BERPEGANG PADA ATURAN SENDIRI
Sekarang ini banyak sekali orang yang hanya berpegang pada aturan dan kebenaran diri sendiri. Mereka sudah tak peduli lagi pada ajaran agama dan lebih suka hidup di luar standar Firman Tuhan.
Sebagai contohnya, banyak negara yang sudah mengijinkan pernikahan sejenis alias mengesahkan pernikahan para lesbian dan gay. Seperti yang terjadi di Kolombia. Sejak awal Maret lalu, ratusan pasangan sejenis di negara itu mengantri di Biro Pernikahan selama berjam-jam untuk mengajukan permohonan pengesahan pernikahan mereka. Yang lebih mengejutkan, pasangan lesbian pertama yang diresmikan adalah pasangan pendeta nyentrik dari salah satu gereja sesat setempat.
Pasangan lesbian Rev. Darlene Garner (61) dan Rev. Candy Holmes (53) mengucapkan janji setia mereka layaknya pasangan normal. Garner dan Candy adalah pemimpin dari Metropolitan Community Churches (MCC), yaitu persatuan gereja yang mengaku sebagai komunitas Kristen yang melayani komunitas gay dan lesbian. Mereka menikah di kantor Kampanye HAM, Washington, yang memperjuangkan hak gay, lesbian dan transgender.
Bersamaan dengan mereka, dua pasangan lainnya juga diresmikan, yaitu Reggie Stanley- Rocky Galloway dan Angelisa Young – Sinjoyla Townsend. Kenyataan ini menunjukkan bahwa moral manusia semakin rusak. Banyak hal haram dinyatakan halal. Di akhir zaman akan semakin banyak orang yang hidup menurut standar yang benar menurut dirinya sendiri.
Tak hanya di Amerika dan Eropa. Di Indonesia sendiri sudah banyak orang yang menganggap bahwa hidup sebagai gay atau lesbian merupakan hal wajar. Bahkan, hampir saja digelar Konferensi Regional International Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender dan Intersex Association (ILGA) di Surabaya. Pandangan ini tentunya didasarkan pada kebenaran diri sendiri.
Hidup dalam kebenaran diri sendiri membuat orang tak lagi berada dalam pagar perlindungan Tuhan. Hidup yang normal seharusnya mematuhi aturan yang ada, dan aturan bagi orang percaya adalah Firman Tuhan. Saat kita bertekad untuk hidup takut akan Tuhan, yang berdasarkan pada kebenaran firmanNya, maka Dia akan menjadi perisai kokoh, yang menjaga langkah kita dari kebinasaan.
Note : SIAPA BERPEGANG PADA PERINTAH, MEMELIHARA NYAWANYA, TETAPI SIAPA MENGHINA FIRMAN AKAN MATI. (Amsal 19 : 16)
Komentar
sangat kasihan untuk mereka.
^^
Artikel tajam.
Hehehe...
Saya setuju sekali sama mba Fanny.
Satu hal yg agak bikin telinga saya risih ketika mendengar hal acam di luar: this is HAM. My right.
Kdg saya berpikir, dimana2 HAM itu ada batasannya...
Klo gak ada batasannya, berarti boleh dong saya membunuh hewan secara brutal..atau membunuh teman sebangku saya (haduuh...psikopat stadium 7 nih)
Klo bicara ttg psgn sejenis...
saya hny bisa geleng2 kepala saja deh...
Skrg dunia sdh makin menggila...
Bhkn di FB dan sgla macam jejaring sosial sdh diumbar2...
ya kita doakan sj semoga mereka dapat hidayah..
^^
iya, rules are not obeyed anymore.. bahkan sama suamipun saya mesti ngotot2an..
dunia, dunia, kalo mau kiamat, kiamat aja deh.. (T.T)
# manusia frustrasi
apalagi mereka yang gay dan lesbian membawa bawa atribut agama. Nah lho... sepanjang pengetahuanku, gak ada tuh agama yang menginjinkan pernikahan sejenis.
bingung deh mau komen apa
mari setialah akan firman-Nya :D
berpegang pada iman aja yuk....
bawain teh anget
doakan saja mereka, Tuhan pasti bisa mengubah hati separah apapun :)