik pasti kita akan mendapatkan hikmahnya...walaupun itu entah kapan..namun kita harus yakin bahwa.Tuhan pasti punya rencana yang terbaik untuk kita ....
Uli Kerenzia mengatakan…
Tuhan yang adil akan menghakimi setiap manusia dengan sgla perbuatannya. So pegang truss hidup benar karna bakalan ada upah nya kelak.
- mengatakan…
setuju!!!
Aina mengatakan…
selalu di jalan Tuhan akan selalu membuat hati tentram,,,, ga dikejar perasaan berdosa...
Amy mengatakan…
Jangan tergoda kenikmatan sesaat, selalu berpegang pada ajaran Tuhan. Karena semua pasti ada akhir yg indah :)
andri K wahab mengatakan…
setuju ajh deh apa kata mbak fanny...^_^
zasachi mengatakan…
setuju banget..
ketika kita melakukan hal sesuai dengan koridornya tp tidak dihargai oleh org sekitar, kenapa kita hrs kecewa dan bilang "percuma"?
gak ada yg percuma klo kita ikhlas dan benar, poinnya dr Tuhan.. :)
nice post mbak...
Putri Indah Purnama Sari mengatakan…
wah setuju mba...
Membaca postingan ini membuat kita untuk lebih sadar akan sesuatu hal
exort mengatakan…
kalau yang di Atas bilang itu baik maka sampai kapanpun pasti memang baik
Zulfadhli's Family mengatakan…
Setuju banget Mba Fanny. Pegangan yang paling pondasial adalah iman. So kalo iman udah tergerus mudah sekali kita terjerumus kepada perbuatan2 yang tidak benar.

Ga ada yang percuma. Biarlah orang memilih jalan yang salah. Toh kita udah tau konsekuensinya.

Btw udah mendingan belum Mba cacarnya? Moga cepet sembuh yah Mba :-)
Gaphe mengatakan…
tugas manusia sebenernya kan memang berbuat baik, jadi jangan sampe meragukan kebaikan laah.

wah, maaf mbak Fanny..saya baru mampir sini.. apa kabar dengan sakit cacarnya? sudah sembuhkah?.. semoga lekas diberikan kesehatan dan kekuatan.. supaya lancar dan bisa aktivitas lagi kayak semula.
Hariyanti Sukma mengatakan…
Tuhan tidak pernah mendzalimi hamba Nya.
Makasih ya mbak renungannya.
Admin mengatakan…
wah...sedaapp mbak...
pencerahannya....

memang gak ada yang percuma klo kita berbuat benar...
Mulyani Adini mengatakan…
Sememangnya tidak ada yang percuma didunia ini.
Ingin mendapat tempat yang baik di akhir hidup dan kita harus mengaisi hari2 dengan amal baik dan rajin beribadah...DAN masih banyak hal lagi.
Anonim mengatakan…
setuju Mba... berbuat baik dan benar skrg bisa jadi reward nya jauh di kemudian hari.,.. nggak ada yg luput dari pandanganNya...
-achie- mengatakan…
yes dear, bener sekali mb fanny, kalo ga ada yang percuma...saya, juga sangat percaya kalo di dunia ini, ga ada yang namanya kebetulan..karena semuanya sudah diatur oleh Allah..=)
Anabele Octora mengatakan…
hmmm... iya mba, trs berusaha utk tetap di jalan-Nya... sekalipun cobaan dan ujian datang...

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR