DUA ORANG PENJUAL BUBUR
Kisah ini saya peroleh dari sebuah renungan. Kiranya bermanfaat bagi teman-teman, terutama bagi kalian yang sedang menjalankan bisnis/usaha.
Ibu Sulasmi dan ibu Mukinem adalah penjual bubur. Jarak rumah mereka sekitar seratus meter. Namun mereka memiliki pelanggan masing-masing. Penghasilan mereka pun rata-rata sama. Waktu bulan puasa, ibu Sulasmi memutuskan berjualan sore hari. Sedangkan ibu Mukinem tetap berjualan pagi hari. Sehari, dua hari tidak terlihat perbedaan. Tetapi, mulai hari ketiga dan seterusnya, perbedaan itu sudah tampak.
Ibu Mukinem mendapatkan penghasilan yang lebih tinggi dibandingkan sebelumnya. Padahal ia menjual bubur pagi hari. Bukan pada saat orang berbuka puasa. Ibu Sulasmi yang penasaran pun bertanya :
“Apa sih resepnya, bu?”
“Tidak ada resep khusus. Hanya, di kampung kita kan banyak anak kecil. Mereka tidak puasa dan tidak mungkin orang tua mereka melarang anak mereka untuk beli bubur. Sedangkan kalau sore, orang tua kan sudah memasak sendiri. Jadi mereka tidak tertarik membeli bubur. Coba kamu ganti jenis jualannya, jangan bubur, tetapi wedang roti atau wedang ronde. “ usul Ibu Mukinem.
Ibu Sulasmi menurutinya dan hasilnya, pendapatannya pun meningkat.
Kisah ini sangat menginspirasi, sebab orang sederhana seperti ibu Mukinem bisa menjalankan proses pemasaran dengan baik. Masing-masing kita tentu menghasilkan sesuatu untuk bisa dipasarkan. Sesuatu itu bisa berupa produk barang dagangan atau produk jasa. Tetapi, semua produk kita menjadi tidak berarti kalau kita tidak memasarkan. Ada dua hal yang bisa dicontoh dari ibu Mukinem sehingga menjadi pemasar yang baik, yaitu ketekunan dan kejelian.
Bisa dikatakan ibu Mukinem adalah ‘orang lama’ di bidang penjualan bubur. Selain itu, dia terus mengamati dengan jeli siapa konsumen yang sesungguhnya. Hal ini membuat ia tidak mudah terbawa arus.
Mari kita setia dengan usaha kita, sekecil apapun usaha itu. Jangan cepat putus asa dan jangan mudah terbawa arus. Jangan juga cepat lelah untuk memasang mata, membuka telinga lebar-lebar, sehingga kita bisa mendapatkan informasi yang akurat tentang orang-orang yang membutuhkan produk kita.
Note : ADA SAAT DIMANA KETEKUNAN DAN KEJELIAN ITU MEMBAWA KEBERHASILAN, ASAL TIDAK MENJADI LEMAH.
Komentar
dalam hidup ini kita ndak boleh putus asa dan jgn cepat menyerah ya, mbak ???
Cerita yang bagus...
Selamat beraktifitas ya fanny...
Thanks,sumpah bikin orang semangat..
Gak lupa,selamat pagiii...
kalau gak salah, mbak jualan buku online kan? ada buku yang lagi saya cari nih....
Wowoow rame ya disini...
kunjungan perdana nihh
Salam kenalll
::: mengingatkanku akan disiplinitas ngeblog dan menulisku T_T
::: salam sore teh eh mba... ^_^
makasih y...
tapi menurut sy ibu Mukinem itu kurgn baik, masak bulan puasa jualan pagi2.. bukannya bisa menggoda org yg puasa ? hehehe
slm kenal n jgn lp kunjungi balik y..
mbak fanny nembak keyword itu bukan untuk menaikkan traffic, itu semacam gerakan para blogger untuk mengurangi bisa diaksesnya situs2 pornografi oleh pengguna internet dibawah umur. kan anak kecil sering penasaran ya dan mereka juga banyak yg sudah mahir main internet
ga saling menjatuhkan
kalo di jogja, banyak penjual gudeg yang berdekatan dan mempunyai pelanggan tersendiri.
dan satu lagi yang bisa diambil dari renungan ini bahwa persaingan bisnis sehat itu menyenangkan, jangan saling menjatuhkan...
jd tertarik utk berjualan bubur jg (loch !!!) ehheh...
nice post :)