KOMITMEN SUAMI ISTERI

Hendro jatuh cinta kepada Yulia pada pandangan pertama ketika mereka bertemu di sebuah pesta pernikahan. Yulia pun membalas cinta Hendro dan mereka mengikatkan diri dalam sebuah pernikahan yang kudus. Mereka hidup bahagia meskipun tak luput dari perbedaan pendapat dan kebiasaan.

Kebahagiaan tercapai karena mereka belajar untuk saling menghormati dan menghargai serta berusaha memenuhi kebutuhan pasangan. Suatu ketika, Yulia diajak oleh teman baiknya untuk pergi jalan-jalan ke mal, tetapi ia menolak kesempatan untuk sejenak bersenang-senang karena ia sudah berkomitmen untuk menyambut suaminya yang pulang dari kantor. Ia memang selalu berusaha untuk selalu ada di rumah saat sang suami pulang setelah seharian bekerja keras untuk keluarga.

Yulia juga kerap berkata kepada anak-anaknya : "Mama tidak akan meninggalkan papa sendirian."

Yah, Yulia memang sudah membulatkan tekadanya untuk menemani suaminya dalam keadaan sehat, bahagia maupun dalam keadaan sakit dan susah. Ia ingin menjadi sahabat sejati bagi sang suami.

Berpuluh tahun kemudian, setelah menikah 40 tahun lamanya, Yulia jatuh di kamar mandi dan saraf tulang belakangnya tak berfungsi lagi sehingga ia menjadi lumpuh. Sejak itu ia hanya bisa menghabiskan waktunya di tempat tidur. Tetapi, Hendro dengan setia menemaninya. Menyuapinya makan, memandikannya dan menghibur hati isterinya. Bahkan, Hendro sering membantu isterinya menyisir rambut dan memoles wajahnya dengan bedak dan memulas bibirnya dengan lipstik.

"Untuk apa kamu lakukan ini? Tidak usah pakai bedak dan lipstik akh. Aku sudah tua dan jelek." Ujar Yulia.

Hendro tersenyum. Ia meraih tangan sang isteri dan berkata : "Aku ingin kamu tetap merasa cantik, sayang."

Di lain waktu, Hendro berkata : "Kamu tahu kenapa aku tak akan pernah meninggalkanmu? Karena kamu tidak pernah meninggalkan aku."

Itu adalah rahasia pernikahan mereka berdua. Selalu ada untuk sang pasangan. Selalu setia dan tak pernah meninggalkan. Pernikahan memang komitmen untuk saling menjaga walau dalam keadaan yang tidak menyenangkan.

Dahulu ada 'covenant' atau perjanjian yang dilakukan ketika ada kesepakatan antara dua belah pihak. Kesepakatan ini disegel dengan meterai dan perjanjian ini tak dapat dibatalkan oleh pihak manapun. Perjanjian inilah yang SEHARUSNYA berlaku dalam pernikahan. Tidak ada yang dapat membatalkan sebuah pernikahan, artinya tidak ada perceraian. Peliharalah ikatan pernikahan yang kudus dengan sikap saling menghargai, mendahulukan, mendengarkan, rela berkorban dan menerima pasangan kita apa adanya.



Komentar

Coretan Hidup mengatakan…
Itulah hebatnya kekuatan cinta. Ia bisa menjadi penyemangat dalam hidup. Kuncinya tentu adalah komitmen yang kuat dari kedua belah pihak, yaitu suami dan istri untuk menjaga nilai suci pernikahan ini hingga ke akhir hayat
combrok mengatakan…
Mengharukan...!
Kesetiaan..???
ghost mengatakan…
tapi ada yang tidak mampu menepati perjanjian...


selamat pagi Mba...
budies mengatakan…
komitmen, kesetiaan, indah sekali jika terus dipertahankan sebagai mana dulu
joe mengatakan…
hal yang patut ditiru oleh pasangan suami istri
Yus Yulianto mengatakan…
bener-bener true love...
Gaphe mengatakan…
walaupun tidak ada yang tertulis diatas materai, yang namanya komitmen itu emmang mengikat. Seberapa jauh komitmen untuk selalu bersama akan terlaksana sebenernya tergantung dari kedua pihak ya mbak..
ah, cerita yang romantis..

semoga bisa meniru sang suami
Hariyanti Sukma mengatakan…
mengharukan sekali ceritanya, mbak.... dan patut di tiru , aku juga berharap bisa seperti itu ....
exort mengatakan…
mmm emang ya inti dari komitmen pasangan biar langgeng itu menerima pasangan apa adanya, jgn membanding2kan dan tetap menjadlin komunikasi
Muhammad Choirul A. mengatakan…
wah sungguh mengharukan..
nadiaa mengatakan…
uhhhh....
so swiitt...

mase lama neh nikahnya buat aku :D
Ummi Ubay mengatakan…
jika awalnya pernikahan itu didasari niat yang tulus
pasti nantinya akan berjalan seterusnya
apapun yang terjadi^^
Putri Indah Purnama Sari mengatakan…
Ceritanya menginspirasi..
Semoga nanti kita juga seperti itu..Amiiinnn
Shudai Ajlani mengatakan…
wah penting nih buat nanti kalau berkeluarga :D
kira mengatakan…
sebuah komitmen, mengingatkan seseorang,,,
like it
Anonim mengatakan…
jadi inget sama si gembul. :-)
Ana mengatakan…
jadi inget suamiku... :*
Three mengatakan…
Mudah2an klo aku menikah nanti, punya suami yg setia kaya gitu amiin
BeBek mengatakan…
Ceritanya so sweet dan menginspirasi :)
catatan kecilku mengatakan…
Aku suka banget dg cerita di atas mbak... keren deh.
the others.... mengatakan…
Seharusnya dalam rumah tangga memang harus berusaha keras mempertahankan keutuhannya.
place to study mengatakan…
Selamat malam Tante Fanny...
jejak langkahku mengatakan…
Nemenin mama jalan2 di malam minggu nih tante.
Rin mengatakan…
terharuuu... :'(
AkaneD'SiLa mengatakan…
pernikahan sifatnya bener² sakral
sichandra mengatakan…
cinta itu indah , lebih indah dari kenikmatan uang
TUKANG CoLoNG mengatakan…
ada yg mudah berkomitmen, ada juga yang susah. saya termasuk yang mana ya.. hem.. *mikir
Ajeng Sari Rahayu mengatakan…
pelajaran buat saya kelak neh :)

Postingan populer dari blog ini

MY FIRST KISS

Pengalaman naik taksi online IV : Supir ngotot mau lewat tol

CIRI-CIRI CEWEK SUDAH PUNYA PACAR