MENJADI AYAH YANG BIJAK
Bagi Zita , ayah adalah sosok pria yang selalu memanjakan dan mengasihinya lebih dari siapapun. Waktu ia masih kecil, ayah sering memangkunya sambil membacakan buku-buku cerita anak-anak. Jika Zita tertidur di sofa ruang tamu, maka ayah yang akan menggendongnya dan membawa tubuh mungilnya ke kamar. Saat Zita sedang kesal karena tidak juga mengerti apa yang diajarkan gurunya di sekolah, ayah tampil sebagai pendengar yang baik. Ayah juga tak segan untuk mengajarkan apa yang tak dimengerti Zita.
Menginjak usia remaja, ayah mendorong Zita untuk menjadi seorang remaja yang mandiri. Ayah mengijinkan ia pergi ke sekolah naik motor meskipun sesungguhnya ayah khawatir akan keselamatan dirinya. Di hari pertama ia naik motor ke sekolah, ayah mengikuti dengan mengendarai sepeda motornya sendiri. Ayah ingin memastikan Zita tidak tersesat dan tidak terlambat.
Ayah juga yang selalu memotivasi agar Zita tumbuh menjadi seorang gadis yang beriman dan berprestasi. Ayah selalu percaya pada kemandirian Zita dan kepercayaan diri Zita pun terus bertumbuh karena sikap bijak sang ayah.
Kisah Zita di atas menunjukkan betapa orang tua memiliki peran penting dalam mengajar atau mendidik anak, karena tugas sebagai orang tua bukan pilihan, tetapi perintah dari Tuhan. Dengan kata lain : Anak yang merupakan titipan Tuhan harus dididik dan diajar dengan baik oleh setiap orang tua, termasuk sang ayah. Karena mendidik dan mengajar anak bukan hanya tanggung jawab sang ibu. Ayah juga harus mau turun tangan bagi kemajuan dan perkembangan jiwa si anak.
Komentar
Jarang-jarang ayah seperti itu,
Yah,salut..!
Renungannya bagus mbak Fanny,
Mat siaang...!
yang namanya anak emang mesti di didik untuk mandiri...
ada sebuah lubang bekas galian
lubang pun ditutup tanah sampai rata
bekali-lah anak dengan keahlian
jangan hanya dibekali dengan harta
:)
Syukur saya memiliki org tua yg baik dan sayang kepada saya..Semoga nanti pun saya begitu kepada anak2 saya..
Kalau mencubit anak itu seolah mencubit Tuhan kerna anak itu sendiri adalah amanah Tuhan..
pa kabar mbak panny??
nama anakmu sama dg namaku....