BUAH DARI SIKAP RENDAH HATI
Apa arti Rendah Hati? Rendah hati berarti mau mendahulukan kepentingan orang lain di atas kepentingan kita. Karena itu kerendahan hati memampukan kita untuk menerapkan sikap yang menghormati sesama, meskipun kepada seorang pembantu rumah tangga. Kerendahan hati membuat tangan kita lebih ringan untuk berlaku baik kepada semua orang, termasuk terhadap mereka yang tidak berlaku baik kepada kita.
Berikut ini adalah kisah seorang yang rendah hati.
Booker T. Washington adalah seorang pendidik keturunan Afrika – Amerika. Ia menjabat sebagai Rektor Institut Tuskegee, Alabama. Ia sangat suka berjalan-jalan di pinggir kota. Suatu hari saat berjalan, langkahnya dihentikan seorang wanita kulit putih yang kaya. Karena tak mengenal Washington, wanita itu menawarkan apakah ia mau memotong kayu untuknya dengan bayaran yang setimpal.
Setelah berpikir sesaat, Washington setuju untuk membantu wanita itu. Setelah selesai, ia membawa kayu-kayu itu ke dalam rumah dan meletakkan di dekat perapian. Kemudian ia pamit dan keluar dari rumah itu.
Seorang gadis yang melihat sang rektor keluar dari rumah itu, menceritakan kepada si wanita tersebut siapa sebenarnya Washington. Tentu saja wanita kaya itu sangat terkejut. Keesokan harinya ia datang ke kantor Washington untuk minta maaf.
“Tidak apa-apa, nyonya. Saya sangat senang bisa membantu anda.” Ujar Washington yang rendah hati itu.
Melihat keramahan dan kerendahan hati Washington, wanita kaya itu kemudian pamit sambil memuji perilaku mulianya. Sebagai bentuk penghormatan kepada Washington, beberapa waktu kemudian wanita kaya itu menyumbang ribuan dolar untuk kemajuan pendidikan di Institut Tuskegee.
Memang selalu ada kehormatan dan buah yang manis manakala seseorang hidup dalam kerendahan hati.
Bila kita ingin dihargai maka dengan rendah hati kita harus menghargai orang lain lebih dulu, karena sikap yang rendah hati mendahului kehormatan.
NOTE : HIDUP DENGAN RENDAH HATI BERARTI MEMBUKA TINGKAP-TINGKAP LANGIT DARI SURGA SEHINGGA KITA DIBERKATI.
Komentar
pasti seru nih..
hehehehe
mmg byk org yg bersikap seperti 'nyonya' tersebut... dia meminta maaf kepada Washington setelah tahu beliau adlh seorang rektor. Seperti yg mba fanny bilang, sebaiknya kita berlaku baik kpd siapa saja (tmsk pembantu rmh tangga)tdk memilih...
tulisan yg sgt indah mba :)
Dija mau jadi orang yang rendah hati jugaa....
doain ya Tanteee
dtinggu kunjungan baliknya ya..
kupikir boker
ternyata booker
maaf
sekali lagi maaf
Rendah hati itu kunci kemenangn yg sejati mnurt sy...,
met sore Mba...